Mengenal 5 Parasit dan Bakteri Kotor Yang Tersembunyi Dalam Makanan Anda

Dipublish tanggal: Agu 30, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Mar 24, 2020 Waktu baca: 3 menit
Mengenal 5 Parasit dan Bakteri Kotor Yang Tersembunyi Dalam Makanan Anda

Hati-hati, parasit dan bakteri yang bersembunyi dalam makanan dapat memicu terjadinya penyakit dan bersifat mematikan. Mengontrol tumbuhnya parasit dan bakteri dalam makanan bisa jadi masalah serius bagi pemerintah dan produsen makanan.

Anda mungkin tidak dapat melihat atau merasakan parasit atau bakteri yang bersembunyi dalam makanan Anda. 

Namun perlu Anda ketahui ada beberapa macam parasit dan bakteri yang dapat bersembunyi dalam makanan tanpa Anda ketahui. Berikut beberapa parasit dan bakteri yang bisa bersembunyi dalam makanan Anda:

Giardia Lamblia

Giardia dianggap sebagai salah satu penyebab paling umum dari penyakit yang disebabkan oleh air dan makanan. 

Giardia biasanya ditemukan di air atau makanan yang terkontaminasi dengan kotoran dari orang atau hewan yang sudah terinfeksi.

Gejala infeksi, atau yang biasa disebut giardiasis, termasuk kram, gas, diare berlemak, dan mual. Diperlukan waktu satu hingga dua minggu untuk gejala tersebut muncul, dan dua hingga enam minggu untuk mereda. 

Dalam kasus yang jarang terjadi, gejala giardiasis dapat berlangsung berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

Anda dapat mencegah terjadinya giardiasis dengan mencuci tangan sesering mungkin, minum air dari sumber-sumber yang bersih, tidak menelan air saat berenang, dan memasak daging hingga masak.

E. coli

E.coli merupakan salah satu bakteri yang paling sering ditemukan dan memicu terjadinya berbagai macam penyakit. 

Ketika berbicara tentang E. coli yang membuat manusia sakit, biasanya berbicara tentang E. coli penghasil racun Shiga, atau STEC. Strain STEC membuat racun yang disebut Shiga yang berbahaya bagi manusia. 

E.coli Biasanya ditemukan dalam daging sapi yang kurang matang. Seseorang yang tidak sengaja menelan makanan yang terdapat E.coli di dalamnya bisa mengalami kram perut, muntah, demam, dan diare, bahkan seringkali disertai dengan diare berdarah.

Anda dapat menurunkan risiko hidupnya E.coli dengan memasak semua daging sampai benar-benar mencapai suhu internal 160 ° F. 

Saat menyiapkan daging sapi, jaga agar permukaan tempat Anda memasak bersih dan seringlah mencuci tangan.

Toxoplasma Gondii

Perlu Anda ketahui alasan mengapa Anda selalu diajarkan untuk selalu mencuci tangan setelah memegang hewan. 

Toxoplasma gondii, parasit mikroskopis yang menyebabkan penyakit toxoplasmosis, hanya dapat bereproduksi di dalam kucing, dan biasanya menginfeksi melalui kotoran kucing.

Jika Anda menyentuh kucing yang terinfeksi atau memegang kotak kotoran kucing tanpa mencuci tangan sesudahnya, Anda dapat dengan mudah mengirimkan parasit ke makanan saat Anda memegang atau menyiapkannya. 

Gejala toxoplasmosis mirip dengan penyakit flu, dan Departemen Pertanian Amerika Serikat melaporkan bahwa toksoplasmosis adalah penyebab utama kematian ketiga di dunia akibat parasit yang bersembunyi dalam makanan.

Cara terbaik untuk mencegah infeksi toxoplasmosis yaitu dengan mencuci dan memasak makanan sampai matang, sering mencuci tangan, dan mengenakan sarung tangan saat memegang kotoran kucing.

Cacing Pita (Tapeworm)

Ada beberapa jenis cacing pita yang dapat masuk ke tubuh melalui makanan. Sebagian besar cacing pita yang mempengaruhi manusia berasal dari makan produk hewani yang kurang matang terutama daging babi dan sapi, serta ikan mentah atau setengah matang yang terkontaminasi.

Saat terinfeksi cacing pita, Anda mungkin mengalami beberapa gejala seperti penurunan berat badan, sakit perut, dan iritasi pada anus

Anda dapat mencegah infeksi cacing pita dengan memasak dengan benar semua daging yang Anda makan dan dengan mencuci semua buah dan sayuran sebelum Anda makan dan memasaknya.

Ascaris

Cacing gelang atau yang biasa disebut dengan Ascaris, umumnya ditularkan ketika orang menelan telur cacing. 

Telur-telur tersebut dapat berakhir di makanan Anda ketika Anda menyentuh tanah yang terkontaminasi, atau memakan buah-buahan dan sayuran yang tumbuh di tanah tersebut tanpa mencucinya terlebih dahulu.

Gejala dari ascariasis umumnya ringan atau tidak bergejala, tetapi pada kondisi yang serius infeksi ascaris dapat berupa mual, muntah, sakit perut, anemia, serta batuk dan sesak napas.

Anda dapat mencegah ascariasis dengan mencuci tangan sesering mungkin, mencuci semua bahan makanan sebelum Anda memakannya, dan dengan menghindari produk yang Anda curigai mungkin ditanam dengan kotoran manusia sebagai pupuk.


17 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Nawa, Y., Hatz, C., Blum, J. (2005). Sushi delights and parasites: The risk of fishborne and foodborne parasitic zoonoses in Asia. Clinical Infectious Diseases, 41(9), 1297-1303 (http://cid.oxfordjournals.org/content/41/9/1297.full)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app