Amenorhea : Berhentinya Datang Bulan

Dipublish tanggal: Feb 10, 2019 Update terakhir: Agu 5, 2020 Tinjau pada Apr 22, 2019 Waktu baca: 3 menit

Datang bulan tidak teratur? Anda Tidak Sendirian!

Bagi seorang wanita normal yang sudah memasuki usia matang, secara teratur mereka akan mengalami siklus pendarahan bulan yang dikenal dengan istilah menstruasi. 

Siklus menstruasi umumnya terjadi setiap 28 hari sekali, tetapi pada kondisi tertentu, siklus menstruasi seorang wanita akan terganggu, sehingga siklus yang seharusnya terjadi setiap 28 hari sekali, mungkin akan terlambat atau mungkin tidak terjadi selama berbulan-bulan. Kondisi ini dikenal dengan istilah amenore.

Iklan dari HonestDocs
Blackmores Pregnancy Breast Feeding Gold

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Blackmores pregnancy   breat feeding gold sku

Amenore adalah tidak adanya menstruasi pada wanita usia produktif. Ada dua jenis utama amenore:

  • Amenore primer, yaitu ketika seorang gadis di atas usia 15 tahun tidak pernah mengalami menstruasi
  • Amenore sekunder, yaitu ketika seorang wanita dewasa yang biasanya datang bulan secara teratur kemudian karena suatu keadaan tertentu, berhenti mengalami menstruasi selama enam bulan atau lebih.

Penyebab Amenorrhea

Berhentinya menstruasi Anda bisa merupakan pertanda yang normal, misalnya, wanita berhenti menstruasi selama masa kehamilan dan menyusui. Ada banyak penyebab potensial dan faktor risiko yang menyebabkan amenore. Terkadang penyebabnya tidak diketahui. 

Penyebab dan faktor risiko untuk amenore meliputi:

  • Kegemukan
  • Memiliki lemak tubuh yang sangat rendah (kurang dari 15 hingga 17 persen lemak tubuh)
  • Defisiensi leptin, hormon yang mengatur nafsu makan
  • Sindrom ovarium polikistik (PCOS)
  • Kelenjar tiroid yang terlalu aktif
  • Stres emosional yang ekstrim
  • Olahraga yang berlebihan
  • Penggunaan beberapa kontrasepsi
  • Obat-obatan tertentu (antidepresan tertentu dan obat tekanan darah dapat meningkatkan kadar hormon yang mencegah ovulasi)
  • Kemoterapi dan perawatan radiasi untuk kanker
  • Tumor hipofisis non-kanker
  • Jaringan parut di rahim (fibroid uterus, operasi caesar, atau prosedur aborsi tertentu yang dapat melukai rahim)
  • Penyakit kronis, seperti penyakit jantung atau cystic fibrosis
  • Cacat atau gangguan genetik
  • Masalah dengan indung telur

Penyebab lain masalah hormonal yang dapat menyebabkan amenore termasuk:

  • Penyakit kronis, seperti penyakit jantung atau cystic fibrosis
  • Cacat atau gangguan genetik
  • Masalah dengan indung telur

Gejala apa saja yang dapat Anda temukan jika Anda mengalami Amenorrhea?

Gejala utama amenore adalah tidak adanya menstruasi. Walaupun begitu, ada beberapa gejala tambahan lain yang dapat terjadi. Hal ini berhubungan dengan penyebab utama yang menyebabkan amenore pada diri Anda. Gejala lain yang dimaksud yaitu:

  • Kenaikan berat badan atau penurunan berat badan
  • Perubahan ukuran payudara, atau keluarnya cairan susu dari payudara
  • Jerawat
  • Rambut rontok
  • Meningkatnya pertumbuhan rambut wajah
  • Sakit kepala atau gangguan penglihatan
  • Nyeri panggul
  • Suara berat seperti laki-laki
  • Muncul jerawat
  • Payudara tidak membesar

Apa yang dapat Anda lakukan jika Anda mengalami Amenore?

Diagnosis

Jika Anda mengalami hal in, alangkah baiknya jika Anda segera pergi ke dokter untuk mendapatkan pertolongan dokter dan untuk mengetahui secara pasti, apakah penyakit kronis yang bertanggung jawab sebagai penyebab terjadinya amenore pada diri Anda.

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Ada sejumlah langkah yang akan diambil dokter Anda untuk menentukan apakah Anda mengalami amenorrhea atau tidak:

Pertama, dokter akan menanyakan tentang gejala Anda untuk mendapatkan gambaran yang lebih baik tentang riwayat kesehatan Anda. Dokter Anda juga dapat melakukan pemeriksaan panggul dan melakukan tes kehamilan untuk menyingkirkan kemungkinan kehamilan. Beberapa tes yang dapat dilakukan untuk mendiagnosa amenore adalah:

  • Tes darah untuk memeriksa kadar hormon Anda
  • Tes genetik
  • Ultrasound pelvis
  • Computed tomography (CT) scan Magnetic resonance imaging (MRI)

Pengobatan

Perawatan yang direkomendasikan dokter Anda akan tergantung pada penyebab amenore Anda.

Perawatan untuk amenore mungkin termasuk obat-obatan, operasi, perubahan gaya hidup, atau kombinasi dari langkah-langkah ini.

1. Perubahan gaya hidup mungkin termasuk:

  • Mengambil langkah-langkah untuk mencapai berat badan yang sehat dan mempertahankan berat badan itu (jika Anda kurang atau kelebihan berat badan)
  • Mengikuti latihan atau kelas-kelas khusus untuk mengurangi stres
  • Jika Anda seorang atlet, modifikasi cara Anda latihan dan makan
  • Obat hormonal, seperti pil KB
  • Terapi penggantian estrogen
  • Obat-obatan untuk PCOS

2. Perawatan medis untuk amenore mungkin termasuk:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Jika perubahan gaya hidup tidak berpengaruh terhadap kondisi amenore Anda, dokter mungkin akan meresepkan obat-obatan yang dapat membantu kondisi Anda. Obat-obatan yang biasa digunakan oleh dokter untuk mengatasi amenore adalah :

3. Perawatan bedah untuk amenore mungkin termasuk:

  • Obat hormonal, seperti pil KB
  • Terapi penggantian estrogen
  • Obat-obatan untuk PCOS

Jika amenore tidak dapat diobati dengan perawatan noninvasif seperti perubahan gaya hidup dan obat-obatan, kemungkinan penyebabnya adalah tumor atau kanker yang terdapat pada sistem reproduksi Anda sehingga mengganggu siklus menstruasi Anda. 

Jika hal ini terjadi, maka operasi mungkin diperlukan. Operasi yang dapat dilakukan contohnya

  • Pengangkatan jaringan parut di rahim
  • Pengangkatan tumor hipofisis non-kanker

10 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Stoppler, M. Medicinenet (2016). Amenorrhea. (https://www.medicinenet.com/amenorrhea/article.htm)
Bielak, et al. Medscape (2017). Amenorrhea. (https://emedicine.medscape.com/article/252928-overview)
Mayo Clinic (2014). Diseases and Conditions. Amenorrhea. (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/amenorrhea/symptoms-causes/syc-20369299)

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini
Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app