Menorrhagia - Tanda, Penyebab, Gejala, Cara Mengobati

Dipublish tanggal: Mar 3, 2019 Update terakhir: Nov 6, 2020 Waktu baca: 3 menit

Menorrhagia atau yang secara awam disebut sebagai menstruasi berlebihan merupakan suatu kondisi dimana darah haid atau menstruasi keluar secara berlebihan atau tidak seperti yang umumnya terjadi. 

Umumnya, untuk satu kali masa menstruasi, rata-rata dari jumlah darah yang keluar hanya 30-40 ml saja. Namun, pada kondisi haid berlebihan ini, darah yang keluar bisa lebih dari itu. Yaitu pada kisaran 60-80 ml.

Apakah kondisi ini berbahaya?

Kondisi menstruasi yang berlebihan ini tentu bukan hal yang bisa kita abaikan begitu saja. Apalagi jika mengingat berbagai penyebabnya yang bukan lah suatu masalah kesehatan biasa. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai masalah menstruasi yang satu ini, langsung saja simak informasi berikut ini.

Apa Gejala Menorrhagia?

Mari kita mulai dari gejala-gejala yang bisa terjadi pada orang yang mengalami menstruasi berlebihan ini. Selain keluarnya darah yang terlampau banyak saat haid dan masa perdarahan yang tidak sebentar, ada beberapa gejala lain yang bisa terjadi. Berikut ini beberapa diantaranya.

Dismenore

Dismenore atau dikenal sebagai nyeri haid merupakan suatu kondisi yang terjadi karena dinding rahim mengalami kontraksi yang menyebabkan pembuluh darah disekitarnya tertekan. Akibatnya, rasa nyeri muncul karena pasokan oksigen terhenti. 

Anemia dan lemas

Selain dismenore, seseorang yang mengalami menorrhagia juga bisa mengalami tanda-tanda seperti rasa lemas yang berlebih, anemia dan jugagt;napas yang pendek. 

Gangguan emosi dan psikis

Sementara, adanya gangguan psikis dan emosi juga bisa terjadi saat seseorang mengalami masalah haid berlebihan ini. Meskipun biasanya tidak menjadi suatu kondisi yang serius, hal ini tetap menjadi suatu hal yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Apa yang Menyebabkan Haid Berlebihan Ini?

Sebenarnya dalam berbagai kasus, penyebab dari masalah kesehatan ini tidak semuanya dapat teridentifikasi. Akan tetapi, ada beberapa hal umum yang bisa memicu hal tersebut seperti berikut ini.

  • Fibroid rahim, suatu tumor jinak yang terjadi di dalam rahim.
  • Radang panggul, dalam hal ini bisa jadi berupa infeksi yang terjadi di organ reproduksi baik itu indung telur, rahim maupun saluran telur.
  • Endometriosis, merupakan suatu kondisi saat jaringan yang ada di lapisan endometrium atau dinding rahim tumbuh dan berkembang di luar rahim.
  • Hipotiroidisme, yaitu sebuah kondisi saat kelenjar tiroid tidak bisa menghasilkan hormon tiroid pada jumlah yang semestinya.
  • Adenomiosis, kasus yang satu ini terjadi saat adanya jaringan endometrium yang tumbuh di dalam dinding otot rahim. 
  • Gangguan ovarium, gangguan ini bisa mengakibatkan proses evolusi serta siklus hormon tidak berlangsung seperti seharusnya.
  • Polip rahim atau serviks, yakni suatu kondisi dimana ada jaringan yang tumbuh di dinding rahim atau serviks.
  • Gangguan pembekuan darah
  • Sindrowm ovarium polikistik

Selain berbagai kondisi di atas, efek samping penggunaan obat tertentu seperti obat hormone, antiradang, antikoagulan serta pemakaian pil KB juga bisa menjadi penyebab munculnya menorrhagia. Dan selain itu, adanya kanker seperti kanker serviks atau kanker rahim juga bisa menjadi penyebab dari terjadinya menstruasi yang berlebihan ini.

Bagaimana Langkah Pengobatan Menorrhagia?

Langkah pengobatan menstruasi yang berlebihan ini perlu dilakukan bukan hanya untuk menghentikan perdarahan dengan volume yang banyak itu saja, namun juga sebagai usaha meningkatkan kualitas hidup dari penderitanya itu sendiri. 

Akan tetapi, jika dokter ternyata tidak menemukan kecurigaan terkait kondisi serius yang berhubungan dengan terjadinya menstruasi berlebihan ini dan keadaan tersebut juga tidak mengganggu keseharian dari penderitanya, mungkin tidak akan dilakukan pengobatan khusus untuk mengatasinya.

Secara umum, ada dua cara yang bisa dilakukan untuk mengobati kondisi ini yaitu dengan menjalani operasi atau dengan menggunakan obat-obatan. Untuk Obat-obatan, bisa diberikan tablet asam traneksamat, pil kontrasepsi kombinasi, obat anti-inflamasi non-steroid hingga progesterone suntik maupun norethisterone.

Sementara untuk metode operasi, macam-macam operasi seperti embolisasi arteri rahim, miomektomi, dilatasi dan kuretase serta reseksi endometrium bisa dilakukan untuk mengobati pasien dengan masalah haid berlebihan ini.

Demikianlah berbagai informasi yang wajib kita ketahui soal menorrhagia. Setelah mengetahui informasi tersebut, diharapkan kita semakin waspada dan terus menjaga kesehatan secara menyeluruh. 


10 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Shaw, J. Medscape (2017). Menorrhagia. (https://emedicine.medscape.com/article/255540-overview)
Mayo Clinic (2017). Diseases Conditions. Menorrhagia (heavy menstrual bleeding). (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/menorrhagia/symptoms-causes/syc-20352829)
NHS Choices UK (2016). Health A-Z. Period pain. (https://www.nhs.uk/conditions/period-pain/)

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini
Buka di app