Kesehatan Fisik

10 Penyebab Kanker Otak dan Tumor Otak Ini Perlu Diwaspadai

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Sep 23, 2020 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 4 menit
10 Penyebab Kanker Otak dan Tumor Otak Ini Perlu Diwaspadai

Dibandingkan jenis kanker lainnya, kanker otak memang cukup jarang terjadi. Menurut American Cancer Society, setiap orang diperkirakan berisiko kurang dari 1% mengidap tumor otak ganas dalam hidupnya. Meski demikian, kita tetap harus waspada karena penyakit ini bisa terjadi kapan saja dan menyerang siapa saja. Lantas, apa saja penyebab kanker otak dan bisakah dihindari? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Sekilas tentang kanker otak

Kanker otak adalah kondisi saat sel-sel otak tumbuh secara abnormal dan membentuk massa yang disebut tumor. Kanker atau tumor ganas yang pada otak cenderung tumbuh sangat cepat dan terus menggerogoti otak dari hari ke hari.

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Baca Juga: Mengenal Kanker Otak dan Tumor Otak

Perkembangan kanker di organ vital yang satu ini akan mengganggu fungsi tubuh bahkan mengancam nyawa. Sejumlah gejala tumor dan kanker otak yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Sering sakit kepala yang biasanya lebih buruk di pagi hari
  • Mual sampai muntah
  • Berkurangnya koordinasi dan keseimbangan anggota tubuh
  • Kesulitan berjalan
  • Gangguan memori atau daya ingat
  • Sulit berpikir
  • Bicaranya terganggu
  • Gangguan penglihatan
  • Perubahan kepribadian
  • Mati rasa atau kesemutan di lengan atau kaki
  • Kejang-kejang

Baca Selengkapnya: Ciri-Ciri dan Gejala Tumor Otak

Bila diperhatikan sekilas, gejala kanker otak tersebut mirip seperti gejala penyakit pada umumnya. Maka itu, bila Anda mengalami salah satu atau beberapa gejala di atas, segera periksakan diri ke dokter guna memastikan penyebabnya.

Penyebab kanker otak yang perlu diwaspadai

Penyebab kanker otak masih belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena kanker otak, di antaranya:

1. Usia

Setiap orang berisiko mengalami kanker otak, terlepas dari berapa pun usianya. Namun, risiko penyakit ini bisa meningkat seiring bertambahnya usia. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

2. Jenis kelamin

Pria maupun wanita memiliki risiko yang sama terhadap kanker otak. Namun, wanita berisiko 2 kali lebih besar terkena kanker otak jenis meningioma. Sedangkan kanker otak tipe medulloblastoma lebih sering ditemukan pada laki-laki.

3. Paparan bahan kimia

Penyebab kanker otak dicurigai bisa berasal dari paparan bahan kimia industri atau pelarut tertentu. Para ahli melaporkan adanya keterkaitan antara tumor otak dengan orang-orang yang bekerja di industri penyulingan minyak, manufaktur karet, dan pembuatan obat.

4. Asap rokok

Paparan asap rokok jangka panjang bisa menjadi salah satu faktor penyebab kanker otak. Hal ini karena asap rokok mengandung ratusan zat kimia berbahaya yang siap merusak tubuh. Asap rokok tak hanya bisa memicu kanker otak, tapi juga beberapa jenis kanker lainnya seperti kanker paru dan kanker prostat.

5. Radiasi

Paparan radiasi adalah satu-satunya faktor risiko yang sudah hampir pasti dapat menyebabkan kanker otak. Namun, hal ini terbatas pada beberapa jenis kanker seperti meningioma dan kanker glioma. 

Kedua jenis tumor otak tersebut lebih umum terjadi pada orang-orang yang menjalani radioterapi, CT scan, atau rontgen kepala. Risiko yang sama juga terjadi pada anak-anak yang menjalani pengobatan kanker dengan terapi radiasi. 

Namun bagaimanapun, rontgen dan CT scan sangat penting untuk mendiagnosis penyakit agar pengobatan yang diberikan sesuai dengan kondisi pasien. Dokter dan dokter gigi tentu sudah mengukur paparan radiasi serendah mungkin untuk meminimalisir efek samping tersebut.

Iklan dari HonestDocs
Meso Slimming Treatment di Reface Clinic

Meso Slimming merupakan teknik non-bedah kosmetik dimana mikroskopis kecil dari obat-obatan kelas medis, vitamin, mineral dan asam amino disuntikkan ke dalam lapisan kulit. Penyuntikan dilakukan pada bagian atas dan tengah untuk mengatasi berbagai jenis masalah penumpukan lemak. Suntikan akan diberikan ke dalam mesoderm, yaitu lapisan lemak dan jaringan di bawah kulit. Befungsi untuk menghilangkan lemak tubuh yang tidak diinginkan dan selulit.

Meso slimming treatment di reface clinic

6. Memiliki kanker di tempat Lain

Penyebab kanker otak juga bisa berasal dari penyebaran kanker di bagian tubuh lainnya. Pasalnya, kanker bisa menyebar atau bermetastasis melalui pembuluh darah sampai akhirnya mendarat di otak.

Jenis kanker yang dimaksud meliputi:

7. Riwayat kanker sebelumnya

Kanker otak juga dapat terjadi jika terdapat riwayat kanker sebelumnya, terutama sejak usia anak-anak. Beberapa jenis kanker yang bisa memicu kanker otak di kemudian hari meliputi leukemia, limfoma non Hodgkin, atau tumor otak glioma.

Hal ini dipengaruhi oleh terapi yang pernah dijalani sebelumnya. Salah satu contohnya adalah kemoterapi methotrexate.

Obat metotreksat akan dimasukkan ke dalam cairan di sekitar sumsum tulang belakang untuk mengobati leukemia. Namun, pengobatan kanker tersebut telah terbukti dapat meningkatkan risiko tumor otak. 

8. Riwayat keluarga dan kondisi genetik

Risiko terkena kanker otak juga lebih tinggi pada orang-orang yang anggota keluarganya (baik orang tua atau saudara kandung) terkena tumor otak. Hal ini dipengaruhi oleh faktor genetik yang memang sudah dibawa sejak lahir.

Orang yang mengalami sindrom tertentu juga lebih berisiko mengidap kanker otak, contohnya:

9. Penyakit HIV / AIDS

Orang dengan HIV atau AIDS (ODHA) diketahui berisiko 2 kali lebih besar menderita kanker otak dibandingkan dengan orang sehat pada umumnya. Penderita HIV/AIDS memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih rendah sehingga rentan terkena infeksi atau penyakit.

Baca Selengkapnya: Gejala dan Ciri-Ciri Terkena HIV AIDS Tahap Awal Sampai Lanjut

10. Obesitas

Kelebihan berat badan atau obesitas tidak hanya memicu penyakit jantung dan kardiovaskular, tapi diam-diam juga bisa menjadi penyebab kanker otak. Seseorang dikatakan mengalami kelebihan berat badan jika indeks massa tubuh (IMT) 25-30, sedangkan batas IMT kategori obesitas adalah 30 atau lebih tinggi.

Hitung berat badan Anda dengan Kalkulator Berat Badan.

Untuk menjaga berat badan ideal, cobalah untuk mulai aktif berolahraga guna membakar kalori dan kelebihan berat badan dalam tubuh. Jangan lupa seimbangkan dengan konsumsi makan-makanan yang sehat dan hindari makanan berlemak agar tidak memicu obesitas. 

Baca juga artikel berikut:

  • Makanan 4 Sehat 5 Sempurna yang Penting Dikonsumsi
  • 16 Cara Menurunkan Berat Badan yang Sehat dan Alami
  • Cara Cepat Menurunkan Berat Badan

30 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
The Most Common Brain Tumor: 5 Things You Should Know. Johns Hopkins Medicine. (https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/the-most-common-brain-tumor-5-things-you-should-know)
Early symptoms of a brain tumor: Mental and physical signs. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/326225.php)
Brain tumours. NHS (National Health Service). (https://www.nhs.uk/conditions/brain-tumours/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app