15 Tanda dan Gejala Kekurangan Zinc

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 3 menit
15 Tanda dan Gejala Kekurangan Zinc

Kehadiran zinc di dalam tubuh begitu penting. Betapa tidak, terdapat ratusan enzim di dalam tubuh manusia yang fungsinya sangat bergantung pada kehadiran zinc sebagai co-factor yang menjamin optimalisasi kerja organ tubuh.

Karena itulah, ketika asupan zinc dalam tubuh tidak tercukupi, maka fungsi beberapa organ tubuh pun akan menurun. Ditandai dengan munculnya beberapa gejala kekurangan zinc, seperti dijelaskan di bawah ini.

Iklan dari HonestDocs
Mikrodermabrasi Facial 1 Kali Di Aveia Clinic

Facial berfungsi untuk mengangkat komedo, mencerahkan, mengangkat sel kulit mati, merangsang pembentukan kulit baru tanpa rasa sakit, mendinginkan, dan melembabkan kulit juga. Paket ini termasuk facial treatment dan masker, tetapi belum termasuk biaya konsultasi dokter dan obat.​

Tanda atau gejala kekurangan zinc yang dapat dikenali:

1. Melemahnya Sistem Imun

Zinc memiliki beragam peran di dalam fungsi imunitas, diantaranya dalam proses diferensiasi sel menjadi sel darah putih, apoptosis atau kematian sel terprogram, pembentukan antibodi oleh sel B dan ikut berperan dalam sistem pertahanan tubuh non-spesifik.

Berdasarkan kondisi tersebut, maka wajar apabila rendahnya kadar zinc dalam tubuh akan langsung berdampak pada melemahnya sistem imun. Akibatnya, tubuh akan rentan terserang mikroorganisme pembawa bibit penyakit, seperti flu dan berbagai infeksi lainnya.

2. Sering Timbul Gejala Alergi

Zinc berperan dalam menghalangi pelepasan histamin dalam darah yang menstimulasi terjadinya reaksi alergi. Ketika kadar zinc dalam tubuh menurun atau terlalu rendah, maka akan terjadi peningkatan kadar histamin yang ditandai dengan keseringan mengalami beberapa gejala alergi, seperti bersin, hidung berair, gatal-gatal, ruam dan sebagainya.

3. Mengalami Gangguan Tidur

Gejala kekurangan zinc juga ditandai dengan gangguan tidur. Kondisi ini dilatarbelakangi oleh peran penting zinc dalam proses produksi dan regulasi melatonin. Melatonin sendiri merupakan hormon alami yang diproduksi oleh kelenjar pineal dan berperan dalam mengatur jam biologis tubuh atau ritme sirkadian, kapan harus tidur dan terbangun.

4. Rambut Mudah Rapuh dan Rontok

Zinc atau seng merupakan salah satu mineral penting yang membantu tubuh dalam memproduksi hormon tiroid. Penurunan produksi hormon tiroid akibat rendahnya kadar zinc dalam tubuh memicu terjadinya kerontokan rambut bahkan dalam jumlah banyak.

5. Kulit Kusam dan Berjerawat

Kekurangan zinc dalam tubuh menjadi salah satu faktor besar yang memengaruhi kecantikan juga kesehatan kulit. Hal ini tak lain karena kehadiran zinc di dalam tubuh dibutuhkan untuk mempercepat proses penyerapan vitamin A dan vitamin E yang menjadi perlindungan utama dari masalah kulit, seperti kulit kusam dan berjerawat.

Iklan dari HonestDocs
Mikrodermabrasi Facial 1 Kali Di Aveia Clinic

Facial berfungsi untuk mengangkat komedo, mencerahkan, mengangkat sel kulit mati, merangsang pembentukan kulit baru tanpa rasa sakit, mendinginkan, dan melembabkan kulit juga. Paket ini termasuk facial treatment dan masker, tetapi belum termasuk biaya konsultasi dokter dan obat.​

Itulah mengapa pada beberapa orang dengan kulit kusam dan berjerawat, konsumsi suplemen zinc atau makanan kaya zinc berdampak positif terhadap pudarnya jerawat secara perlahan dan lambat laun kulit pun nampak lebih cerah.

6. Disfungsi Ereksi

Zinc menjadi salah satu kunci bagi kehidupan seksual pria. Pasalnya, zinc dapat membantu proses pembentukan sel sperma (spermatogenesis) sekaligus meningkatkan hormon testosteron. Pria dengan defisiensi zinc berisiko besar mengalami gejala berupa disfungsi ereksi akibat kekurangan hormon testosteron.

7. Sistem Pencernaan Terganggu

Kekurangan zinc berpengaruh langsung terhadap produksi enzim pencernaan. Menyebabkan penderitanya kehilangan nafsu makan akibat akumulasi makanan yang tidak tercerna sempurna hingga memicu terjadinya malabsorbsi.

8. Gejala Lainnya

Beberapa gejala kekurangan zinc lainnya dapat ditandai dengan terhambatnya pertumbuhan dan meningkatnya kepekaan anak terhadap infeksi diare, kematangan seksual yang tertunda (delayed sexual maturation), penyembuhan luka yang lama, bintik putih pada kuku, mulut terasa pahit, daya ingat menurun hingga terganggunya fungsi otak.

Berapa Kebutuhan Asupan Harian Zinc yang Disarankan?

Defisiensi zinc saat ini menjadi masalah utama gizi buruk di banyak negara. Kondisi ini pun lebih rentan dialami oleh bayi, anak-anak, wanita hamil dan menyusui, lansia di atas 60 tahun, pecandu alkohol serta vegetarian.

Selain itu, beberapa penyakit seperti anemia sel sabit, gagal ginjal kronis, radang usus dan penggunaan jangka panjang obat-obatan seperti obat hipertensi dan antibiotik menjadi faktor risiko terjadinya defisiensi zinc.

Penting untuk mengetahui kadar kecukupan zinc harian guna menghindari terjadinya defsiensi zinc yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Untuk itu, perhatikan tabel kecukupan rata-rata harian zinc yang disarankan berikut ini:

Usia Pria Wanita Kehamilan Menyusui
0-6 bulan 2 mg 2 mg
7-12 bulan 3 mg 3 mg
1-3 tahun 3 mg 3 mg
4-8 tahun 5 mg 5 mg
9-13 tahun 8 mg 8 mg
14-18 tahun 11 mg 9 mg 12 mg 13 mg
19+ tahun 11 mg 8 mg 11 mg 12 mg

Konsumsilah berbagai sumber makanan yang kaya akan zinc terutama yang berasal dari hewani, semisal daging sapi, domba ayam atau hidangan laut. Karena lebih mudah di serap tubuh dibandingkan sumber zinc dari produk nabati yang mengandung asam fitat sebagai antinutrisi.

Meski begitu, secara keseluruhan, cara terbaik dalam memenuhi kebutuhan zinc beserta mineral dan nutrisi penting lainnya adalah dengan mengombinasikan sumber hewani dan nabati sebagai menu utama sehari-hari. Selengkapnya baca: 22 Makanan yang Mengandung Zinc Terbaik (Mudah Didapat)

19 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Dietary calcium and zinc deficiency risks are decreasing but remain prevalent. Nature. (https://www.nature.com/articles/srep10974)
Zinc deficiency and supplementation in children and adolescents. UpToDate. (https://www.uptodate.com/contents/zinc-deficiency-and-supplementation-in-children-and-adolescents)
Zinc Deficiency: Symptoms, Causes, Diagnosis, and Treatment. Verywell Health. (https://www.verywellhealth.com/zinc-deficiency-201070)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app