Kesehatan Fisik

Kenali Faktor Penyebab Leukemia yang Bisa Terjadi Pada Siapa Saja

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Feb 11, 2020 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 4 menit
Kenali Faktor Penyebab Leukemia yang Bisa Terjadi Pada Siapa Saja

Penyakit leukemia alias kanker darah lebih sering menyerang anak-anak. Namun, jenis kanker yang satu ini juga dapat dialami oleh semua orang di segala usia. Ada sejumlah faktor penyebab leukemia yang perlu dikenali sejak dini, sebab hal ini bisa membantu kita dalam mencegah terkena kanker darah. 

Bagaimana leukemia bisa terjadi?

Leukemia diduga terjadi akibat adanya mutasi DNA pada sel-sel yang membentuk sel darah putih (leukosit) di sumsum tulang. DNA ini bertugas untuk mengkode setiap bentuk, sifat, dan fungsi sel-sel.

Ketika mutasi terjadi, maka sel menjadi abnormal dan sel-sel darah akan tumbuh tak terkendali. Sebagai akibatnya, sumsum tulang menghasilkan begitu banyak leukosit abnormal yang tidak berfungsi, sedangkan produksi leukosit normal justru sangat sedikit jumlahnya.

Tak hanya mengganggu proses pembentukan sel darah putih, jenis sel darah lainnya juga ikut terkena dampak. Jumlah sel darah merah (eritrosit) dan trombosit jadi menurun bahkan sampai kritis di bawah normal. Selanjutnya, muncullah berbagai gejala leukemia yang dirasakan oleh tubuh.

Baca Juga: 7 Gejala Utama Leukemia Pada Anak, Ortu Perlu Waspada

Mengenal klasifikasi dan jenis-jenis leukemia

Secara umum, ada beberapa jenis leukimia yang utama, yaitu:

  • Leukemia limfositik akut (ALL), merupakan adalah jenis leukimia pada anak yang paling umum. Namun, ALL juga dapat menyerang orang dewasa.
  • Leukemia myelogenous akut (AML), adalah jenis umum dari leukemia akut pada orang dewasa, tapi juga bisa terjadi pada anak-anak.
  • Kronis leukemia limfositik (CLL), adalah jenis umum dari leukemia kronis pada orang dewasa. Gejala leukemia ini biasanya akan membaik selama bertahun-tahun tanpa perlu pengobatan.
  • Kronis myelogenous leukemia (CML), termasuk jenis leukemia kerap  menyerang orang dewasa. Orang yang mengidap CML mungkin memiliki sedikit atau bahkan tidak mengalami gejala apa pun selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun sebelum memasuki fase di mana sel-sel leukemia tumbuh lebih cepat.
  • Jenis leukemia lainnya. Ada jenis leukemia yang langka, termasuk leukemia sel berbulu, sindrom myelodysplastic, dan gangguan myeloproliferative.

Jenis leukemia berdasarkan kecepatan dan keberlangsungan penyakit

Dilihat dari kecepatan dan proses terjadinya penyakit, waspadai jenis leukemia berikut ini:

1. Leukemia akut

Pada leukemia akut, sel-sel darah yang abnormal adalah sel-sel darah yang belum matang. Sel-sel ini tidak dapat berfungsi secara normal dan berkembang dengan cepat.

Kanker darah yang tergolong akut dapat menjangkiti tubuh penderitanya dengan cepat. Kondisi ini membutuhkan pengobatan agresif dan tepat waktu.

2. Leukemia kronis

Beda dengan leukemia akut, leukemia kronis ditandai dengan sel darah putih abnormal yang tergolong lebih matang. Perkembangan sel abnormal ini tergolong lebih lambat dan masih bisa berfungsi normal dalam jangka waktu tertentu.

Ada banyak jenis leukemia kronis yang perlu diwaspadai. Beberapa menghasilkan banyak sel, dan sebagian lainnya menyebabkan lebih sedikit sel. Sebagian leukemia kronis juga tidak menimbukan gejala awal dan sulit didiagnosis selama bertahun-tahun.

Klasifikasi leukemia berdasarkan jenis sel darah putih yang terkena

Jenis leukemia juga dibedakan berdasarkan jenis sel darah putih yang terkena, yakni:

1. Leukemia limfositik

Leukemia limfositik adalah jenis leukemia yang mempengaruhi sel-sel limfoid (limfosit), yaitu sel yang membentuk jaringan limfatik. Jaringan limfatik ini bertugas untuk membentuk sistem kekebalan tubuh.

Baca Juga: Kelenjar Getah Bening

2. Myelogenous leukemia

Myelogenous leukemia adalah jenis kanekr darah yang mempengaruhi sel-sel myeloid, yaitu sel yang menghasilkan sel darah merah, sel darah putih, dan sel platelet (trombosit).

Faktor risiko penyebab leukemia

Pada dasarnya, penyebab leukemia belum diketahui secara pasti. Namun, para ahli menduga kanker darah ini berkembang dari kombinasi faktor genetik dan lingkungan.

Itu artinya, perkembangan leukemia tidak hanya dipengaruhi oleh satu sebab melainkan gabungan dari beberapa faktor. Kebiasaan pola hidup yang tidak sehat nampaknya juga berhubungan erat dengan leukemia.

Ada sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena beberapa jenis leukemia. Sebagian faktor sebetulnya masih bisa diubah, namun sebagian lainnya tidak bisa kita hindari.

Agar lebih jelas, berikut beberapa faktor yang dapat meningkatakn risiko kanker darah, antara lain: 

1. Pengobatan kanker sebelumnya

Orang-orang yang pernah menderita kanker dan menjalani terapi berupa kemoterapi dan terapi radiasi cenderung berisiko mengidap leukemia jenis tertentu. Radiasi yang digunakan untuk membunuh sel-sel kanker ternyata juga dapat memengaruhi sel-sel tubuh yang sehat.

Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memicu mutasi genetik dan meningkatkan risiko kanker darah.

2. Kelainan genetik

Leukemia atau kanker darah juga dapat dipengaruhi oleh faktor genetik. Kelainan genetik tertentu, seperti pada sindrom Down, diketahui dapat meningkatkan risiko terjadinya leukemia.

3. Paparan bahan kimia tertentu

Paparan bahan kimia tertentu diam-diam termasuk ke dalam daftar risiko penyebab leukemia jenis tertentu. Salah satunya paparan benzena, zat yang sering ditemukan dalam bensin dan digunakan oleh industri kimia.

4. Merokok

Kebiasaan merokok sudah lama diketahui sebagai penyebab kanker paru. Namun, zat-zat racun dalam rokok ternyata diam-diam juga berpotensi merangsang pertumbuhan kanker lainnya, seperti kanker pankreas, kanker serviks, hingga leukemia myelogenous akut (AML).

5. Riwayat keluarga leukemia

Waspadai jika terdapat anggota keluarga Anda yang pernah atau sedang terkena kanker darah. Pasalnya, risiko penyakit leukemia cenderung meningkat jika ada riwayat leukemia dalam garis keluarga.

6. Jenis kelamin 

Laki-laki lebih berisiko untuk mengembangkan kanker darah jenis CML, CLL dan AML daripada wanita.

7. Umur

Seiring bertambahnya usia, setiap orang lebih berisiko mengidap leukemia, kecuali jenis kanker darah ALL.

8. Sistem imun rendah

Orang-orang dengan daya tahan tubuh lemak lebih rentan terserang penyakit, termasuk leukemia. Hal ini sering terjadi pada orang-orang yang sedang minum obat penekan sistem imun saat menjalani transplantasi organ.

Baca Juga: Mitos dan Fakta Seputar Leukimia yang Wajib Anda Ketahui

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Medical News Today. Leukemia: Causes, treatment, and early signs. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/142595.php). 28 Agustus 2019.
Healthline. Leukemia: Definition, Risk Factors, Causes, Symptoms, and Treatment. (https://www.healthline.com/health/leukemia). 25 Agustus 2017.
WebMD. Leukemia: Symptoms, Causes, Types, Diagnosis, Treatment. (https://www.webmd.com/cancer/lymphoma/understanding-leukemia-basics). 28 Oktober 2019.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Buka di app