Kesehatan Fisik

3 Manfaat Puasa Bagi Lansia (Plus Tips Amannya)

Update terakhir: Apr 16, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 841.481 orang

3 Manfaat Puasa Bagi Lansia (Plus Tips Amannya)

Puasa Ramadhan adalah salah satu kewajiban yang harus dijalani oleh umat Islam yang sehat dan mampu. Dalam hal ini, orang lanjut usia (lansia) tergolong tidak wajib berpuasa Ramadhan, karena kesehatannya terbilang tak lagi sekuat saat masih muda dahulu.

Namun, orang tua atau lansia di sekitar Anda mungkin tidak ingin melewatkan momen puasa Ramadhan yang hanya datang satu kali setahun ini. Mereka tentu juga ingin ikut merasakan berbagai manfaat puasa Ramadhan. Memangnya, apa saja manfaat puasa bagi lansia? Mari simak ulasannya berikut ini.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Berbagai manfaat puasa bagi lansia

Manfaat puasa Ramadhan bagi kesehatan sudah tidak diragukan lagi. Salah satunya yang tentu sudah Anda tahu adalah berpuasa dapat membuat tubuh Anda semakin sehat dan bugar.

Faktanya, puasa Ramadhan membawa manfaat tersendiri bagi lansia. Berikut ini berbagai manfaat puasa bagi lansia, di antaranya:

1. Mengendalikan kadar gula darah

Sejumlah penelitian menemukan bahwa manfaat puasa Ramadhan dapat mengendalikan kadar gula darah tubuh. Kabar baik ini tentunya ditunggu-tunggu oleh para lansia yang berisiko atau bahkan sudah mengalami diabetes.

Menurut para ahli, puasa sama efektifnya dengan membatasi asupan kalori untuk mengurangi resistensi insulin. Tubuh akan lebih sensitif terhadap insulin, sehingga glukosa darah akan lebih mudah berpindah dari aliran darah ke sel-sel tubuh. Akibatnya, gula darah akan tetap stabil dan tidak cepat melonjak saat puasa Ramadhan.

2. Meningkatkan kesehatan mental

Manfaat puasa bagi lansia tidak hanya sekadar pada fisiknya saja, tapi juga berguna untuk kesehatan mental. Hal ini telah dibuktikan oleh penelitian yang dimuat dalam World Journal of Nursing Sciences tahun 2018 silam.

Manfaat puasa terbukti dapat menurunkan kecemasan, insomnia, depresi, dan gangguan somatisasi pada lansia. Para ahli menemukan bahwa ketika puasa, para lansia cenderung merasa lebih tenang, positif, dan relijius dibandingkan sebelum-sebelumnya. Perasaan-perasaan tersebutlah yang membuat kondisi piskologisnya jauh lebih baik dan tidak mudah stres.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Tak hanya itu, sebanyak 80% lansia mengalami penurunan gejala depresi dan kecemasan akibat puasa Ramadhan. Para lansia dilaporkan merasa lebih percaya diri, berpikir positif, dan mampu bersosialisasi dengan baik. Maka tidak diragukan lagi bahwa manfaat puasa bagi lansia sangat baik bagi kesehatan mentalnya. 

3. Menurunkan risiko penyakit jantung dan kardiovaskular

Menurut sebuah studi yang dimuat dalam The Journal of Aging Research and Clinical Practice tahun 2015, manfaat puasa Ramadhan dapat menurunkan risiko penyakit jantung pada lansia. Melalui penelitian tersebut, puasa Ramadhan terbukti dapat menurunkan kadar lipid dan trigliserida serum dalam tubuh.

Lipid dan trigliserida adalah 2 zat dalam darah yang dapat memicu sumbatan atau plak pada dinding pembuluh darah. Seiring berjalannya waktu, plak tersebut dapat menyumbat arteri dan menyebabkan penyakit jantung dan stroke.

Ketika puasa Ramadhan, lansia akan lebih mudah mengendalikan pola makannya. Jika biasanya mereka terbiasa untuk makan makanan berlemak atau kolesterol tinggi, maka dorongan untuk kembali mengonsumsi makanan tersebut akan lebih mudah dikendalikan. Secara perlahan kadar lipid dan trigliserida dalam tubuh akan berkurang dan para lansia terlindungi dari risiko penyakit jantung.

Baca Selengkapnya: 12 Manfaat Puasa Ramadhan Bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Tips aman berpuasa Ramadhan bagi lansia

Sebetulnya, tidak ada larangan bagi para lansia untuk berpuasa. Namun memang, lansia tergolong tidak wajib berpuasa, sama halnya seperti anak-anak dan ibu hamil.

Seiring bertambahnya usia, fungsi-fungsi organ tubuh mengalami penurunan. Hal ini menyebabkan tubuh membutuhkan lebih banyak makanan supaya organ-organ tubuh tetap bekerja dengan normal.

Sementara saat puasa, tubuh tentu saja tidak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup. Itulah kenapa jika lansia memaksakan diri puasa, maka dikhawatirkan kesehatannya akan ikut menurun.

Namun tidak perlu khawatir. Bila memang para orang tua atau lansia ingin berpuasa, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan supaya puasa Ramadhan berjalan lancar. Berikut tips-tips aman berpuasa Ramadhan bagi lansia, yakni:

1. Jangan dipaksakan bila tubuh tidak kuat berpuasa

Sebelum memutuskan untuk berpuasa Ramadhan, ada baiknya konsultasikan ke dokter terlebih dahulu. Dokter akan melihat kondisi kesehatan lansia, apakah memang tergolong sehat dan mampu berpuasa atau tidak.

Bila dokter tidak menganjurkan orang tua berpuasa Ramadhan, misalnya karena sakit atau terdapat komplikasi tertentu, sebaiknya jangan dipaksakan. Alih-alih menyehatkan, memaksakan diri berpuasa Ramadhan justru bisa membahayakan kesehatan orang tua atau lansia.

Misalnya jika lansia menderita diabetes, dokter biasanya tidak menganjurkannya berpuasa. Pasalnya, puasa dapat meningkatkan risiko hipoglikemia atau penurunan kadar gula darah tubuh secara drastis. Bila terus-terusan dibiarkan, kondisi ini dapat memicu komplikasi yang membahayakan kesehatannya.

Sebaliknya, bila dokter menyatakan aman berpuasa Ramadhan, maka orang tua tersebut boleh saja berpuasa. Namun tentunya dokter akan membekali aturan-aturan penting supaya lansia tetap sehat saat menjalani puasa Ramadhan.

2. Perhatikan nutrisi saat sahur dan berbuka

Mencukupi kebutuhan nutrisi adalah hal terpenting untuk para lansia yang berpuasa. Di luar bulan Ramadhan saja, lansia membutuhkan asupan makanan yang sehat dan bergizi supaya tubuhnya tetap sehat. Apalagi saat berpuasa yang notabene kebutuhan nutrisinya bisa jadi berkurang dari biasanya.

Namun tak perlu cemas. Anda bisa menyiasatinya dengan menyajikan menu sahur dan berbuka puasa yang sehat, misalnya dengan memasak sayur bayam, kol, selada, atau wortel. Bisa juga dengan membuatkannya jus buah yang sehat tanpa gula tambahan.

Beragam jenis sayuran dan buah mengandung rendah kalori dan lemak, sehingga dapat lebih mudah dicerna oleh lansia. Beragam jenis sayuran juga mengandung tinggi serat yang bisa membantu mencegah sembelit saat puasa. Dan yang tak kalah penting lagi, puasa bisa mencegah lansia dari penyakit jantung atau penyakit kardiovaskular lainnya.

Baca Juga: Tips dan Menu Buka Puasa Sehat

3. Penuhi kebutuhan cairan tubuh

Lansia cenderung lebih cepat haus dan rentan mengalami dehidrasi. Oleh karena itu, lansia harus memastikan tubuhnya terhidrasi selama berpuasa Ramadhan.

Lansia dianjurkan untuk banyak minum air putih saat sahur dan berbuka puasa. Bila lansia mulai merasakan sakit kepala, biasanya ini pertanda bahwa kadar gula darahnya mulai menurun. Sebaiknya mintalah orang tua Anda untuk segera membatalkan puasa dengan minum air putih. Hal ini dapat membantu mengembalikan cairan tubuh dengan cepat dan mencegah risiko yang lebih parah.

Baca Selengkapnya: Tanda-Tanda Dehidrasi yang Harus Anda Waspadai

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit