Bronkospasme - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: Jul 6, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 823.512 orang

Bronkospasme adalah pengetatan otot-otot yang melapisi saluran udara (bronkus) di paru-paru. Ketika otot-otot ini mengencang, saluran udara akan menyempit.

Saluran udara yang sempit tidak membiarkan banyak udara masuk atau keluar dari paru-paru. Sehingga hal ini membatasi jumlah oksigen yang masuk ke darah dan jumlah karbon dioksida yang meninggalkan darah.

Bronkospasme sering mempengaruhi penderita asma dan alergi. Kondisi ini berkontribusi terhadap gejala asma seperti mengi dan sesak napas.

Apakah penyebab Bronkospasme?

Setiap pembengkakan atau iritasi pada saluran udara dapat menyebabkan bronkospasme. Kondisi ini umumnya menyerang penderita asma.

Faktor-faktor lain yang dapat berkontribusi pada bronkospasme meliputi:

  • alergen, seperti debu dan bulu hewan peliharaan
  • penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), sekelompok penyakit paru-paru yang meliputi bronkitis kronis dan emfisema
  • asap kimia
  • anestesi umum selama operasi
  • infeksi paru-paru atau saluran udara
  • olahraga
  • cuaca dingin
  • menghirup asap dari api
  • merokok, termasuk tembakau dan obat-obatan terlarang

Gejala Bronkospasme

Ketika Anda mengalami bronkospasme, dada akan terasa kencang, dan mungkin sulit untuk menarik napas. Gejala lain yang sering ditimbulkan, termasuk:

  • mengi (suara siulan saat Anda bernapas)
  • nyeri dada atau sesak
  • batuk
  • kelelahan

Diagnosis Bronkospasme

Untuk mendiagnosis bronkospasme, Anda dapat mengunjungi dokter ahli pulmonologis (dokter yang mengobati penyakit paru-paru) untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dokter akan menanyakan gejala Anda dan mencari tahu apakah Anda memiliki riwayat asma atau alergi. Kemudian, dokter akan mendengarkan paru-paru saat Anda bernapas masuk dan keluar.

Beberapa pemeriksaan tambahan juga perlu dilakukan untuk memastikan hasil diagnosis, meliputi: 

  • Spirometri. Spirometer mengukur kekuatan udara saat Anda bernapas masuk dan keluar.
  • Tes volume paru-paru. Tes ini mengukur berapa banyak oksigen yang bisa dimiliki paru-paru Anda.
  • Kapasitas difusi paru-paru. Anda bernapas masuk dan keluar melalui tabung untuk melihat seberapa baik oksigen masuk ke darah. Dokter mungkin juga menguji kadar hemoglobin yang merupakan protein yang membantu mengangkut oksigen dalam darah Anda.
  • Oksimetri nadi. Perangkat dijepitkan ke jari Anda untuk mengukur tingkat oksigen dalam darah.
  • Hiperventilasi voluntari Eucapnic. Tes ini digunakan untuk mendiagnosis bronkospasme akibat olahraga. Anda menghirup campuran oksigen dan karbon dioksida untuk mensimulasikan pernapasan saat berolahraga. Dokter akan melihat apakah menghirup campuran ini mempengaruhi fungsi paru-paru Anda.

Anda mungkin juga memerlukan salah satu tes berikut:

  • Rontgen dada. Dokter akan menggunakan ini untuk mencari pneumonia atau tanda-tanda infeksi lainnya.
  • CT scan. Tes ini menggunakan sinar-X untuk mencari masalah di paru-paru.

Pengobatan Bronkospasme

Dokter mungkin mengobati bronkospasme Anda dengan obat-obatan untuk memperlebar saluran udara dan membantu Anda bernafas lebih mudah, termasuk:

  • Bronkodilator kerja pendek. Obat-obatan ini digunakan untuk menghilangkan gejala bronkospasme dengan cepat. Obat ini mulai bekerja untuk memperlebar saluran udara dalam beberapa menit, dan efeknya bertahan hingga empat jam.
  • Bronkodilator jangka panjang. Obat-obatan ini menjaga saluran udara Anda terbuka hingga 12 jam tetapi membutuhkan waktu lebih lama untuk mulai bekerja.
  • Steroid inhalasi. Obat-obatan ini menurunkan pembengkakan di saluran udara Anda. Anda dapat menggunakannya untuk mengontrol bronkospasme jangka panjang. Obat ini juga membutuhkan waktu lebih lama untuk mulai bekerja dibandingkan bronkodilator kerja pendek.
  • Steroid oral atau intravena. Obat ini mungkin diperlukan jika Anda mengalami bronkospasme parah.
  • Anda mungkin perlu minum antibiotik jika mengalami infeksi bakteri.

Pencegahan Bronkospasme

Berikut adalah beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah bronkospasme:

  • Lakukan pemanasan selama 5 hingga 10 menit sebelum berolahraga, dan pendinginan selama 5 hingga 10 menit sesudahnya.
  • Minumlah banyak air sepanjang hari untuk mengendurkan lendir di dada.
  • Berolahraga di dalam ruangan pada hari yang sangat dingin. Atau kenakan syal di hidung dan mulut Anda saat pergi keluar.
  • Jika Anda merokok, mintalah saran dokter untuk membantu Anda berhenti. 
  • Jika Anda berusia 65 tahun atau lebih, atau Anda memiliki penyakit paru-paru kronis atau masalah sistem kekebalan tubuh, ikuti perkembangan vaksin pneumokokus dan influenza Anda.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit