Pneumothorax - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: Apr 29, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 998.062 orang

Pneumothorax terjadi ketika udara terkumpul di ruang antara dua lapisan jaringan yang melapisi paru-paru Anda. Kondisi ini dapat menyebabkan peningkatan tekanan pada paru-paru dan mencegah paru-paru untuk mengembang. 

Ada beberapa variasi pada kondisi ini, yang semuanya mengacu pada pneumothorax atau kolaps paru.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Penyebab dan faktor resiko Pneumothorax

Pneumothorax dapat dapat disebabkan karena beberapa hal, termasuk:

  • Trauma di daerah dada. Cedera tumpul atau tembus pada daerah dada dapat menyebabkan terjadinya kolaps paru. Beberapa cedera dapat terjadi selama serangan fisik atau tabrakan mobil, sementara cedera yang lain mungkin secara tidak sengaja terjadi selama prosedur medis yang melibatkan penyisipan jarum ke dalam dada.
  • Penyakit paru-paru. Jaringan paru-paru yang rusak lebih cenderung mengalami kolaps. Kerusakan paru-paru dapat disebabkan oleh banyak jenis penyakit yang mendasarinya, termasuk penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), fibrosis kistik dan pneumonia.
  • Pecahnya gelembung udara. Gelembung udara kecil dapat timbul di bagian atas paru-paru. Gelembung udara kecil ini terkadang bisa pecah dan memungkinkan udara bocor ke ruang yang mengelilingi paru-paru.
  • Ventilasi mekanis. Jenis pneumotoraks yang parah dapat terjadi pada orang yang membutuhkan bantuan mekanis untuk bernafas. Ventilator dapat menciptakan ketidakseimbangan tekanan udara di dalam dada. Paru-paru bisa menjadi kolaps sepenuhnya.

Faktor risiko untuk Pneumotoraks meliputi:

  • Merokok. Resiko pneumothorax dapat meningkat dengan lamanya waktu dan jumlah rokok yang dihisap.
  • Faktor Genetik. Telah diketahui bahwa seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan pneumothorax mempunyai resiko yang lebih tinggi mengalami pneumothorax di kemudian hari.
  • Penyakit paru-paru. Memiliki penyakit paru-paru yang mendasarinya terutama penyakit paru obstruktif kronis (COPD)
  • Ventilasi mekanik. Seseorang yang membutuhkan ventilasi mekanis untuk membantu pernapasannya berisiko lebih tinggi terkena pneumotoraks.
  • Riwayat Pneumotoraks sebelumnya. Siapa pun yang pernah menderita pneumotoraks berisiko lebih tinggi mengalami pneumotoraks lainnya.

Tanda dan gejala Pneumothorax

Penting untuk mengenali tanda dan gejala pneumothorax sesegera mungkin sehingga Anda bisa mendapatkan pengobatan dini dan menghindari situasi yang dapat mengancam jiwa. Jika Anda mengalami segala bentuk trauma pada daerah dada, carilah gejala-gejala berikut:

  • nyeri dada yang meningkat setelah batuk atau menarik napas dalam-dalam
  • sesak nafas
  • pernapasan abnormal
  • dada seperti terikat
  • detak jantung yang cepat
  • kulit pucat atau biru karena kekurangan oksigen
  • kelelahan

Jika Anda mengalami pneumothorax, Anda mungkin akan merasakan nyeri di daerah dada. Biasanya kolaps paru hanya terjadi di satu sisi, disitulah rasa nyeri akan muncul dan biasanya juga disertai dengan gejala kesulitan bernapas.

Cara mencegah terjadinya Pneumothorax

Mungkin sulit untuk mencegah terjadinya suatu trauma yang dapat menyebabkan munculnya pneumothorax. Namun terdapat beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk mencegah faktor-faktor lain dan untuk meningkatkan kesehatan paru-paru Anda, seperti:

  • Berhenti merokok
  • Mengubah pola hidup yang sehat
  • Batasi paparan Anda terhadap racun lingkungan dan pekerjaan.
  • Jika Anda harus bekerja di lingkungan beracun, tutupi mulut dan hidung Anda dengan masker.
  • Cegah infeksi dengan mencuci tangan sesering mungkin.
  • Berolahraga secara teratur

Cara mengatasi Pneumothorax

Diagnosa Pneumothorax

Pneumotoraks umumnya dapat didiagnosis menggunakan rontgen dada. Dalam beberapa kasus, scan tomografi terkomputerisasi (CT) mungkin dapat diperlukan untuk memberikan gambar yang lebih detail. Pemeriksaan dengan ultrasonografi juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi adanya pneumotoraks.

Pengobatan Pneumothorax

Pengobatan untuk pneumothorax bervariasi tergantung pada keparahan trauma dan jumlah kerusakan pada paru-paru.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Mungkin pada pneumotoraks yang kecil kondisi tersebut dapat sembuh dengan sendirinya. Dalam hal ini, Anda mungkin hanya membutuhkan oksigen dan istirahat yang cukup untuk sembuh sepenuhnya. 

Dokter juga dapat mengeluarkan udara tambahan di sekitar paru-paru dengan menghisapnya melalui jarum, yang memungkinkan paru-paru dapat mengembang sepenuhnya.

Untuk pneumotoraks yang besar, chest tube akan ditempatkan melalui tulang rusuk ke daerah di sekitar paru-paru untuk membantu mengeluarkan udara. Chest tube dapat dibiarkan untuk drainase udara dan juga untuk membantu proses pengembangan paru-paru. 

Dalam kasus yang parah, chest tube mungkin perlu dibiarkan selama beberapa hari sebelum dada mulai mengembang.

Pembedahan mungkin juga diperlukan untuk orang yang mengalami pneumotoraks berulang. Luka tusukan yang besar juga membutuhkan tindakan pembedahan, karena jaringan paru-paru tidak dapat segera menutup dan memperbaiki dirinya sendiri.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit