Manfaat dan Resiko Penggunaan Suplemen Testosteron untuk Meningkatkan Dorongan Seks

Efek yang mungkin ditimbulkan oleh suplemen tersebut pada jantung dan prostat dapat menyebabkan sejumlah masalah potensial. Komplikasi penggunaan nya dapat meliputi:
Dipublish tanggal: Agu 20, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Mar 11, 2020 Waktu baca: 3 menit
Manfaat dan Resiko Penggunaan Suplemen Testosteron untuk Meningkatkan Dorongan Seks

Banyak pria yang mengalami penurunan gairah seks seiring bertambahnya usia. 

Testosteron merupakan hormon yang dapat meningkatkan hasrat seksual, produksi sperma, kepadatan tulang, dan massa otot yang memuncak pada sekitar usia 30 tahun.

Iklan dari HonestDocs
Beli Alat Kontrasepsi & Hormon via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 7

Pria mungkin kurang tertarik pada seks ketika level testosteronnya menurun, atau tidak mampu melakukan seks sebaik yang mereka inginkan. 

Penurunan minat seksual dapat menyebabkan depresi dan dapat merusak hubungan intim suami istri. Jika Anda bertanya-tanya apakah terapi testosteron dapat membantu meningkatkan gairah seks Anda, inilah penelitiannya.

Apa fungsi hormon testosteron?

Testosteron dan estrogen merupakan hormon seks utama bagi setiap manusia. Baik pria maupun wanita umumnya menghasilkan hormon testosteron, tetapi pria menghasilkan lebih banyak dibandingkan wanita. 

Sedangkan wanita menghasilkan lebih banyak hormon estrogen dibandingkan pria.

Testosteron merupakan hormon yang membuat organ seks pria dan biasanya  muncul ketika masa pubertas pada anak laki-laki. 

Hormon testosteron juga mendukung atribut fisik pria seperti pertumbuhan rambut wajah, bahu yang lebih lebar, dan perkembangan otot yang lebih padat.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Rangsangan seksual sebagian besar disebabkan oleh kenaikan hormon testosteron, meskipun faktor-faktor lain juga dapat berkontribusi. Tingkat kadar hormon testosteron umumnya mengalami kenaikan dan penurunan setiap hari. 

Beberapa pria menyadari bahwa mereka lebih bergairah saat hormon testosteron sedang meningkat, yang biasanya terjadi di pagi hari.

Tingkat hormon testosteron juga berfluktuasi selama masa hidup dan mulai mengalami penurunan setelah usia 30 tahun. 

Hal tersebut bisa berarti seorang pria memiliki minat yang lebih kecil terhadap seks di kemudian hari, dan mungkin ereksi yang kurang kuat serta kekuatan otot yang lebih lemah.

Selain disebabkan karena proses penuaan, ada beberapa penyebab lain yang dapat menurunkan kadar hormon testosteron. Penyebab lain dapat termasuk:

Pengertian suplemen testosteron

Terapi testosteron dapat membantu mengobati hipogonadisme. Kondisi tersebut terjadi ketika tubuh tidak dapat memproduksi cukup testosteron sendiri. Namun, masih tidak jelas apakah penggunaan suplemen dapat membantu.

Iklan dari HonestDocs
Beli Alat Kontrasepsi & Hormon via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 7

Sebuah penelitian yang diterbitkan di Nature Reviews Endocrinology tidak menemukan alasan ilmiah untuk meresepkan suplemen testosteron untuk pria di atas usia 65 tahun dengan kadar testosteron normal atau rendah ke normal.

Risiko jantung dan prostat pada penggunaan suplemen testosteron

Bahkan, suplemen testosteron mungkin dapat menyebabkan lebih banyak masalah daripada manfaatnya. Penelitian telah menunjukkan hubungan antara suplemen testosteron dan masalah jantung. 

Sebuah studi 2010 yang dilaporkan dalam The New England Journal of Medicine menunjukkan bahwa beberapa pria di atas usia 65 tahun mengalami peningkatan masalah jantung ketika mereka menggunakan suplemen testosteron.

Sebuah studi kemudian terhadap pria yang berusia di bawah 65 tahun berisiko mengalami masalah jantung dan pria yang lebih tua yang sehat jantung menunjukkan bahwa kedua kelompok memiliki risiko serangan jantung yang lebih besar ketika mengkonsumsi suplemen testosteron.

Sebuah studi pada tahun 2014 di tikus menyimpulkan bahwa suplementasi testosteron merupakan "penguat tumor yang kuat untuk prostat tikus." namun penelitian pada manusia mungkin diperlukan.

Efek samping suplemen testosteron

Seperti suplemen dan obat lain, terapi testosteron juga mengandung risiko dan kemungkinan efek samping. 

Hal tersebut terutama benar jika Anda mencoba untuk menggunakannya untuk usia normal daripada untuk pengobatan suatu kondisi tertentu.

Efek yang mungkin ditimbulkan oleh suplemen tersebut pada jantung dan prostat dapat menyebabkan sejumlah masalah potensial. Komplikasi penggunaan dapat  meliputi:

Obat alami untuk meningkatkan hormon testosteron

Terapi suplemen testosteron umumnya tidak dapat digunakan untuk semua orang, untuk menghindari bahaya dari penggunaan suplemen testosteron yang berlebihan, ada solusi alami yang dapat Anda coba. 

Berikut beberapa obat alami yang dapat Anda coba untuk meningkatkan hormon testosteron:

  • Konsumsi senyawa zinc yang cukup, yang menurut sebuah penelitian penting untuk mengatur kadar testosteron serum pada pria. Zinc dapat ditambahkan ke dalam makanan dengan lebih banyak mengkonsumsi biji-bijian dan kerang-kerangan, atau melalui suplemen.
  • Mengkonsumsi cukup kalium, yang membantu sintesis testosteron. Kalium dapat ditemukan dalam makanan seperti pisang, bit, dan bayam.
  • Lebih banyak berolahraga, yang secara alami dapat meningkatkan hormon testosteron.
  • Kurangi konsumsi gula atau makanan yang manis
  • Tidur yang cukup
  • Kurangi stres dalam hidup atau pelajari teknik manajemen stress.
  • Hindari kebiasaan minum alkohol dan merokok

15 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Testosterone, total, bioavailable, and free, serum. (n.d.). (http://www.mayomedicallaboratories.com/test-catalog/Clinical+and+Interpretive/83686)
Spitzer M, et al. (2013). Risks and benefits of testosterone therapy in older men [Abstract]. DOI: (https://doi.org/10.1038/nrendo.2013.73)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app