Jerawat di punggung? cegah dan atasi dengan cara berikut ini

Kulit punggung berpori-pori lebih besar dibandingkan wajah, sehingga lebih mudah tersumbat. Maka, sebaiknya untuk mengatasi jerawat di punggung, gunakan produk khusus jerawat punggung.
Dipublish tanggal: Agu 7, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit

Iklan dari HonestDocs
Standard Facial 1 Kali Di Reface Clinic

Sudah termasuk cuci wajah, peeling, ekstrak komedo, dan masker.

Standard facial 1x di reface clinic

Jerawat yang terjadi di kulit wajah bisa menyebar hingga ke punggung Anda. Saat jerawat berkembang dalam jangkauan dan tingkat keparahannya, nantinya akan mempengaruhi bagian tubuh Anda yang lain. 

Walaupun hal ini sering tak disadari karena tertutup baju dan jerawat di punggung tidak terlihat.

Mengapa punggung dapat mengalami jerawat ?

Selain di area telapak tangan dan telapak kaki, jerawat dapat muncul di bagian tubuh manapun. Selama bagian tubuh tersebut memiliki folikel sebaceous yang  membentuk jerawat.

Munculnya jerawat baik di kulit wajah maupun punggung, penyebabnya sama yaitu kelenjar minyak terlalu aktif, sel kulit mati berlebihan serta bakteri penyebab jerawat yang menjamur di kulit Anda. 

Perlu Anda tahu bahwa bagian kulit di punggung serta dada terdapat lebih banyak sebum/minyak  dan bakteri penyebab jerawat jika dibandingkan dengan dengan bagian tubuh lain.

Orang yang berjerawat di punggung pasti berjerawat di wajah. Namun, tidak semua orang berjerawat di wajah juga berjerawat di punggung. Jerawat di punggung cenderung lebih sulit diatasi dibandingkan jerawat yang di wajah.

Iklan dari HonestDocs
Standard Facial 1 Kali Di Reface Clinic

Sudah termasuk cuci wajah, peeling, ekstrak komedo, dan masker.

Standard facial 1x di reface clinic

Bagaimanakah cara mencegah jerawat di punggung ?

  • Pakailah baju berserat halus dan menyerap keringat, apalagi saat berolahraga;
  • Gunakanlah tas tangan daripada tas punggung/ransel;
  • Segeralah mungkin mandi seusai berkeringat. Apabila tidak sempat, bawalah selalu produk dengan kandungan salicylic acid guna menjaga kebersihan dan minyak berlebih;
  • Untuk jenis kulit kering, gunakan pelembab non-comedogenic, kulit yang terlalu kering memicu timbulnya jerawat; dan
  • Pahami penyebab iritasi kulit Anda, sebisa mungkin hindari.

Bagaimanakah cara mengatasi jerawat di punggung ?

Caranya adalah dengan memperlakukan kulit leher, bahu serta punggung sama seperti kulit wajah. Jessica Weiser (dermatolog) berpendapat, cara mengatasi jerawat di wajah dengan di punggung tidaklah sama, walaupun penyebabnya sama. 

Selanjutnya, seorang Edukator Nasional untuk Murad Skincare bernama Andrea Craig mengatakan, Kulit punggung berpori-pori lebih besar dibandingkan wajah, sehingga lebih mudah tersumbat. 

Maka, sebaiknya untuk mengatasi jerawat di punggung, gunakan produk khusus jerawat punggung.

1. Pakailah sabun mandi berbahan benzoyl peroxide dan salicylic acid untuk jerawat ringan

Dalam tingkatan jerawat yang ringan, Anda hanya perlu membersihkan tubuh dengan menggunakan sabun yang mengandung bahan aktif seperti benzoil peroksida/asam salisilat

Anda bisa menggunakannya setiap hari. Akan tetapi jangan digosok terlalu kencang, hal ini bisa menyebabkan jerawat semakin parah. 

2. Anda juga bisa menambahkan penggunaan obat oles serta antibiotik yang diminum

Jenis obat antibiotik topikal kemungkinan akan dianjurkan oleh dokter kulit Anda. Sama seperti benzoil peroksida, antibiotik topikal bisa diterapkan di kulit satu kali/dua kali dalam sehari. 

Iklan dari HonestDocs
Mikrodermabrasi Facial 1 Kali Di Aveia Clinic

Facial berfungsi untuk mengangkat komedo, mencerahkan, mengangkat sel kulit mati, merangsang pembentukan kulit baru tanpa rasa sakit, mendinginkan, dan melembabkan kulit juga. Paket ini termasuk facial treatment dan masker, tetapi belum termasuk biaya konsultasi dokter dan obat.​

Mikrodermabrasi facial 1 kali di aveia clinic

Antibiotik ini akan bekerja dengan memusnahkan bakteri penyebab jerawat. Selain itu, jenis obat Retionoid topikal juga kerapkali dianjurkan. 

Sedangkan untuk jerawat yang tingkatannya sudah sedang atau bahkan parah, obat oral (yang diminum) mungkin akan Anda perlukan sebagai tambahan. 

Untuk menangani jerawat di punggung, beberapa obat antibiotik oral sering digunakan misalnya tetrasiklin, minosiklin, doksisiklin serta eritromisin

Namun, perlu Anda ketahui bahwa obat antibiotik ini bisa menyebabkan efektivitas kinerja Pil KB menurun.

3. Konsumsilah obat dengan kandungan isotretinoin/accutane

Obat yang mengandung isotretinoin bisa menjadi alternatif bagi Anda apabila jerawat di punggung tidak bereaksi setelah mengkonsumsi obat antibiotik. 

Akan tetapi, isotretinoin memiliki dampak yang serius serta perlu pengawasan secara teratur untuk menghindari gangguan kehamilan  (dapat menyebabkan cacat lahir apabila dikonsumsi oleh wanita yang sedang hamil).

4. Segeralah mandi setelah berkeringat

Seorang Murad Skincare, yaitu Dr.Murad mengungkapkan, keringat yang menempel di kulit serta pakaian Anda bisa membangkitkan bakteri-bakteri penyebab jerawat. 

Maka, sebaiknya segeralah mandi setelah Anda berolahraga, supaya keringat dan bakteri lenyap sebelum menyumbat pori-pori kulit.

5. Hindari pakaian yang terlalu ketat

Untuk para wanita, sebaiknya aturlah bra Anda lebih longgar supaya tidak terlalu sempit.  Pakaian apapun yang menjebak panas/menyebabkan gesekan di kulit berpotensi menyebabkan jerawat semakin memburuk.

6. Jangan memencet jerawat di punggung

Kebiasaan memencet jerawat baik di wajah maupun di punggung tidak boleh dilakukan karena dapat menimbulkan peradangan dan akan meninggalkan luka/bopeng bekas jerawat. 

Apabila Anda sudah mencoba semua langkah di atas tetapi tidak merasakan hasil positif sekalipun, sebaiknya segeralah berkonsultasi ke ahli dermatolog guna penanganan lebih lanjut.


10 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Canavan TN, et al. (2016). Optimizing non-antibiotic treatments for patients with acne: A review. DOI: (https://doi.org/10.1007/s13555-016-0138-1)
American Academy of Dermatology. (2013). Growing evidence suggests possible link between diet and acne [Press release]. (https://www.aad.org/media/news-releases/growing-evidence-suggests-possible-link-between-diet-and-acne)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app