Polip Usus - Tanda, Penyebab, Gejala, Cara Mengobati

Dipublish tanggal: Feb 12, 2019 Update terakhir: Nov 6, 2020 Tinjau pada Apr 29, 2019 Waktu baca: 3 menit

Apakah Polip Usus?

Polip adalah suatu pertumbuhan sel yang tidak semestinya atau dalam bahasa awam disebut dengan “daging lebih” atau kutil, sedangkan polipgt;usus adalah pertumbuhan yang terjadi pada lapisan dalam usus dan biasanya terjadi pada usus besar (kolon).

Polip terbentuk ketika materi genetik di dalam sel-sel yang melapisi usus besar berubah dan menjadi tidak normal (bermutasi). Biasanya, sel-sel yang belum matang yang melapisi usus besar diprogram untuk membelah (berkembang biak), matang, dan kemudian mati dengan cara yang sangat konsisten dan tepat waktu. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Namun, perubahan genetik yang terjadi di sel-sel lapisan menyebabkan gangguan pada pola pengelupasan sel kulit mati pada lapisan usus tersebut,sehingga sel-sel yang seharusnya terkelupas menjadi bertumpuk dan malah tumbuh. 

Hal ini menyebabkan akumulasi sel-sel yang belum dewasa dan genetis abnormal, yang akhirnya menghasilkan pembentukan polip. Mutasi dapat terjadi sebagai peristiwa setelah lahir atau mereka mungkin terjadi dari masa sebelum kelahiran.

Gejala-gejala Polip Usus

Polip usus biasanya tidak menyebabkan gejala apa pun, sehingga kebanyakan orang dengan polip tidak tahu bahwa mereka memiliki Polip pada usus mereka. Polip usus sering disalahartikan dalam pemeriksaan penunjang pada skrining kanker usus

Namun, beberapa Polip yang berukuran lebih besar dapat menyebabkan:

  • Sejumlah kecil lendir atau darah di dalam kotoran
  • Diare atau sembelit
  • Sakit perut

Faktor resiko yang dapat menyebabkan Polip Usus?

Penyebab utama dari polip usus hingga saat ini belum diketahui secara pasti. Polip usus disebabkan oleh tubuh yang memproduksi terlalu banyak sel di lapisan usus. Sel-sel ekstra ini kemudian membentuk benjolan, yang merupakan polip.

Walaupun penyebab utamanya masih belum diketahui, ada beberapa faktor resiko yang mungkin berperan dalam menyebabkan penyakit ini, seperti :

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19
  • Riwaya anggota keluarga Anda yang lain yang memiliki riwayat menderita polip usus atau kanker usus
  • Anda memiliki kondisi yang memengaruhi usus Anda, seperti radang usus atau penyakit Crohn
  • Anda kelebihan berat badan atau merokok

Apakah polip usus berisiko berkembang menjadi kanker usus?

Polip biasanya tidak akan berkembang menjadi kanker. Tetapi ada beberapa jenis polip (disebut adenoma) yang dapat berkembang menjadi keganasan. Jika polip adenoma tidak ditangani dengan segera, ada kemungkinan mereka akhirnya akan berkembang menjadi kanker. 

Dokter percaya bahwa kebanyakan kanker usus berkembang dari polip adenoma.

Namun, sangat sedikit polip akan berubah menjadi kanker, dan perlu waktu bertahun-tahun agar hal ini terjadi. Karena ada risiko polip usus akan berkembang menjadi kanker, dokter Anda akan selalu menyarankan agar polip usus segera diobati.

Diagnosis Polip Usus

Ada beberapa metode untuk mendeteksi polip-polip usus. Yang pertama adalah pemeriksaan foto abdomen dengan kontras untuk mengetahui apakah ada masa yang tumbuh di dalam usus.

Selain itu ada pemeriksaan yang lebih sensitif dan lebih akurat yang disebut dengan kolonoskopi. Ketika melakukan kolonoskopi, pasien dibius dan suatu tabung fiberoptik kecil dimasukkan ke dalam usus besar. 

Polip-polip dapat dengan mudah terlihat dari kamera yang ada pada ujung tabung fiberoptik yang dimasukan. Polip-polip ini dapat segera dibersihkan saat melakukan kolonoskopi. Kolonoskopi merupakan prosedur yang sangat aman jika dilakukan oleh ahli endoskopi yang terlatih.

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Penanganan Polip Usus

Ada beberapa metode untuk menangani polip, tetapi prosedur yang paling umum adalah memotong polip secara langsung menggunakan loop kawat. Hal ini dilakukan menggunakan prosedur yang disebut kolonoskopi.

Kolonoskopi dilakukan dengan cara melewati tabung fleksibel yang disebut kolonoskop melalui rektum Anda dan naik ke usus. Kolonoskop memiliki kawat yang melekat padanya dengan aliran arus listrik. 

Kawat ini digunakan untuk membakar (cauterise) atau memotong (snare) polip. Kedua metode ini tidak menimbulkan rasa sakit.

Dalam kasus yang jarang terjadi, polip mungkin perlu diobati dengan pembedahan untuk mengangkat sebagian dari usus. Hal ini biasanya hanya dilakukan ketika polip memiliki kemungkinan sebagai keganasan, jika ukuran polip sangat besar, atau jumlahnya terlalu banyak.

Setelah Polip tersebut dipotong spesimen akan dikirim ke spesialis di laboratorium, yang akan memberi tahu konsultan Anda jika:

  • polip telah diangkat dan bersih sepenuhnya
  • ada risiko bahwa polip akan tumbuh kembali
  • ada perubahan sel yang bersifat keganasan di polip

Jika ada perubahan sel yang mengarah kepada kanker pada polip, Anda mungkin memerlukan perawatan lebih lanjut (tergantung pada tingkat dan tingkat perubahan dari kanker yang Anda derita). Spesialis Anda akan dapat memberi saran kepada Anda tentang hal ini.


12 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
WebMD (2018). What You Should Know About Colon Polyps. (https://www.webmd.com/colorectal-cancer/colon-polyps-basics)
WebMD (2018). How to Find Colon Polyps Early. (https://www.webmd.com/colorectal-cancer/find-colon-polyps-early)

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app