5 Cara Mencegah Kanker Otak Glioblastoma yang Diidap Agung Hercules

Dipublish tanggal: Agu 2, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
5 Cara Mencegah Kanker Otak Glioblastoma yang Diidap Agung Hercules

Dunia hiburan tanah air kembali berduka. Aktor sekaligus penyanyi berambut panjang dan bertubuh kekar, yakni Agung Hercules meninggal dunia setelah berjuang melawan kanker otak glioblastoma stadium 4.

Banyak masyarakat yang tidak percaya, sebab semasa hidupnya Agung Hercules dikenal sangat menjaga pola hidup sehat dan rajin berolahraga. Lantas, bagaimana cara mencegah kanker otak glioblastoma?

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Berbagai cara mencegah kanker otak glioblastoma

Sayangnya, tidak ada satupun cara yang mampu mencegah kanker otak glioblastoma. Hal ini dikarenakan penyebab glioblastoma itu sendiri pun tidak diketahui secara pasti, sehingga para ahli belum menemukan cara paling ampuh untuk mencegah kanker otak glioblastoma.

Baca Selengkapnya: Kenali Gejala Kanker Otak Glioblastoma yang Diidap Agung Hercules

Melansir dari sebuah penelitian dalam jurnal Recent Results Cancer Research tahun 2007, ada dua strategi potensial untuk mencegah kanker otak glioblastoma, yaitu mencegah pembentukan tumor pada sel otak (glioma) dan mencegah glioma tingkat rendah berkembang menjadi glioma tingkat tinggi.

Nah, kedua upaya pencegahan tersebut dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat supaya risiko kanker bisa ditekan sebaik mungkin. Berikut ini berbagai cara menurunkan risiko dan mencegah kanker otak glioblastoma, di antaranya:

1. Deteksi dini

Kunci penting untuk mencegah kanker otak glioblastoma adalah dengan deteksi dini kanker. Semakin cepat kanker otak terdeteksi, maka semakin cepat pula perawatan dilakukan dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Nah, inilah alasannya kenapa Anda perlu melakukan pemeriksaan kesehatan rutin (medical check up) ke dokter. Terlebih jika Anda mengalami tanda atau gejala abnormal yang mengarah pada kanker otak glioblastoma.

Iklan dari HonestDocs
Beli BLACKMORES CELERY 7000 via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Blackmores celery 7000 120 1

Namun, ini juga bukan berarti Anda harus cepat-cepat panik saat mengalami sakit kepala atau pandangan buram, kemudian langsung mendiagnosis diri sendiri terkena kanker otak. Perlu dicatat bahwa tidak semua sakit kepala merupakan gejala kanker otak.

Berpikir positif juga diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup diri Anda sendiri. Ingat, baik atau buruknya penyakit juga bisa dipengaruhi oleh persepsi dan pikiran. Ketimbang mendiagnosis diri sendiri dengan penyakit yang belum jelas, ada baiknya tanyakan pada dokter secara langsung.

2. Kurangi paparan radiasi di daerah kepala

Menurut American Cancer Association, paparan radiasi ke kepala dianggap sebagai penyebab kanker otak pada anak dan orang dewasa. Bahkan penggunaan terapi radiasi untuk bagian tubuh lain juga dapat memicu pertumbuhan tumor otak.

Oleh karena itu, sebisa mungkin hindari paparan radiasi ke daerah kepala secara langsung. Jika Anda memerlukan terapi radiasi karena kondisi tertentu, diskusikan lebih lanjut pada dokter mengenai manfaat dan risiko terapi radiasi bagi kesehatan tubuh, terutama otak.

3. Makan makanan bergizi

Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi setiap hari bisa membantu mencegah kanker otak glioblastoma, lho! Berbagai jenis sayur dan buah-buahan mengandung kaya antioksidan yang dapat mencegah terjadinya kanker dan sejumlah penyakit lainnya.

Selain itu, masukkan juga makanan tinggi asam lemak omega-3 seperti ikan dan daging tanpa lemak ke dalam daftar menu harian Anda. Jenis makanan ini dikemas dengan kandungan vitamin dan mineral yang baik untuk meningkatkan fungsi otak.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Saraf & Otak via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 5

Baca Juga: Manfaat dan Sumber Makanan yang Kaya Antioksidan

4. Hindari lingkungan pemicu kanker

Guna menurunkan risiko terjadinya kanker otak glioblastoma, hindari lingkungan yang dapat memicu kanker. Salah satunya adalah vinil klorida dari pabrik kimia diketahui dapat merangsang pertumbuhan sel kanker otak.

Maka itu, hindari daerah yang berdekatan dengan pabrik kimia. Pancaran bahan kimia ke udara bisa membahayakan kesehatan Anda secara keseluruhan. Apalagi jika sering mengenai kepala, maka hal ini dapat meningkatkan risiko kanker otak.

5. Berhenti merokok dan minum alkohol

Menurut University of Maryland Medical Center, merokok dan minum alkohol dapat menyebabkan tubuh mudah sakit hingga berisiko terkena kanker. Tumor yang muncul di bagian tubuh tertentu dapat menyebar ke otak melalui aliran darah.

Sebagai contoh, ketika seseorang terkena kanker paru-paru karena merokok, bukan hal tidak mungkin jika kanker tersebut akan menyebar dan menyerang otak. Kondisi ini dapat diperparah dengan konsumsi alkohol secara berlebihan.

Baca Selengkapnya: 6 Pengobatan Kanker Otak Glioblastoma yang Diidap Agung Hercules

5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Mangiola, Annunziato & Anile, Carmelo & Pompucci, Angelo & Capone, Gennaro & Rigante, Luigi & De Bonis, Pasquale. (2010). Glioblastoma Therapy: Going Beyond Hercules Columns. Expert review of neurotherapeutics. 10. 507-14. 10.1586/ern.09.158.. ResearchGate. (https://www.researchgate.net/publication/43022215_Glioblastoma_Therapy_Going_Beyond_Hercules_Columns)
Glioblastoma Multiforme Guide: Causes, Symptoms and Treatment Options. Drugs.com. (https://www.drugs.com/health-guide/glioblastoma-multiforme.html)
Glioblastoma: A new treatment for this deadly brain tumor?. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/319601)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app