Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Pengobatan

Daftar Obat-obat Yang Termasuk Agen Mukolitik

Update terakhir: Jan 21, 2020 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 1.640.871 orang

Daftar Obat-obat Yang Termasuk Agen Mukolitik

Mukolitik (mucolytic) adalah suatu jenis obat yang digunakan untuk mengencerkan mukus (dahak) yang kental sehingga mudah dikeluarkan. Obat ini bekerja dengan cara melepas ikatan gugus sulfidril pada mucoprotein dan mukopolisakarida sehingga menurunkan viskositas mucus. Sebagai hasil akhir, dahak tidak lagi bersifat kental dan dengan begitu mudah dikeluarkan dari tenggorokan sehingga membuat saluran nafas bebas dari dahak.

Obat-obat yang termasuk agen mukolitik bisa mengurangi eksaserbasi pada beberapa pasien yang menderita penyakit paru obstruktif kronis dan batuk produktif kronis.

Iklan dari HonestDocs
Beli obat CEFSPAN 100MG CAP via HonestDocs

Cefspan merupakan antibiotik untuk mengatasi infeksi pada saluran pernafasan atas, infeksi saluran kemih dan kelamin, kulit & jaringan lunak. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Cefspan 100mg cap 1

Obat-obat yang termasuk agen mukolitik

Beberapa merk obat yang berfungsi sebagai agen mukolitik

Agen mukolitik bisa dipasarkan berupa bentuk tablet atau larutan cair (liquid solution). Obat ini biasanya digunakan secara oral atau untuk inhalasi. Berikut adalah beberapa obat yang termasuk agen mukolitik :

  • Erdosteine
  • Acetylcysteine
  • Bromhexin
  • Carbocysteine
  • Guiafenesin
  • Iodinated glycerol
  • Ambroxol
  • Mecysteine
  • Dornasealfa

Indikasi

Berikut adalah kegunaan obat-obat yang termasuk sebagai agen mukolitik :

Kontraindikasi

  • Jangan menggunakan obat ini untuk pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap obat-obat yang termasuk agen mukolitik.
  • Erdosteine tidak boleh diberikan pada penderita sirosis hati dan kekurangan enzim crystathionine sintetase, fenilketonuria (hanya pada granul), pasien gagal ginjal (dengan klirens keratin < 25 ml / menit).
  • Carbocysteine tidak boleh diberikan untuk pasien penderita ulkus peptik aktif. Obat lainnya harus diberikan dengan hati-hati karena semua agen mukolitik dapat merusak sawar mukosa lambung.

Efek Samping Obat-obat agen mukolitik

Berikut adalah beberapa efek samping agen mukolitik yang umum terjadi :

  • Obat agen mukolitik mempunyai efek samping pada saluran pencernaan seperti mual, muntah, diare, rasa penuh di perut, dan nyeri pada ulu hati.
  • Efek samping yang lebih serius tetapi kejadiannya jarang misalnya reaksi alergi seperti kulit kemerahan, bengkak pada wajah, dispnea, sesak nafas dan kadang-kadang demam.
  • Efek samping acetylcysteine pada penggunaan sistemik : reaksi hipersensitif seperti urtikaria dan bronkospasme, meski efek samping ini jarang terjadi. Efek samping pada penggunaan aerosol inhalasi : iritasi nasofaringeal dan saluran cerna seperti pilek (rinore), stomatitis, mual, muntah.
  • Bromheksin pernah dilaporkan menyebabkan efek samping berupa sakit kepala, vertigo, berkeringat banyak dan ruam kulit. Juga dapat terjadi kenaikan enzim transaminase.
  • Khusus untuk erdosteine sampai saat ini belum ditemukan efek pada saluran pencernaan dan efek sistemik. Namun karena umumnya obat-obat golongan mukolitik dapat merusak sawar mukosa lambung, penggunaannya pada penderita ulkus peptik akut harus hati-hati.
  • Mecysteine bisa menyebabkan sensasi seperti terbakar pada jantung.

Perhatian

Hal-hal yang harus diperhatikan pasien saat menggunakan obat-obat agen mukolitik :

  • Keamanan pemakaian obat-obat agen mukolitik untuk ibu menyusui belum diketahui dengan jelas. Oleh karena itu, pemberian obat-obat ini untuk ibu menyusui sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter.
  • Obat-obat ini sebaiknya digunakan setelah makan atau bersama makanan, karena diketahui bisa merusak sawar mukosa lambung.
  • Ambroxol tidak boleh digunakan untuk jangka waktu yang lama tanpa diresepkan oleh dokter. Jika digunakan oleh pasien-pasien penderita insufisiensi ginjal, akumulasi dari metabolit ambroxol terbentuk di hati.
  • Acetylcysteine : sebaiknya tidak menggunakan obat ini untuk pasien yang mengalami kesulitan mengeluarkan sekret, atau penderita asma bronkial. Sebaiknya dipilih obat agen mukolitik yang lain.
  • Erdostein : bentuk formulasi granul obat ini harus digunakan secara hati-hati untuk penderita diabetes mellitus. Sebaiknya dipilih agen mukolitik lain.
  • Pengobatan harus dihentikan jika tidak ada manfaat setelah 4 minggu pemberian.

Penggunaan oleh wanita hamil

Sebaiknya tidak menggunakan obat-obat golongan mukolitik untuk wanita hamil terutama saat kehamilan berada di trimester pertama.

Interaksi obat

Berikut adalah interaksi obat-obat agen mukolitik dengan obat-obat lain :

Iklan dari HonestDocs
Beli obat CEFSPAN 100MG CAP via HonestDocs

Cefspan merupakan antibiotik untuk mengatasi infeksi pada saluran pernafasan atas, infeksi saluran kemih dan kelamin, kulit & jaringan lunak. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Cefspan 100mg cap 1

Ambroxol :

Bromhexin :

Dosis

Di bawah ini dosis pemberian obat-obat yang termasuk agen mukolitik :

Ambroxol

  • kapsul lepas lambat :

dewasa, 1 x sehari 75 mg, sesudah makan.

  • Tablet :

Dewasa dan anak usia ≥ 12 tahun, 1 tablet 30 mg 2-3 x sehari.

Anak usia 6-12 tahun : ½ tablet 2-3 x sehari.

Iklan dari HonestDocs
Beli Thiamycin via HonestDocs

Thiamycin adalah obat antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri pada saluran pernafasan, infeksi saluran pencernaan, dan infeksi saluran kemih. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Thiamycin 500 mg kapsul 1
  • Drops 15 mg / ml (1 ml = 20 tetes) :

Anak usia ≤ 2 tahun, 0.5 ml (10 tetes) 2 x sehari. Dapat dicampur dengan sari buah, susu atau air.

  • Sirup 15 mg / 5 ml (1 sendok takar = 5 ml) :

Anak usia 6-12 tahun : 2-3 x sehari 1 sendok takar.

Anak usia 2-6 tahun : 3 x sehari ½ sendok takar.

Anak usia ≤ 2 tahun : 2 x sehari ½ sendok takar.

Acetylcysteine

  • Nebulasi 1 ampul 1-2 x sehari. Obat diberikan selama 5-10 hari.

Bromhexin

  • Sirup 4 mg/5 mL (1 sendok takar=5 ml) :

Dewasa dan anak-anak usia > 10 tahun : 3 x sehari 2 sendok takar.

Anak usia 5-10 tahun : 3 x sehari 1 sendok takar.

Anak usia 2-5 tahun : 2 x sehari 1 sendok takar.

  • Tablet 8 mg :

Dewasa dan anak usia > 10 tahun : 1 tablet 3 x sehari.

Anak usia 5-10 tahun : ½ tablet 3 x sehari.

Anak usia  2-5 tahun : ½ tablet 2 x sehari.

Erdosteine

  • Dewasa : 150-350 mg 2-3 x sehari.
  • Anak dengan berat badan antara 15-19 kg : 175 mg 2 x sehari.
  • Anak dengan berat badan antara 20-30 kg : 175 mg 3 x sehari.
  • Anak dengan berat badan > 30 kg : 350 mg 2 x sehari.

Carbocysteine

  • Dewasa, dosis awal 750 mg 3 x sehari, selanjutnya 1.5 g/hari dalam dosis terbagi.
  • Anak usia 2-5 tahun, 62.5-125 mg 4 x sehari.
  • Anak usia 6-12 tahun, 250 mg 3 x sehari.

Mecysteine

  • Dewasa, 200 mg 4 x sehari selama 2 hari, selanjutnya 200 mg 3 x sehari selama 6 minggu, selanjutnya 200 mg 2 x sehari.
  • Anak usia > 5 tahun, 100 mg 3 x sehari.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit