Furosemide: Obat Untuk Mengobati Garam Berlebihan Didalam Tubuh

Update terakhir: Feb 18, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 187.658 orang

Furosemide mungkin sudah sering kita dengar terutama di Rumah Sakit ataupun di apotik. Obat ini merupakan obat turunan asam antranilat yang berfungsi sebagai loop diuretik. Obat yang memiliki nama generik furosemide dan nama dagang atau paten adalah Lasix, Diuvar, Furosix dan beberapa nama lainnya yang dijual. 

Obat ini terutama digunakan untuk membuang cairan atau garam berlebihan didalam tubuh melalui urin atau kencing dan mengurangi pembengkakan pada tubuh dan juga sering dikombinasikan dalam pengobatan tekanan darah tinggi. Setelah pemakaian obat ini baik oral maupun suntikan dapat langsung bekerja dengan cepat dalam setengah hingga satu jam, dan kemudian anda akan lebih sering merasakan ingin kencing. Lebih rinci lagi, obat ini akan dibahas di dalam artikel ini, Mari kita simak lebin lanjut di bawah ini... 

Apa indikasi pemberian furosemide ?

Obat furosemide biasanya diberikan untuk mengurangi cairan berlebihan dalam tubuh atau pembengkakan (edema) yang disebabkan oleh beberapa kondisi seperti ginjal (sindrom nefrotik), gagal jantung, dan penyakit hati, serta terapi tambahan pada edema serebral atau edema paru. 

Selain itu obat ini digunakan sebagai obat antihipertensi atau mengobati tekanan darah tinggi, menurunkan kadar kalsium yang tinggi dalam darah atau hiperkalsemia. Dan pemberiannya juga tergantung pertimbangan dari dokter ahli. 

Bagaiman kondisi kontraindikasi pemberian furosemide ?

Pada beberapa keadaan, obat furosemide tidak dianjurkan untuk digunakan yaitu penderita yang diketahui memiliki riwayat alergi terhadap obat ini atau obat sulfonamide karena dapat menimbulkan reaksi yang parah hingga kesulitan bernapas bahkan aktivasi lupus, penderita yang sedang mengalami anuria atau tidak bisa buang air kecil (jumlah urin <50 ml dalam 12 jam), dan ibu hamil karena dapat memberikan efek buruk pada janin. 

Selain itu, beberapa kondisi kesehatan yaitu diabetes dapat membuat kesulitan dalam kontrol gula darah, gangguan fungsi tiroid, gangguan kandung kemih, asam urat tinggi, sirosis hati dan mengidap lupus, semua kondisi ini dapat memperburuk perjalanan penyakit yang diderita. 

Efek samping apa yang ditimbulkan oleh furosemide ?

Sama halnya dengan obat-obat lainnya, furosemide juga berpotensi menimbulkan efek samping. Tapi seiring dengan penyesuaian tubuh dengan obat, efek samping akan berkurang dan hilang. Ada beberapa efek samping yang umumnya terjadi dalam penggunaan furosemide adalah sebagai berikut:

  • terasa lemas,
  • pusing,
  • sakit kepala,
  • penglihatan buram,
  • tidak nafsu makan,
  • berat badan turun,
  • mual muntah,
  • kulit nampak menguning,
  • telinga terasa berdenging,
  • nyeri pada badan,
  • bengkak apabila tidak buang air kecil,
  • diare,
  • gangguan pernapasan,
  • denyut jantung menjadi cepat,
  • sulit konsentrasi,
  • otot-otot kaki menjadi lemah dan tidak nyaman,
  • beberapa reaksi kulit seperti gatal, ruam dan bengkak biasanya pada mulut dan wajah, serta beberapa efek lainnya yang berbeda-beda tiap orangnya. 

Berapa dosis furosemide yang dianjurkan ?

Obat furosemide yang tersedia di pasaran ada terdiri dari dua macam sediaan yaitu tablet oral dosis 20 mg, 40 mg, 80 mg dan injeksi atau suntikan dosis 8 mg, 20 mg. Untuk dosis yang dianjurkan oleh dokter tergantung usia dan kondisi medis penderita, untuk dosis dewasa yang digunakan pada pengobatan edema gagal jantung kongestif, gagal ginjal, ascites, hipertensi, oliguria nonobstruktif, dan edema paru adalah diberi dosis awal furosemide tablet 40 mg pagi hari dan dosis penunjang 20-40 mg ditingkatkan sampai 80 mg sehari. 

Jika kondisi memburuk atau dikurangi 20 mg secara berkala bila membaik, dan untuk dosis dewasa dengan hipertensi disarankan dosis tablet oral 40-80 mg/hari dalam dosis tunggal atau dikombinasi dengan obat antihipertensi lainnya, serta apabila diberikan secara suntikan intravena atau intramuskular dosis furosemide yang digunakan 10-20 mg dalam 1-2 menit yang dapat diulang dalam waktu 2 jam hingga efek tercapai.

Dan apabila pengobatan secara infus intravena dosis yang digunakan adalah 0,1 mg/kgBB sebagai dosis awal, kemudian tingkatkan dua kali lipat setiap 2 jam sekali hingga dosis maksimal 0,4 mg/kgBB. Sedangkan untuk anak-anak dengan edema dosis yang diberikan 1-3 mg/kgBB sehari dengan maksimal dosis 40 mg sehari dan untuk pemberian suntikan atau injeksi pada anak hanya dilakukan bila keadaan mendesak atau mengancam jiwa dengan dosis 1 mg/kgBB hingga maksimum 20 mg/hari).

Apa saja interaksi yang muncul dari pemberian furosemide ?

Interaksi obat mampu mengubah kinerja obat atau meningkatkan risiko efek samping yang tidak diinginkan. Khususnya pemberian furosemide dapat menimbulkan efek interaksi bila diberikan bersamaan dengan obat-obat tertentu seperti bersama dengan obat antiinflamasi non steroid dan antibiotik golongan sefalosporin berpotensi meningkatkan efek kerusakan ginjal, dengan obat aminoglikosida, asam ethacynic meningkatkan efek kerusakan telinga, 

dengan obat antihipertensi golongan ACEI seperti captopril dapat menurunkan tekanan darah secara drastis dan penurunan fungsi ginjal, dengan obat glikosida jantung dan antihistamin dapat meningkatkan risiko kerusakan jantung, dengan obat antidiabetes dapat menurunkan kinerja obat antidiabetes, dan dengan obat salisilat dapat menghilangkan efek diuretik. Sehingga sangat penting berkonsultasi dengan dokter mengenai obat yang sementara dikonsumsi sebelum pemberian furosemide.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit