Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
VINA SETIAWAN

Katarak - Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Update terakhir: NOV 16, 2019 Tinjau pada NOV 16, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.173.725 orang

Katarak merupakan suatu kondisi pada mata dimana terjadi kekeruhan pada lensa. Lensa yang secara normal akan tampak transparan dan mudah dilewati cahaya. Kerusakan pada lensa disebabkan oleh berbagai faktor.

Penyakit atarak adalah salah satu penyebab utama kebuataan tertinggi. Penuaan menjadi faktor utama terjadinya penyakit katarak. Penyakit ini dimulai pada usia 40 tahun keatas diikuti oleh gejala kurangnya penglihatan atau ketidakmampuan memfokuskan objek yang dilihat.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Tidak hanya usia lanjut, katarak juga dapat terjadi pada masa kehamilan yang disebut Katarak Kongenital. Teknik pembedahan adalah salah satu penanganan untuk penyakit katarak, baik pada salah satu atau kedua mata.

Selain penuaan, terdapat beberapa faktor eksternal yang menyebabkan munculnya katarak lebih cepat. Cahaya matahari, sinar ultraviolet, dan sinar laser dapat merusak mata dan mempercepat kekeruhan lensa.

Faktor gizi seperti kurangnya vitamin A dan E meningkatkan resiko terjadinya Katarak karena ketidakcukupan nutrisi dalam menjaga mata untuk tetap sehat. Faktor lain yang berpengaruh antara lain glaukoma, diabetes, trauma, alkohol, dan merokok. Katarak akan semakin memburuk secara bertahap bila tidak ditangani dengan operasi.

Penyakit Katarak dibagi dalam beberapa stadium yang dibedakan oleh tingkat kekeruhan lensa dan batar pemeriksaan lainnya oleh dokter spesialis mata. Stadium Katarak yaitu Katarak Insipiens, Matur, Imatur, Hipermatur. Selain itu juga terdapat Katarak Kongenital yang ditemukan pada masa saat kelahiran bayi.

Pada Katarak Kongenital akan terlihat bintik putih di daerah pupil. Ini disebabkan adanya beberapa sebab seperti infeksi rubella pada ibu, keturunan, dan penyakit metabolik lain.

Gejala yang timbul pada Katarak Kongenital biasanya muncul saat anak beranjak dewasa, seperti kesulitan membaca tulis di buku, lensa mata yang keruh, dan pandangan ganda.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Gejala penyakit Katarak

Seseorang dengan penyakit Katarak memberikan keluhan secara langsung pada matanya. Secara umum gejala yang dapat ditimbulkan antara lan :

  • Menurunnya tajam penglihatan dapat terjadi pada salah satu mata atau kedua mata
  • Mata terasa berkabut. Jarak penglihatan terganggu karena adanya objek kabut berwarna putih keabuan yang menutup retina mata
  • Sulit melihat pada malam hari. Seseorang dengan katarak akan sulit melihat pada malam hari atau di ruangan gelap karena adanya gangguan cahaya yang  masuk ke retina sehingga tidak dapat dipantulkan untuk melihat objek
  • Sering merasa silau. Lensa yang telah rusak tidak dapat menyaring cahaya yang masuk sehingga pandangan akan terasa lebih silau terutama pada siang hari
  • Terlihat lingkaran (Halo). Pantulan sinar menuju lensa mata yang telah keruh membiaskan sebuah lingkaran cahaya di sekitar lampu objek yang dapat dilihat oleh penderita katarak 
  • Pandangan ganda

Penyebab penyakit Katarak

Faktor penyebab paling umum pada penyakit katarak adalah proses penuaan atau trauma yang menyebabkan perubahan pada jaringan mata. Katarak yang muncul akibat penuaan dapat terjadi melalui 2 hal, yaitu:

  • Penggumpalan protein pada lensa mata sehingga mengurangi cahaya yang masuk ke dalam retina dan mengakibatkan pandangan menurun dan kabur. 
  • Perubahan lensa menjadi kuning kecoklatan. 

Selain dari faktor penyebab di atas, penyakit katarak juga dapat dipicu oleh berbagai faktor risiko berikut:

  • Memiliki riwayat keluarga dengan katarak
  • Trauma pada mata
  • Sering mengkonsumsi alkohol dan rokok
  • Kondisi medis seperti diabetes, kegemukan, hipertensi
  • Paparan sinar matahari yang lama
  • Penggunaan obat kortikosteroid dalam jangka panjang.

Diagnosis penyakit Katarak

Sebagai langkah awal, dokter mata Anda akan menanyakan riwayat medis serta melakukan pemeriksaan mata yang komprehensif untuk memastikan hasil diagnosis

Dokter akan melakukan pemeriksaan mata anda dengan oftalmoskop untuk melihat sampai dimana kekeruhan pada lensa mata anda.

Penanganan penyakit Katarak

Jika belum terjadi kekeruhan maksimal maka dapat dilakukan operasi dengan hanya mengangkat pecahan keruh lensa dengan gelombang ultrasound. Tetapi jika ditemukan katarak yang berat dengan kekeruhan maksimal, perlu tindakan operasi yang lebih kompleks dengan mengangkat lensa secara utuh dan digantikan dengan lensa baru.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Teknologi LASIK pada penyembuhan penyakit katarak menjadi metode baru dengan prosedur yang singkat. Operasi LASIK menggunakan sinar laser dan menghancurkan katarak tetapi lensa masih utuh.

Tidak seperti operasi katarak yang membutuhkan lensa baru untuk menggantikan lensa lama. Sayangnya operasi LASIK membutuhkan biaya lebih besar daripada operasi katarak biasa. Setelah melaksanakan operasi katarak, perlu banyak waktu untuk istirahat sehingga pemulihan lebih cepat.

Biasakan menggunakan kacamata hitam saat berada di luar untuk menghindari debu yang beresiko masuk ka mata dan mengakibatkan iritasi. JangAn membiasakan mengucek mata karena ini akan menyebabkan kontaminasi pada luka bekas operasi.

Pada Katarak Kongenital, tindakan operasi perlu dilakukan sebelum usia 3 bulan. Lensa yang rusak digantikan dengan lensa buatan. Perbaikan setelah operasi tergolong lambat sehingga anak butuh bantuan lensa kontak atau kacamata sehingga pandangannya lebih baik.

Resiko operasi Katarak Kongenital lebih berat karena dapat menyebabkan glaukoma karena peningkatan tekanan mata yang terlalu tinggi.


Referensi

American Academy of Ophthalmology.(2018). Disease. What Are Cataracts?

Gabbey, AE. Healthline (2017). Retinal Detachment.

Gupta, VB. et al. (2014). Etiopathogenesis of cataract: An appraisal. Indian Journal of Ophthalmology (italic). 62(2). pp. 103–110.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Pencarian yang sering mengarah ke halaman ini