Iskemia Usus Besar: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: Mar 28, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 951.562 orang

Bagi kebanyakan orang, sakit perut kadang dianggap sebagai hal yang biasa. Anda mungkin berpikir bahwa sakit perut disebabkan oleh makanan yang tak sehat atau jajan sembarangan. Padahal, sakit perut juga bisa menandakan masalah serius dalam tubuh Anda. Terlebih bila diserta dengan BAB berdarah, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Bisa jadi Anda mengalami iskemia usus besar.

Apa itu iskemia usus besar?

Iskemia usus besar mempunyai banyak nama. Iskemia usus besar bisa disebut juga dengan kolitis iskemik, iskemia arteri mesenterika, atau penyakit vaskular mesenterika.

Iklan dari HonestDocs
HonestDocs Health Shop - Pesan Obat Jadi Lebih Mudah!

GRATIS biaya antar obat ke seluruh Indonesia hingga Rp.30,000 (minimum transaksi Rp.50,000)

Medicine delivery 01

Iskemia usus besar adalah kondisi peradangan akibat penurunan aliran darah di usus besar. Sama seperti organ tubuh lainnya, usus besar membutuhkan cukup darah yang mengandung oksigen. Kandungan oksigen tersebut berperan penting untuk menjaga jaringan usus besar tetap berfungsi dengan baik. Bila peradangan dibiarkan terlalu lama, iskemia usus besar bisa berakibat fatal bagi kesehatan penderitanya.

Baca Juga: 8 Fungsi Usus Besar: Sekum, Kolon, dan Rektum

Iskemia usus besar bisa berubah menjadi akut jika ada gumpalan darah yang masuk ke usus besar. Iskemia usus besar akut adalah peradangan usus yang datang secara tiba-tiba. Hal ini termasuk kondisi darurat medis dan harus cepat-cepat ditangani.

Sebab jika tidak, iskemia usus dapat menyebabkan gangren atau kematian jaringan tubuh. Dampak fatalnya, risiko kematian meningkat apabila sudah mencapai tahap ini.

Penyakit iskemia usus besar dapat dialami oleh siapa pun di segala usia, tapi umumnya terjadi pada orang yang usianya di atas 60 tahun. Seiring bertambahnya usia, pembuluh arteri cenderung mengeras sehingga jantung harus bekerja ekstra untuk memompa darah. Akibatnya, pembuluh arteri semakin melemah dan rentan terhadap penumpukan plak.

Mengenai iskemia usus besar

Penyebab

Penyebab iskemia usus besar belum diketahui secara pasti. Namun seperti yang disebutkan sebelumnya, penyakit yang satu ini dapat terjadi ketika aliran darah ke usus besar mengalami penurunan.

Iklan dari HonestDocs
HonestDocs Health Shop - Pesan Obat Jadi Lebih Mudah!

GRATIS biaya antar obat ke seluruh Indonesia hingga Rp.30,000 (minimum transaksi Rp.50,000)

Medicine delivery 01

Pengerasan pada satu atau lebih arteri mesenterika dapat menyebabkan aliran darah di usus besar menurun secara tiba-tiba. Kondisi ini disebut dengan infark.

Arteri mesenterika adalah percabangan pembuluh aorta (pembuluh besar jantung) menuju usus. Pembuluh darah ini dapat mengeras jika ada lemak atau plak yang menempel di dalam dinding arteri. Kondisi inilah yang disebut dengan aterosklerosis.

Itulah sebabnya, iskemia usus besar rentan terjadi pada orang-orang dengan riwayat penyakit arteri koroner atau penyakit pembuluh darah perifer.

Selain itu, ada beberapa faktor lainnya yang dapat meningkatkan risiko iskemia usus besar, yaitu:

  • Tekanan darah sangat rendah (hipotensi) akibat gagal jantung, operasi besar, trauma, atau syok.
  • Obstruksi usus yang disebabkan oleh hernia, jaringan parut, atau tumor.
  • Operasi pada jantung, pembuluh darah, atau sistem pencernaan.
  • Kondisi yang memengaruhi darah, termasuk vaskulitis, lupus, atau anemia sel sabit.
  • Kanker usus besar.

Gejala

Iskemia usus besar dapat terjadi di seluruh bagian usus, namun biasanya menyebabkan nyeri di perut bagian kiri. Rasa sakitnya bisa tergolong ringan atau sedang, tapi sering datang secara tiba-tiba.

Tanda dan gejala iskemia usus besar meliputi:

  • Sakit perut setelah makan
  • Sering buang air besar
  • Diare
  • Mual dan muntah
  • BAB berdarah, bila disebabkan oleh penyakit Crohn atau kanker

Risiko komplikasi dapat meningkat bila Anda mengalami sakit perut di bagian kanan. Nyeri di perut kanan menjadi pertanda adanya penyumbatan arteri yang mengarah ke usus, baik usus halus maupun usus besar. Bila Anda mengalami gejala-gejala tersebut, segera konsultasikan ke dokter terdekat.

Pencegahan iskemia usus besar

Karena penyebabnya belum diketahui secara pasti, maka tidak ada cara khusus yang dapat mencegah iskemia usus besar. Kebanyakan penderita iskemia usus besar dapat sembuh dengan cepat, terlebih jika tergolong iskemia usus besar kronis.

Supaya tubuh lebih sehat, Anda perlu melakukan beberapa perubahan gaya hidup untuk mencegah gejalanya kambuh sewaktu-waktu. Contohnya:

  • Makan makanan bergizi seimbang.
  • Olahraga teratur.
  • Berhenti merokok.
  • Berhenti minum obat yang dapat memicu gejala iskemia usus besar, tentunya sesuai saran dokter.
  • Tes kelainan pembekuan darah, untuk mengetahui penyakit lain yang dapat memicu iskemia usus besar.

Pengobatan iskemia usus besar

Dilihat dari gejalanya, iskemia usus besar sering disalahartikan dengan penyakit radang usus (inflammatory bowel syndrome / IBS). Supaya tidak salah diagnosis, dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan untuk memastikan gejalanya.

Berikut ini beberapa pemeriksaan yang akan dilakukan terhadap iskemia usus besar, yaitu:

  • USG atau CT scan, untuk melihat gambar pembuluh darah dan usus secara keseluruhan.
  • Angiogram mesenterika, yaitu tes pencitraan yang menggunakan sinar-X. Prosedur ini berfungsi untuk melihat bagian dalam arteri dan mencari lokasi penyumbatan.
  • Pemeriksaan darah, guna melihat jumlah sel darah putih. Bila jumlah sel darah putih meningkat, maka ini pertanda pasien mengalami iskemik usus besar akut.

Pengobatan iskemia usus besar tergantung dari tingkat keparahan penyakit. Untuk kasus iskemia usus besar ringan, dokter biasanya akan melakukan hal-hal berikut:

  • Antibiotik, untuk mencegah infeksi.
  • Diet cair.
  • Cairan intravena (infus), untuk menjaga hidrasi tubuh pasien.
  • Obat pereda nyeri.

Bila seseorang mengalami iskemia usus besar akut, maka pasien harus cepat-cepat ditangani. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, iskemia usus besar akut merupakan kondisi darurat medis. Dokter biasanya akan memberikan:

  • Trombolitik, yaitu obat yang dapat melarutkan bekuan darah.
  • Vasodilator, fungsinya untuk melebarkan arteri mesenterika.
  • Operasi, untuk menghilangkan penyumbatan pada arteri.

Sementara bagi penderita iskemia usus besar kronis, dokter umumnya akan menyarankan prosedur operasi. Pembedahan atau operasi hanya dilakukan jika seluruh jenis perawatan tidak mampu mengobati iskemia usus besar.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Bagaimana cara mengatasi BAB keras dan besar
Pertanyaan ini telah dijawab oleh seorang ahli medis

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit