5 Penyebab Wanita Tidak Menstruasi Setiap Bulan (Amenorrhea)

Dipublish tanggal: Sep 6, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
5 Penyebab Wanita Tidak Menstruasi Setiap Bulan (Amenorrhea)

Menstruasi adalah hal normal yang terjadi secara alami pada wanita setiap bulan. Meskipun telat haid kadang bisa dikatakan wajar, tapi ada beberapa wanita yang justru tidak haid sama sekali selama 3 siklus berturut-turut. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut dengan amenorrhea. Lantas, apa penyebab amenorrhea sehingga wanita tidak menstruasi selama beberapa bulan? Berikut ulasan lengkapnya.

Apa itu amenorrhea?

Amenorrhea adalah kondisi ketika wanita tidak menstruasi selama beberapa bulan. Seorang wanita dikatakan mengalami amenorrhea apabila ia tidak haid selama 3 siklus berturut-turut atau lebih. Belum haid sampai usia 15 tahun juga bisa disebut sebagai amenorrhea. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Alat Kontrasepsi & Hormon via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 7

Selain tidak menstruasi, amenorrhea juga kerap disertai dengan gejala lainnya. Contohnya adalah kerontokan rambut, sakit kepala, nyeri panggul, muncul jerawat, berubahnya penglihatan, serta tumbuhnya bulu-bulu halus pada wajah.

Berbagai penyebab amenorrhea

Ada 2 jenis amenorrhea, yaitu amenorrhea primer dan amenorrhea sekunder. Mari kita kupas satu per satu.

Saat remaja putri tidak mengalami menstruasi walaupun telah memasuki masa puber, biasanya di usia 15-16 tahun, maka kondisi ini disebut dengan amenorrhea primer. Hal ini juga dapat dipengaruhi oleh faktor lainnya, seperti faktor keturunan atau adanya kecacatan genetik yang berdampak pada fungsi ovarium dan siklus haid, seperti pada sindrom Turner

Berat badan yang terlalu kurus karena asupan gizi yang kurang juga dapat mengganggu hormon dalam tubuh. Hal ini pun bisa menjadi salah satu penyebab amenorrhea primer.

Sementara itu, wanita disebut mengalami amenorrhea sekunder apabila ia tidak haid karena sedang hamil, menyusui, atau memasuki masa menopause. Wanita yang mengalami amenorrhea sekunder bisa mengalami masalah pada menstruasinya secara tiba-tiba.

Adapun kondisi lain yang juga membuat seseorang mengalami amenorrhea sekunder di antaranya adalah:

Iklan dari HonestDocs
Beli Alat Kontrasepsi & Hormon via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 7

1. Hormon tidak seimbang

Ketidakseimbangan hormon adalah salah satu penyebab amenorrhea yang paling umum. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai macam hal, seperti adanya tumor pada kelenjar hipofisis (pituitari), kadar estrogen yang kurang, kadar testosteron yang berlebih (hiperandrogenisme), atau kelenjar tiroid yang sangat aktif (hipertiroidisme).

Baca Juga: Telat Haid 1-2 Minggu, Ini Penyebabnya!

2. Menderita kondisi medis tertentu

Penyebab wanita tidak haid alias amenorrhea juga bisa karena adanya gangguan medis tertentu. Misalnya karena sedang kemoterapi, minum obat antipsikotik, antidepresan, obat hipertensi atau obat alergi.

3. Penggunaan alat kontrasepsi hormonal

Bila Anda sedang minum pil KB dan tiba-tiba tidak haid selama 3 siklus berturut-turut atau lebih, maka bisa jadi itulah penyebab Anda tidak menstruasi. Ya, penggunaan alat kontrasepsi hormonal juga bisa menjadi penyebab amenorrhea.

Tidak hanya dalam bentuk pil, kontrasepsi hormonal yang disuntikkan atau ditanamkan (implan) juga bisa menjadi penyebab terjadinya amenorrhea. Oleh karena itu, sebaiknya konsultasikan kepada dokter mengenai alat kontrasepsi yang cocok untuk digunakan. 

Meskipun Anda sudah berhenti pakai KB jenis apa pun, Anda tidak selalu bisa langsung haid setelahnya. Tubuh membutuhkan waktu untuk kembali menyeimbangkan hormon setelah lepas KB. Karena itulah, Anda bisa jadi mengalami amenorrhea sebelum haid kembali normal pasca berhenti pakai KB.

Iklan dari HonestDocs
Beli Postinor 750mcg via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Postinor 750mcg tab 1

4. Stres

Stres bisa memicu gangguan pada hipotalamus, yakni bagian otak yang mengatur regulasi hormon reproduksi. Jika gangguan ini terjadi, maka ovulasi dan menstruasi bisa terhenti sehingga diduga bisa menjadi penyebab amenorrhea.

5. Melakukan olahraga secara berlebihan

Olahraga memang baik untuk kesehatan. Namun, jika berlebihan ternyata juga kurang baik bahkan bisa mempengaruhi siklus menstruasi seseorang. 

Olahraga membuat kadar lemak di dalam tubuh menjadi rendah, tapi di sisi lain juga meningkatkan hormon beta endorphin dan katekolamin. Kondisi ini menyebabkan kinerja hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh jadi terganggu. Padahal, kedua hormon itulah yang memengaruhi menstruasi wanita. 

Maka dari itu, sangat penting untuk mencari tahu terlebih dahulu apa penyebab amenorrhea yang Anda alami. Setelah itu, dokter akan memberikan pengobatan untuk mengatasi amenorrhea sesuai dengan penyebabnya masing-masing. 

Jika penyebab amenorreha karena faktor gaya hidup, maka tentu saja diperlukan perubahan gaya hidup sehat agar menstruasi bisa kembali lancar. Begitu juga bila wanita tidak menstruasi karena hal lainnya, maka dokter akan memberikan penanganan untuk mengatasi amenorrhea sesuai penyebab yang mendasarinya. Setelah masalahnya diatasi, maka menstruasi Anda bisa kembali normal dan lancar.

Baca Selengkapnya: 8 Penyebab Telat Haid Berbulan-Bulan

11 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Bope ET, et al. Conn's Current Therapy. Philadelphia, Pa.: Saunders Elsevier; 2013. http://www.clinicalkey.com.
Welt CK, et al. Etiology, diagnosis and treatment of primary amenorrhea. http://www.uptodate.com/home.
Welt CK, et al. Etiology, diagnosis and treatment of secondary amenorrhea. http://www.uptodate.com/home.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app