Leomoxyl 500mg: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Agu 25, 2021 Tinjau pada Agu 2, 2019 Waktu baca: 5 menit

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Leomoxyl 500 mg adalah antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi pada saluran pernapasan bagian atas dan bawah, saluran kemih, saluran pencernaan, serta kulit dan jaringan lunak.
  • Mengandung amoxicillin yang mempunyai spektrum sedang, aktif terhadap bakteri gram negatif maupun gram positif.
  • Dosis Leomoxyl untuk orang dewasa dan anak-anak ≥ 20 kg adalah 250-500 mg setiap 8 jam.
  • Efek samping Leomoxyl umumnya menyerang pencernaan, seperti mual, muntah, dan antibiotik kolitis. Kadang-kadang diare juga dapat terjadi.
  • Tidak untuk bayi lahir dari ibu yang memiliki riwayat hipersensitif pada amoxicillin dan pasien yang hipersensitif pada amoxicillin dan antibiotik betalaktam lainnya seperti golongan penicillin dan cephalosporin.
  • Klik untuk membeli obat antibiotik dari rumah Anda melalui HDmall. *Gratis ongkos kirim ke seluruh Indonesia dan bisa COD.

Leomoxyl 500 mg adalah antibiotik golongan penicillin yang digunakan untuk mengobati infeksi saluran pernapasan bagian atas dan bawah, infeksi saluran kemih, infeksi saluran pencernaan, serta infeksi kulit dan jaringan lunak. Leomoxyl 500 mg mengandung zat aktif amoxicillin, suatu antibiotik yang mempunyai spektrum sedang, aktif terhadap bakteri gram negatif maupun gram positif.

Amoxicillin adalah antibiotik golongan beta laktam yang termasuk keluarga penicillin semisintetik yang stabil dalam suasana asam. Amoxicillin bekerja dengan cara menghambat sintesis dinding sel bakteri sehingga lintas hubungan antara rantai polimer peptidoglikan linier yang membentuk komponen utama dari dinding sel bakteri menjadi terganggu.

Aktivitas bakterisida Amoxicillin mirip dengan ampicillin. Antibiotik ini diserap dengan baik dan cepat dalam saluran pencernaan (tidak terpengaruh oleh keberadaan makanan). Hal ini menyebabkan kadar plasma puncak bisa dicapai dalam waktu 1 jam setelah pemberian.

Mengenai Leomoxyl 500 mg

Pabrik

Guardian Pharmatama

Golongan

Resep dokter

Kemasan

Leomoxyl 500 mg dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut:

  • Box 10 x 10 capsul 500 mg

Kandungan

Setiap kemasan Leomoxyl 500 mg mengandung zat aktif sebagai berikut:

  • Amoxicillin trihydrate setara Amoxicillin 500 mg / capsul

Manfaat Leomoxyl 500 mg

Kegunaan Leomoxyl 500 mg adalah untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang peka terhadap amoxicillin seperti Staphylococcus, Streptococcus, Diplococcus pneumoniae, Bacillus anthracis, Enterococcus, Corynebacterium diphtheriae, Salmonella sp, Shigella sp, H. influenzae, Proteus mirabilis, E. coli, N. gonorrhoeae, dan N. meningitidis. 

Berikut adalah beberapa kondisi dimana Leomoxyl 500 mg lazim digunakan:

Kontraindikasi

  • Penggunaan Leomoxyl 500 mg harus dihindari pada pasien yang hipersensitif pada amoxicillin dan antibiotik betalaktam lainnya seperti golongan penicillin dan cephalosporin.
  • Antibiotik ini juga dikontraindikasikan untuk bayi lahir dari ibu yang memiliki riwayat hipersensitif pada amoxicillin.

Efek samping Leomoxyl 500 mg

Sama seperti obat pada umumnya, penggunaan Leomoxyl dapat menimbulkan efek samping. Akan tetapi, reaksinya bisa jadi berbeda-beda, tergantung dari dosis obat, usia, dan daya tahan tubuh masing-masing orang.

Sejumlah efek samping Leomoxyl 500 mg yang mungkin terjadi antara lain:

  • Efek samping umum pada saluran pencernaan seperti mual, muntah, dan antibiotik kolitis. Kadang-kadang diare juga dapat terjadi.
  • Reaksi hipersensitif berupa ruam eritematosa makulopapular, urtikaria, ruam kulit, dan serum sickness. Perawatan medis harus segera diberikan jika tanda-tanda pertama dari reaksi hipersensitivitas muncul, karena jika seseorang mengalami reaksi hipersensitivitas terhadap amoxicillin dapat mengalami syok anafilaktik yang bisa berakibat fatal.
  • Efek samping yang jarang seperti perubahan mental, sakit kepala ringan, insomnia, kebingungan, kecemasan, kepekaan terhadap cahaya dan suara, dan berpikir tidak jelas.
  • Efek samping hematologi pernah dilaporkan. Efek samping ini biasanya reversibel, akan segera hilang jika penggunaan obat dihentikan.

Dosis Leomoxyl 500 mg

Dosis Leomoxyl bisa jadi berbeda-beda pada setiap orang. Hal ini tergantung dari usia, jenis kelamin, tingkat keparahan penyakit, dan kebutuhan masing-masing orang.

Secara umum, dosis Leomoxyl 500 mg adalah sebagai berikut:

Infeksi moderat

  • Dosis dewasa dan anak-anak ≥ 20 kg: 250-500 mg setiap 8 jam.
  • Dosis anak dengan berat badan <20 kg: 20-40 mg/kg berat badan/hari dalam dosis terbagi setiap 8 jam.
  • Infeksi yang lebih berat dosis bisa ditingkatkan.

Pasien yang menjalani dialisis peritoneal

  • Dosis maksimal: 500 mg/hari.

Penderita Gonococcus urethritis

  • Dosis umum: 1 x sehari 3000 mg.
  • Dosis anak-anak > 8 kg: 125-250 mg setiap 8 jam.

Untuk pasien dengan fungsi ginjal yang buruk, monitor kadar obat dalam plasma dan urine harus dilakukan selama menggunakan obat.

Interaksi Leomoxyl 500 mg

Potensi interaksi obat terjadi ketika digunakan bersamaan dengan obat lain, sehingga dapat mengubah cara kerja obat. Sebagai akibatnya, obat tidak dapat bekerja dengan maksimal atau bahkan menimbulkan racun yang membahayakan tubuh. 

Jenis obat yang dapat berinteraksi dengan Leomoxyl adalah:

  • Probenesid: Meningkatkan kadar amoxicillin dalam darah.
  • Antikoagulan oral, misalnya warfarin dan dabigatran: Memperpanjang protrombin time secara tidak normal. Jika obat-obat antikoagulan diresepkan bersamaan dengan amoxicillin, pemantauan yang ketat harus dilakukan. Bila perlu, penyesuaian dosis antikoagulan harus dilakukan.
  • Allopurinol: Meningkatkan potensi terjadinya ruam.
  • Obaa kontrasepsi oral yang mengandung estrogen: Antibiotik amoxicillin bisa mempengaruhi flora usus, yang menyebabkan penurunan kemampuan usus untuk reabsorpsi estrogen sehingga menurunkan efektivitas obat kontrasepsi oral.
  • Antibiotik-antibiotik golongan kloramfenikol, makrolid, sulfonamid dan tetracycline: Disinyalir menurunkan efektivitas antibiotik penicillin termasuk amoxicillin.

Perhatian

Hal-hal yang perlu diperhatikan selama menggunakan Leomoxyl 500 mg adalah sebagai berikut:

  • Pastikan Anda tidak memiliki alergi terhadap antibiotik golongan betalaktam, misalnya kelas penicillin atau cephalosporin.
  • Hati-hati memberikan Leomoxyl 500 mg pada penderita dengan fungsi hati dan ginjal yang rusak. Pemeriksaan terhadap kesehatan fungsi hati, ginjal, dan darah secara berkala perlu dilakukan terutama pada pemakaian obat dalam jangka waktu panjang.
  • Pemakaian Leomoxyl 500 mg bisa menyebabkan terjadinya super infeksi yang biasanya terjadi pada saluran pencernaan (umumnya disebabkan oleh Enterobacter, Pseudomonas, S.aureus Candida). Jika terjadi superinfeksi, hentikan minum obat dan segera lakukan pengobatan yang tepat.
  • Antibiotik golongan penicillin termasuk amoxicillin telah diketahui ikut keluar bersama air susu ibu (ASI). Oleh karena itu, penggunaan Leomoxyl 500 mg pada ibu menyusui perlu dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Untuk menghindari efek sensitivitas Leomoxyl 500 mg terhadap bayi, penggunaan antibiotik ini harus dilakukan dengan jarak yang cukup dengan saat menyusui.
  • Karena amoxicillin oral tidak mampu menembus cairan cerebrospinal atau sinovial, Leomoxyl 500 mg oral tidak bisa digunakan untuk terapi meningitis atau perawatan sendi.
  • Karena Amoxicillin bisa memicu ruam kulit, pasien penderita leukemia limfatik harus mendapatkan perhatian serius jika menggunakan antibiotik ini.
  • Obat ini tidak dapat digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh virus.
  • Gunakan obat sesuai dengan anjuran dokter, baik jumlah maupun durasinya. Menghentikan pengobatan di tengah jalan bisa menyebabkan terjadinya resistensi bakteri terhadap antibiotik ini.

Penggunaan Leomoxyl 500 mg oleh wanita hamil

FDA di Amerika Serikat, setara BPOM di Indonesia, mengkategorikan Amoxicillin ke dalam kategori B dengan penjelasan sebagai berikut:

Penelitian pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil / Penelitian pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin, tapi studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil tidak menunjukkan risiko pada janin di trimester berapapun.

Penelitian pada hewan tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Belum adanya penelitian klinis yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil membuat pemakaian obat-obat yang mengandung Amoxicillin seperti Leomoxyl 500 mg selama kehamilan tetap harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Artikel terkait:


1 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Leomoxyl Dosage & Drug Information. MIMS.com. (https://www.mims.com/indonesia/drug/info/leomoxyl)

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app