Kenali Gejala Kanker Otak Glioblastoma yang Diidap Agung Hercules

Dipublish tanggal: Jun 17, 2019 Update terakhir: Agu 18, 2021 Tinjau pada Jul 1, 2019 Waktu baca: 3 menit
Kenali Gejala Kanker Otak Glioblastoma yang Diidap Agung Hercules

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Glioblastoma adalah tumor ganas atau kanker otak yang terbentuk dari jenis sel bernama astrosit. 
  • Penyebab kanker otak glioblastoma belum diketahui pasti, namun diduga ada kaitannya dengan faktor usia, paparan radiasi, dan faktor keturunan.
  • Tanda dan gejala kanker otak glioblastoma meliputi sakit kepala terus-menerus (terutama di pagi hari), terasa seperti ditekan, muntah, hingga sulit berpikir.
  • Pengobatan yang diberikan oleh dokter hanya berfungsi untuk memperlambat perkembangan kanker dan menekan gejalanya saja.
  • Dapatkan paket tes darah atau medical check up dengan promo menarik dan dokter berpengalaman melalui HDmall.
  • Gunakan fitur chat untuk berbicara dengan apoteker kami secara gratis seputar obat dan pemeriksaan kesehatan yang Anda butuhkan.

Kabar duka datang dari dunia hiburan tanah air. Aktor sekaligus penyanyi bertubuh kekar yakni Agung Hercules meninggal dunia setelah berjuang melawan kanker otak glioblastoma stadium 4.

Akibat penyakit yang dideritanya, kondisi fisik terakhir Agung Hercules membuat masyarakat pangling. Tubuhnya tampak kurus dan kepalanya botak, tak lagi kekar dan rambutnya pun tak lagi gondrong seperti biasanya. 

Apa itu glioblastoma?

Banyak masyarakat yang bertanya-tanya soal Agung Hercules sakit apa. Diketahui dari sang istri, Mira Rahayu, Agung Hercules mengidap kanker otak jenis glioblastoma.

Glioblastoma adalah tumor ganas atau kanker otak yang terbentuk dari jenis sel bernama astrosit. Astrosit adalah sel berbentuk bintang, fungsinya untuk melindungi sel saraf otak dari kerusakan, memperbaiki cedera otak, dan mengoptimalkan aktivitas neurotransmitter.

Pada orang dewasa, jenis kanker otak glioblastoma biasanya berawal dari otak besar. Kanker ini kemudian membentuk aliran darahnya sendiri yang membantu sel-sel kanker tumbuh dengan cepat. Akibatnya, sangat mudah bagi sel kanker glioblastoma untuk menyerang jaringan otak normal dan menggerogoti tubuh penderitanya.

Apa penyebab kanker otak glioblastoma?

Sama seperti jenis kanker pada umumnya, penyebab kanker otak glioblastoma yang diidap Agung Hercules belum diketahui secara pasti. Para ahli menduga ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker otak, di antaranya:

1. Usia

Kanker otak dapat dialami oleh usia berapapun, tapi untuk jenis glioblastoma umumnya terjadi pada orang dewasa usia 45-65 tahun.

2. Paparan radiasi

Orang yang sering terkena paparan radiasi lebih berisiko mengalami tumor otak. Radiasi ini dapat berasal dari terapi pengobatan kanker atau radiasi bom atom. 

Belum jelas apakah kebiasaan main HP terlalu lama dapat meningkatkan risiko kanker otak. Sejumlah penelitian menyebutkan ada kaitan antara penggunaan ponsel dengan jenis kanker otak bernama neuroma akustik. Namun, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikannya.

Supaya lebih aman, batasi kebiasaan main HP setiap hari. Gunakan speaker saat menelepon supaya posisi HP jauh dari kepala Anda. 

3. Faktor keturunan

Sebenarnya, kasus kanker otak jarang diturunkan dalam garis keluarga. Akan tetapi, jika terdapat anggota keluarga yang mengalami kanker otak, maka Anda berisiko 2 kali lipat mengalami hal yang sama. 

Baca juga: 10 Penyebab Kanker Otak dan Tumor Otak Ini Perlu Diwaspadai

Tanda dan gejala kanker otak glioblastoma

Cukup banyak perubahan yang terjadi pada tubuh Agung Hercules akibat penyakit ganas ini. Tubuhnya yang semula kekar berotot kini tampak kurus. Rambutnya pun tampak botak, tak lagi gondrong seperti dulu.

Bila diperhatikan, kebanyakan penderita kanker memiliki tubuh yang semakin kurus. Namun memang, tidak semuanya akan mengalami kebotakan seperti halnya yang terjadi pada Agung Hercules.

Gejala kanker otak glioblastoma sendiri tidak selalu sama untuk setiap orang. Hal ini tergantung dari letak tumor itu berada, umumnya di area otak besar tapi bisa juga di bagian otak lainnya.

Sejumlah tanda dan gejala kanker otak glioblastoma adalah:

  • Kepala seperti tertekan
  • Sakit kepala terus-menerus, biasanya di pagi hari
  • Kejang
  • Muntah
  • Sulit berpikir
  • Perubahan suasana hati atau kepribadian
  • Pandangan kabur atau penglihatan ganda
  • Gangguan bicara

Baca juga: Sering Sakit Kepala, Apakah Perlu CT Scan?

Apakah kanker otak glioblastoma bisa disembuhkan?

Melansir dari Mayo Clinic, jenis kanker otak yang juga disebut dengan glioblastoma multiforme cenderung sulit diobati atau disembuhkan. Pengobatan yang diberikan oleh dokter hanya berfungsi untuk memperlambat perkembangan kanker dan menekan gejalanya saja.

Keberhasilan pengobatan kanker otak glioblastoma juga tergantung dari beberapa faktor, mulai dari usia, jenis tumor, dan kondisi kesehatan pasien. Dokter pun tidak dapat memprediksi harapan hidup pasien dengan glioblastoma.

Namun, bukan hal tidak mungkin bahwa penderita kanker otak glioblastoma dapat pulih seperti sedia kala. Kunci pentingnya terletak pada deteksi dini kanker. Semakin cepat kanker terdeteksi, maka semakin cepat pula perawatan dilakukan dan meningkatkan kualitas hidup pasien. 

Baca selengkapnya: 5 Cara Mencegah Kanker Otak Glioblastoma yang Diidap Agung Hercules


36 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Armstrong TS, et al. Use of complementary and alternative medical therapy by patients with primary brain tumors. Current Neurology and Neuroscience Reports. 2008;8:264.
What you need to know about brain tumors. National Cancer Institute. http://www.cancer.gov/cancertopics/wyntk/brain.pdf.
Omuro A, et al. Glioblastoma and other malignant gliomas: A clinical review. Journal of the American Medical Association. 2013;310:1842. http://jama.jamanetwork.com/article.aspx?articleid=1764056.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app