Ibu, Tepati Jadwal Imunisasi demi Keselamatan Buah Hati

Ada vaksin yang diberikan cukup sekali seumur hidup dan ada vaksin yang perlu dilakukan secara berulang. Berikut adalah jenis imunisasi yang tergabung dalam program pemerintah dan didanai oleh pemerintah bagi bayi di bawah usia 1 tahun di Indonesia:
Dipublish tanggal: Agu 17, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Mar 10, 2020 Waktu baca: 3 menit
Ibu, Tepati Jadwal Imunisasi demi Keselamatan Buah Hati

Imunisasi memiliki peran untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga seseorang dapat melindungi dirinya sendiri. 

Secara lengkapnya imunisasi adalah upaya pemberian bahan antigen untuk mendapatkan kekebalan adaptif pada tubuh manusia terhadap agen biologis penyebab penyakit. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Batuk dan Flu via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 9

Oleh karena pentingnya imunisasi, jangan sampai Bunda melewatkan jadwal imunisasi. Itu semua demi keselamatan keluarga di kemudian hari.

Vaksin merupakan cara pencegahan penyakit yang biasa dilakukan baik untuk kalangan anak-anak maupun dewasa. 

Perlu diketahui bahwa vaksin mengandung bakteri atau virus yang telah dilemahkan atau protein mirip bakteri yang didapat dari hasil pengembangan di laboratorium. Proses imunisasi sendiri bekerja mencegah penyakit dengan menimbulkan reaksi imunitas tubuh dan mempersiapkan tubuh untuk melawan serangan infeksi di kemudian hari. 

Sehingga bisa jadi manfaat imunisasi tidak dirasakan secara langsung dalam waktu yang dekat. 

Vaksin selain aman digunakan ternyata memiliki efek samping yang dapat ditimbulkan. Efek samping ringan seperti demam ringan, kemerahan pada area yang disuntik, dan alergi akan terjadi pada beberapa orang. 

Umumnya kondisi efek samping dari imunisasi akan hilang dengan sendirinya. Namun Anda tidak perlu khawatir, resiko kecil yang dialami setelah imunisasi akan sebanding dengan manfaat yang akan diperoleh setelah imunisasi. 

Iklan dari HonestDocs
Beli IMBOOST FORCE 10TAB 1 STRIP via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Imboost force tablet 4

Bagi Anda yang buah hatinya memiliki riwayat kesehatan tertentu wajib memberitahukan kepada dokter. Hal ini untuk membantu pemberian vaksin yang tepat pada anak. Mengapa demikian? Karena ada beberapa anak yang bisa jadi mengalami alergi pada vaksin tertentu. 

Oleh karena itu orang tua wajib memperhatikan kondisi anak dan melaporkannya ke dokter jika ada sesuatu yang khusus sebelum imunisasi berlangsung.

Mencermati jadwal imunisasi

Jadwal pemberian vaksin berbeda-beda tergantung dari jenisnya. Ada vaksin yang diberikan cukup sekali seumur hidup dan ada vaksin yang perlu dilakukan secara berulang. 

Berikut adalah jenis imunisasi yang tergabung dalam program pemerintah dan didanai oleh pemerintah bagi bayi di bawah usia 1 tahun di Indonesia:

  • Usia 0 bulan: BCG, HB-0, Polio-0
  • Usia 2 bulan: DPT/HB/Hib-1, Polio-1
  • Usia 3 bulan: DPT/HB/Hib-2, Polio-2
  • Usia 4 bulan: DPT/HB/Hib-3, Polio-3
  • Usia 9 bulan: Campak

Imunisasi dasar dilakukan saat anak usia 1-4 tahun dan juga dilakukan imunisasi ulangan untuk memperpanjang masa kekebalan imunisasi dasar. 

Beberapa jenis imunisasi juga diulang lagi di usia 5-12 tahun, sedangkan usia 13-18 tahun biasanya diterapkan imunisasi tambahan. Bagi yang terlambat dalam melakukan imunisasi dapat membuat jadwal imunisasi baru dengan dokter. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Batuk dan Flu via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 9

Dengan begitu perlindungan anak terhadap serangan penyakit akan lebih terjamin. Meskipun tidak bisa menjamin terhindar 100% dari penyakit, setidaknya sudah ada upaya untuk mencegah. 

Ingat mencegah akan jauh lebih baik dari pada mengobati. Berikut jenis imunisasi yang dianjurkan berdasarkan kelompok unsur:

  • Usia kurang dari 1 tahun: BCG, hepatitis B, polio, DPT, campak, HiB, pneumokokus, rotavirus.
  • Usia 1-4 tahun: DPT, polio, MMR, tifoid, hepatitis A, varisela, influenza, HiB, pneumokokus.
  • Usia 5-12 tahun: DPT, polio, campak, MMR, tifoid, Hepatitis A, varisela, influenza, pneumokokus.
  • Usia 12-18 tahun: Td, hepatitis B, MMR, tifoid, hepatitis A, varisela, influenza, pneumokokus, HPV.
  • Usia lanjut usia: influenza, pneumokokus.

Imunisasi pada daerah endemis yaitu imunisasi japanese encephalitis biasanya diberikan mulai usia 1 tahun dan diulang pada usia 3 tahun. 

Untuk imunisasi pencegahan demam berdarah disebut dengan vaksinasi dengue yang dimulai usia 9 tahun dalam 3 kali pemberian dengan jarak 6 bulan.

Berikut adalah jadwal imunisasi lengkap untuk anak:

Jadwal Imunisasi Anak 0-18 tahun Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)

Untuk yang ingin mengunduh jadwal selengkapnya dapat mengunjungi laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Vaksinasi dinilai cukup ampuh untuk melindungi manusia dari segala macam penyakit berbahaya. Oleh karena itu datangi puskesmas atau posyandu secara rutin agar Anda tidak terlewatkan jadwal imunisasi bagi buah hati Anda. 

Kondisi anak yang sudah divaksinasi kelak akan jauh lebih kebal terhadap penyakit dibandingkan dengan anak yang tidak diberikan vaksinasi sama sekali.

Oleh karena itu sayangi masa depan buah hati Anda dengan langkah awal rutin mengikuti vaksinasi.

13 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
State school and childcare vaccination laws. (2017). (https://www.cdc.gov/phlp/publications/topic/vaccinations.html)
2018 recommended immunizations for children from birth through 6 years old. (2018). (http://www.cdc.gov/vaccines/parents/downloads/parent-ver-sch-0-6yrs.pdf)
Seasonal flu shot. (2018). (http://www.cdc.gov/flu/about/qa/flushot.htm)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app