Glimepiride 2 mg (Glimepiride)

Update terakhir: Jul 6, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 821.912 orang

Glimepiride 2 mg adalah obat yang digunakan sebagai anti diabetes mellitus tipe 2 atau penyakit kencing manis. Glimepiride 2 mg adalah obat anti diabetes oral yang termasuk ke dalam golongan sulfonilurea.Berikut ini adalah informasi lengkap Glimepiride 2 mg yang disertai tautan merk-merk obat lain dengan nama generik yang sama.

golongan

Harus dengan resep dokter

Glimepiride Obat Apa?

Glimepiride adalah obat anti diabetes mellitus tipe 2 yang termasuk ke dalam golongan sulfonilurea. Glimepiride menurunkan kadar gula darah dengan merangsang pelepasan insulin dari pankreas β-sel dan mengurangi output glukosa dari hati. Obat ini juga meningkatkan sensitivitas insulin pada situs target perifer.Obat anti diabetes oral sebaiknya digunakan hanya jika pasien tidak dapat mengontrol kadar gula darah dengan diet dan olahraga saja. Glimepiride bisa digunakan secara tunggal atau dikombinasikan dengan metformin atau insulin.

Indikasi

Kegunaan Glimepiride 2 mg adalah untuk pengobatan diabetes mellitus tipe 2 jika kadar gula darah tidak cukup dikendalikan dengan diet, latihan fisik dan penurunan berat badan saja.

Kontra indikasi

  • Jangan menggunakan Glimepiride 2 mg untuk pasien yang mempunyai riwayat hipersensitif (alergi) terhadap Glimepiride atau obat-obat yang termasuk golongan sulfonilurea dan sulfonamide lainnya.
  • Penderita diabetes mellitus tipe 1, prekoma dan koma diabetes atau pasien yang dalam urinenya terdapat senyawa keton (ketoasidosis) dilarang menggunakan obat ini.
  • Kontraindikasi untuk penderita gangguan ginjal berat atau gangguan hati berat.

Efek Samping Glimepiride 2 mg

Berikut adalah beberapa efek samping Glimepiride 2 mg yang umum terjadi :
  • Efek samping Glimepiride 2 mg pada saluran pencernaan seperti mual, muntah, diare, sembelit dan nyeri pada ulu hati.
  • Obat ini juga mempunyai efek samping seperti sakit kepala, demam, kenaikan berat badan, dan reaksi alergi pada kulit terutama pada orang-orang yang peka.
  • Hati-hati dengan resiko terjadinya hipoglikemia (kadar gula darah yang terlalu rendah), terutama jika digunakan untuk jangka waktu lama dan dengan dosis yang lebih tinggi.

Perhatian

Hal-hal yang perlu diperhatikan pasien jika menggunakan Glimepiride 2 mg adalah sebagai berikut :
  • Obat ini digunakan setelah makan atau bersama makanan, biasanya pada makan pagi atau makan besar pertama.
  • Obat ini tidak boleh digunakan jika anda akan menjalani operasi, memiliki infeksi berat, penderita gangguan fungsi hati, gangguan ginjal terutama gagal ginjal, gangguan kelenjar adrenal atau kelenjar pituitari dan pasien lanjut usia (di atas 70 tahun).
  • Jangan menggunakan obat ini tanpa resep dokter atau menggunakannya melebihi dosis yang dianjurkan karena beresiko menyebabkan penurunan kadar gula darah secara drastis (hipoglikemia) yang bisa berakibat fatal.
  • Obat-obat golongan sulfonilurea bisa menyebabkan hemolisis akut. Oleh karena itu, penggunaan Glimepiride 2 mg untuk orang-orang dengan defisiensi G6PD (enzim yang melindungi sel darah merah), harus mendapatkan perhatian serius. Pemakaian obat alternatif non-sulfonylurea perlu dipertimbangkan.
  • Karena resiko terjadinya hipoglikemia yang ditandai dengan tubuh yang lemah dan pusing, sebaiknya anda tidak menyalakan mesin atau mengemudi selama menggunakan anti diabetes oral seperti Glimepiride 2 mg.
  • Jika anda sedang hamil atau anda ibu menyusui sebaiknya tidak menggunakan obat ini.
  • Pengobatan disaat stres sebaiknya menggunakan terapi suntikan insulin.
  • Pengaturan pola makan dan aktivitas olahraga mungkin akan membantu proses pengendalian gula darah anda.
  • Jika anda mengalami efek samping yang berat misalnya terjadi reaksi alergi atau anda lemas karena penurunan gula darah yang drastis segera hubungi pihak medis.
  • Konsumsi alkohol dan paparan sinar matahari harus dibatasi karena dapat memperburuk efek samping Glimepiride 2 mg.

Penggunaan Glimepiride 2 mg untuk wanita hamil

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan Glimepiride kedalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut :
Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.
Hasil studi pada hewan tidak selalu bisa dijadikan ukuran keamanan penggunaan obat pada manusia. Oleh karena penelitian secara klinis yang terkendali dengan baik belum dilakukan, penggunaan obat-obat yang mengandung Glimepiride oleh ibu hamil harus dikonsultasikan dengan dokter.

Interaksi obat

Di bawah ini adalah interaksi dengan obat-obat lain jika digunakan secara bersamaan :
  • Penggunaan bersamaan dengan miconazole oral bisa menyebabkan hipoglikemia berat.
  • Fluconazole menghambat metabolisme Glimepiride 2 mg sehingga konsentrasinya dalam plasma meningkat yang dapat menyebabkan hipoglikemia.
  • Rifampin dapat menyebabkan penurunan konsentrasi plasma Glimepiride 2 mg yang dapat menyebabkan memburuknya kontrol glikemik.
  • Colesevelam dapat mengurangi konsentrasi plasma maksimum Glimepiride 2 mg. Jika keduanya dibutuhkan, sebaiknya diberi jarak 4 jam.
  • Pemakaian bersama bosentan bisa memicu masalah pada hati. Efektivitas kedua obat juga menurun.
  • Salisilat, sulfonamid, kloramfenikol, clarithromycin, antikoagulan coumarin, probenesid, inhibitor CYP2C9, turunan asam fibric, Disopiramid, fluoxetine, kuinolon, ACE inhibitor, MAOIs dan β-blocker dapat mempotensiasi aksi hipoglikemik.
  • Tiazid dan diuretik lain, kortikosteroid, fenotiazin, produk tiroid, estrogen, fenitoin, asam nikotinat, simpatomimetik dan induser CYP2C9 dapat mengurangi efek hipoglikemik.

Dosis Glimepiride 2 mg

Glimepiride 2 mg diberikan dengan dosis : awal : 1 x sehari 1-2 mg.pemeliharaan : Dosis bisa ditingkatkan dengan penambahan sebesar 1-2 mg dengan interval 1-2 minggu.Dosis maksimal : 6-8 mg/hari.
  • Jika obat ini harus digunakan untuk lansia / atau penderita yang sangat lemah : Dosis awal dikurangi menjadi 1 mg / hari.
  • Gunakan obat ini setelah makan atau bersama makanan (saat sarapan atau makanan besar pertama).
  • Dosis dan durasi pemakaian akan sangat tergantung dari evaluasi yang dilakukan dokter.

Terkait

  • Merk-merk obat dengan kandungan zat aktif Glimepiride
  • Obat yang termasuk sulfonilurea
  • Baca juga obat diabetes mellitus tipe 2 lain : Metformin, glibenclamide, gliclazide
  • Penjelasan lengkap penyakit diabetes mellitus
Dalam pemilihan obat, manfaat yang diperoleh harus dipastikan lebih besar daripada risiko yang mungkin dialami pasien. Oleh karena itu, penggunaan Glimepiride 2 mg harus sesuai dengan yang dianjurkan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal pembelanjaan Rp50.000.

Medicine delivery 01

Referensi

Allen, H. Patient Info (2016). Endocrine Disorders. Glimepiride Tablets for Diabetes.

Basit, et al. (2012). Glimepiride: Evidence-based Facts, Trends, and Observations. Vascular Health and Risk Management, 8, pp. 463-472.

BPOM RI (2018). Cek Produk BPOM. Glimepiride.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Ingin beli obat ini? Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dengan pembayaran via bank transfer, kartu kredit, COD (di sebagian besar kota), Alfamart, dan OVO. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum.

Chat di WhatsApp