Kesehatan Fisik

Pemicu Kanker Paru-paru Pada Perokok Pasif

Update terakhir: Mar 9, 2019 Waktu baca: 2 menit
Telah dibaca 620.216 orang

Pemicu Kanker Paru-paru Pada Perokok Pasif


Semua orang tahu bahwa cara nomor satu menurunkan risiko terkena kanker paru-paru adalah dengan tidak merokok. Atau jika Anda sudah merokok, berhenti. Berhenti merokok hanya dalam beberapa jam,  tingkat karbon monoksida dalam darah mulai turun, yang membantu meningkatkan kemampuan darah untuk mengangkut oksigen ke sel-sel Anda. Dan hanya dalam beberapa tahun, risiko Anda terhadap kanker, penyakit jantung dan penyakit kronis lainnya, juga turun.

Rokok mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia beracun, di dalam rokok itu sendiri, juga di asapnya. Menurut CDC,  risiko kematian akibat kanker paru meningkat sebesar 15-30% pada perokok.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Meskipun 90 persen kasus kanker paru-paru adalah perokok aktif tapi sekitar 20 persen dari mereka yang meninggal karena kanker paru-paru setiap tahunnya adalah perokok pasif. Kanker paru pada perokok pasif sering memiliki karakteristik genetik tertentu yang membedakannya dari tumor yang ditemukan pada perokok aktif.

Jika Anda bukan perokok, Anda dapat mengurangi risiko kanker paru dengan cara mengeliminasi hal-hal pemicu ini:

1. Polusi udara di luar ruangan. Itu termasuk knalpot mesin diesel, pelarut, logam, debu dan partikel-partikel kecil di udara.

2. Menjadi perokok pasif, usahakan untuk tidak menghirup asap orang lain,  baik di dalam rumah, mobil, tempat umum atau tempat kerja. Ada sekitar 7.000 kematian orang dewasa setiap tahun akibat menjadi perokok pasif. Ini bukan imajinasi,  asap rokok memiliki efek berbahaya seketika pada jantung dan pembuluh darah. Bukan cuma rokok yang berbahaya, asap dari produk tembakau lain pun, semisal cerutu, seyogyanya Anda hindari.  Satu cerutu besar menghasilkan sebanyak asap sebanyak satu pak rokok.


3. Paparan gas radon. Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) mengatakan ini adalah penyebab utama kanker paru-paru pada perokok pasif, yang bertanggung jawab untuk 21.000 kematian akibat kanker paru-paru setiap tahun. Risiko tertinggi jika Anda sudah tinggal selama bertahun-tahun di sebuah rumah yang terkontaminasi oleh radon. Karena Anda tidak dapat melihat atau mencium bau gas radon, pengujian oleh ahlinya menjadi satu-satunya cara untuk mendeteksi keberadaan radon di sekitar atau rumah Anda. Radon bisa muncul secara alami dalam jumlah tidak berbahaya luar. Radon dapat menjadi ancaman bahaya jikai rumah Anda dibangun di atas tanah yang mengandung deposito uranium alam.

4. Kontaminan di tempat kerja. Asbes dan asap dari bahan bakar diesel juga dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

5. Mutasi gen. Beberapa gen dapat kehilangan kemampuan mereka untuk menekan keberadaan tumor. Selain itu, mutasi DNA yang diwariskan juga dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru. Perubahan gen pada diri kita sendiri lebih banyak menjadi pencetus kanker paru-paru dibanding perubahan gen yang diwaris dan itu bisa terjadi secara acak.


Kita mungkin tidak bisa mengendalikan segala sesuatu, tetapi menyadari beberapa faktor risiko dapat menjadi langkah pertama dalam menurunkan kemungkinan Anda didiagnosa menderita kanker paru-paru. Biasakan memakan makanan yang sehat dan beragam.  Penelitian telah menunjukkan bahwa diet kaya buah-buahan dan sayuran seperti brokoli, kubis dan kembang kol dapat membantu mengurangi risiko kanker paru-paru. Ini berlaku bagi perokok aktif dan perokok pasif.

Ditinjau oleh: dr. Deffy Leksani Anggar Sari

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit