Maxicef Powder For Injection: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Jan 21, 2020 Waktu baca: 6 menit

Maxicef adalah antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi abdominal, infeksi saluran pernapasan, infeksi kulit dan struktur kulit, dan infeksi saluran kemih. Maxicef juga digunakan dalam terapi empirik untuk pasien demam neutropenia. Maxicef mengandung zat aktif Cefepime, antibiotik cephalosporin generasi keempat.Berikut adalah informasi lengkap Maxicef yang disertai tautan merk-merk obat lain yang mengandung zat aktif yang sama.

Pabrik

Pharos

Iklan dari HonestDocs
Beli Paket Prenatal (Panel Awal Kehamilan) via HonestDocs!

Cek ada tidaknya resiko gangguan kesehatan pada ibu hamil dan dapatkan treatment yang tepat secepatnya. Diskon 30% jika beli via HonestDocs sekarang!

Paket prenatal %28panel awal kehamilan%29 di path lab %28home services%29

Golongan

Harus dengan resep dokter

Kemasan

Maxicef dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

  • Vial 1 gram powder for injection

Kandungan

Tiap kemasan Maxicef mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

  • Cefepime HCL 1000 mg

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)

Cefepime adalah antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi abdominal, infeksi saluran pernapasan, infeksi kulit dan struktur kulit, dan infeksi saluran kemih. Antibiotik ini juga digunakan dalam terapi empirik untuk pasien demam neutropenia. Cefepime adalah antibiotik cephalosporin generasi keempat. Cefepime memiliki spektrum luas, efektif baik terhadap terhadap bakteri Gram-positif maupun Gram-negatif, dengan aktivitas yang lebih besar dibandingkan antibiotik cephalosporin generasi ketiga.Cefepime adalah antibiotik beta laktam, yang bekerja dengan cara menghambat sintesis dinding sel bakteri dengan mengikat 1 atau lebih penicillin-binding proteins (PBP) yang berakibat terhambatnya proses transpeptidasi tahap akhir pada sintesis peptidoglikan di dinding sel bakteri, sehingga menghambat biosintesis dan mencegah pembentukan dinding sel. Hal ini menyebabkan kematian sel bakteri.

Indikasi

Kegunaan Maxicef (Cefepime) adalah untuk mengobati sejumlah infeksi bakteri seperti di bawah ini :

  • Antibiotik Maxicef (Cefepime) diindikasikan untuk pengobatan pneumonia (sedang sampai berat) yang disebabkan oleh strain yang rentan dari bakteri Streptococcus pneumoniae, termasuk kasus-kasus yang berhubungan dengan bakteremia, Pseudomonas aeruginosa, Klebsiella pneumoniae, atau spesies Enterobacter.
  • Maxicef (Cefepime) sebagai monoterapi diindikasikan untuk pengobatan empiris pada penderita demam neutropenia.
  • Maxicef (Cefepime) digunakan juga untuk mengobati infeksi saluran kemih dengan atau tanpa komplikasi (termasuk pielonefritis) yang disebabkan oleh Escherichia coli atau Klebsiella pneumoniae.
  • Untuk pengobatan infeksi kulit dan struktur kulit tanpa komplikasi yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus atau Streptococcus pyogenes.
  • Untuk mengobati infeksi intra-abdomen dengan komplikasi pada orang dewasa disebabkan oleh Escherichia coli, Streptokokus, Pseudomonas aeruginosa, Klebsiella pneumoniae, spesies Enterobacter, atau Bacteroides fragilis. Biasanya dikombinasikan dengan metronidazole.

Kontra indikasi

Antibiotik ini merupakan kontraindikasi untuk pasien yang memiliki riwayat reaksi hipersensitivitas pada Cefepime atau antibiotik golongan cephalosporin, penicillin atau antibiotik beta-laktam lainnya.

Efek Samping Maxicef

Berikut adalah efek samping Maxicef (Cefepime) yang mungkin terjadi :

Iklan dari HonestDocs
Beli Paket Prenatal (Panel Awal Kehamilan) via HonestDocs!

Cek ada tidaknya resiko gangguan kesehatan pada ibu hamil dan dapatkan treatment yang tepat secepatnya. Diskon 30% jika beli via HonestDocs sekarang!

Paket prenatal %28panel awal kehamilan%29 di path lab %28home services%29
  • Efek samping Maxicef (Cefepime) yang umum misalnya gangguan pada saluran pencernaan termasuk mual, muntah, dan diare.
  • Efek samping Maxicef (Cefepime) pada tempat injeksi misalnya phlebitis, rasa sakit dan / atau peradangan.
  • Pseudomembranous colitis dan diare terkait Clostridium difficile  juga telah dilaporkan pada penggunaan antibiotik ini.
  • Antibiotik cephalosporin bisa juga menyebabkan anemia aplastik dan anemia hemolitik pada bebearapa kasus.
  • Kebanyakan obat antibiotik dapat menyebabkan diare, yang bisa saja merupakan tanda dari infeksi baru. Jika diare terjadi sangat berat misalnya berair atau memiliki darah di dalamnya, segera hubungi dokter Anda. Jangan menggunakan obat untuk menghentikan diare kecuali atas petunjuk dokter.
  • Efek samping yang berpotensi fatal misalnya neurotoksisitas (misalnya ensefalopati, mioklonus, status epileptikus dengan kejang atau non kejang), diare yang terkait Clostridium difficile, dan shock anafilaksis.

Perhatian

Hal-hal yang harus diperhatikan pasien selama menggunakan antibiotik Maxicef (Cefepime) adalah sebagai berikut :

  • Sebelum menggunakan antibiotik Maxicef (Cefepime), harus dipastikan bahwa pasien tidak memiliki reaksi hipersensitivitas terhadap Cefepime, cephalosporin, penicillin atau antibiotik beta-laktam lainnya. Jika reaksi alergi terhadap Maxicef (Cefepime) terjadi, hentikan obat dan lakukan langkah penanganan yang tepat.
  • Efek samping serius telah dilaporkan termasuk kejadian yang mengancam jiwa atau fatal seperti : encephalopathy (gangguan kesadaran termasuk kebingungan, halusinasi, pingsan, dan koma), aphasia, mioklonus, status epileptikus convulsive atau nonconvulsive. Sebagian besar kasus terjadi pada pasien dengan gangguan ginjal yang tidak dilakukan penyesuaian dosis yang tepat. Jika neurotoksisitas terjadi, hentikan penggunaan Maxicef (Cefepime) dan dan penanganan yang tepat harus dilakukan.
  • Diare terkait Clostridium difficile (CDAD) telah dilaporkan akibat penggunaan hampir semua obat antibiotik, termasuk Maxicef (Cefepime). Diare dapat terjadi dari mulai ringan sampai fatal. Jika CDAD dicurigai atau dikonfirmasi, penggunaan antibiotik ini mungkin perlu dihentikan. Berikan pasien cairan elektrolit yang tepat, suplemen protein, pengobatan antibiotik untuk C. difficile.
  • Untuk mengurangi kejadian resistan bakteri terhadap obat dan mempertahankan efektivitas Maxicef (Cefepime) dan obat antibakteri lain, antibiotik ini harus digunakan hanya untuk mengobati infeksi yang terbukti atau diduga kuat disebabkan oleh bakteri yang rentan.
  • Seperti dengan antimikroba lain, penggunaan jangka panjang Maxicef (Cefepime) dapat mengakibatkan pertumbuhan berlebih dari mikroorganisme lain yang tidak peka. Evaluasi ulang terhadap kondisi pasien sangat penting. Jika superinfeksi terjadi selama terapi, langkah yang tepat harus diambil.
  • Cefepime diekskresikan dalam air susu ibu meski dalam jumlah kecil. Hati-hati menggunakan antibiotik ini untuk ibu menyusui.
  • Lakukan pengamatan tanda-tanda atau gejala shock anafilaksis terutama pada dosis pertama.
  • Hati-hati memberikan Maxicef (Cefepime) pada penderita dengan fungsi ginjal yang rusak terutama pada pemakaian obat dalam jangka waktu panjang. Lakukan pengamatan fungsi ginjal.
  • Maxicef (Cefepime) menyebabkan pusing, jangan menggemudikan kendaraan atau menyalakan mesin selama menggunakan obat ini.

Penggunaan Maxicef oleh wanita hamil

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan Cefepime kedalam kategori B dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan tidak menunjukkan resiko pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil / Penelitian pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin, tapi studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil tidak menunjukkan resiko pada janin pada trimester berapapun.

Penelitian pada hewan tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Oleh karena belum ada penelitian klinis yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil, pemakaian Maxicef (Cefepime) selama kehamilan hanya jika benar-benar diperlukan.

Interaksi obat

Berikut adalah interaksi dengan obat-obat lain jika digunakan secara bersamaan :

  • Penggunaan Maxicef (Cefepime) dapat mengakibatkan reaksi positif palsu pada tes glukosa dalam urin dengan metode-metode tertentu. Disarankan bahwa tes glukosa dilakukan berdasarkan reaksi enzymatic glucose oxidase.
  • Penggunaan bersamaan dengan obat golongan aminoglikosida meningkatkan potensi nefrotoksisitas dan ototoksisitas obat antibakteri aminoglikosida. Lakukan pemeriksaan ginjal.
  • Nefrotoksisitas telah dilaporkan setelah pemberian bersamaan cephalosporin dengan diuretik kuat seperti furosemide bisa meningkatkan nefrotoksisitas. Lakukan pemeriksaan ginjal jika hal ini dilakukan.

Dosis Maxicef

Maxicef (Cefepime) diberikan dengan dosis :Infeksi abdominal, infeksi saluran pernapasan, infeksi kulit dan struktur kulit, infeksi saluran kemih

  • Dewasa : infeksi ringan sampai sedang: 1-2 g/hari dalam 2 dosis terbagi. Infeksi berat : Hingga 4 g sehari dalam 2 dosis terbagi. Obat diberikan secara injeksi IM dalam atau infus IV selama setidaknya 30 menit.
  • Anak : Neonatus : 30 mg / kg setiap 12 jam. Bisa ditingkatkan sampai 50 mg / kg untuk infeksi Pseudomonas; Infeksi ringan sampai sedang > 30 hari : 100 mg / kg /hari dalam 2 dosis terbagi. Infeksi berat : Hingga 150 mg / kg /hari dalam 2 atau 3 dosis terbagi. Dosis total tidak boleh melebihi dosis dewasa yang direkomendasikan.

Terapi empirik untuk pasien demam neutropenia

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antibiotik via HDmall

Dapatkan Obat Antibiotik Terlengkap 2020. Beli sekarang juga, GRATIS ongkir* pengiriman ke seluruh Indonesia dan bisa COD. Privasi Paket Pengiriman. Konsultasi gratis dengan apoteker kami.

Default internal ads 24
  • Dewasa : Hingga 6 g sehari dalam 3 dosis terbagi. Obat diberikan secara injeksi IM dalam atau infus IV selama setidaknya 30 menit.

Note :

  • Pasien sakit kritis yang menjalani terapi pengganti ginjal berkelanjutan : loading dosis : 2 g. Dosis pemeliharaan : Continuous venovenous haemofiltration (CVVH) : 1-2 g setiap 12 jam. . Continuous venovenous haemodialysis (CVVHD) and haemodiafiltration (CVVHDF) : 1 g setiap 8 jam atau 2 g setiap 12 jam.
  • Infeksi abdominal, infeksi saluran kemih, infeksi saluran pernapasan, kulit dan struktur kulit infeksi : Hemodialisis : 1 g pada hari 1 pengobatan, selanjutnya 0,5 g/hari. Obat diberikan setelah hemodialisis. CAPD : dosis dewasa diberikan setiap 48 jam.

CrCl ≤10, dosis 0.25-0.5 g tiap 24 jam

CrCl 11-29, dosis 0.25-0.5 g tiap 24 jam

CrCl 30-60, dosis 0.25-0.5 g tiap 24 jam

  • Terapi empirik untuk pasien demam neutropenia : pasien Hemodialisis: 1 g sehari. CAPD: 2 g tiap 48 jam.

CrCl ≤10, dosis 0.25-0.5 g tiap 24 jam

CrCl 11-29, dosis 0.25-0.5 g tiap 24 jam

CrCl 30-60, dosis 0.25-0.5 g tiap 24 jam

Terkait

  • Merk-merk obat dengan kandungan Cefepime
  • Merk-merk obat yang termasuk antibiotik cephalosporin, derivat

Dalam pemilihan obat, manfaat yang diperoleh harus dipastikan lebih besar daripada risiko yang mungkin dialami pasien. Oleh karena itu, penggunaan Maxicef harus sesuai dengan yang dianjurkan.


12 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
CEFEPIME - INJECTION (Maxipime) side effects, medical uses, and drug interactions.. MedicineNet. (https://www.medicinenet.com/cefepime_injection/article.htm)
Cefepime: a review of its use in the management of hospitalized patients with pneumonia. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/14720024)
Cefepime - C19H24N6O5S2. U.S. National Library of Medicine National Center for Biotechnology Information. (https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/5479537)

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Ingin beli obat ini? Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dengan pembayaran via bank transfer, kartu kredit, COD (di sebagian besar kota), Alfamart, dan OVO. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum.

Chat di WhatsApp
Buka di app