Fungsi Penting Testis dan risiko yang menyertainya

Dipublish tanggal: Sep 22, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit

Testis merupakan organ yang sangat penting, karena memiliki fungsi yang sangat penting untuk reproduksi. Testis memproduksi sperma dan hormon testosteron

Karena perannya sangat penting dalam tujuan memperoleh keturunan, maka sangat dianjurkan untuk menjaga dan selalu merawat testis agar bisa terhindar dari gangguan kesehatan, khusunya bagian reproduksi.

Testis merupakan organ yang dimiliki oleh pria, dengan panjang sekitar 5 cm. Testis akan tumbuh pada saat seorang pria mengalami masa pubertas, yaitu di usia 10-13 tahun. Saat dalam masa pertumbuhan, kulit pembungkus yang disebut skrotum akan berwarna gelap dan akan ditumbuhi rambut, serta menggantung ke bawah.

Fakta seputar Testis

Testis merupakan organ reproduksi yang hanya dimiliki pria, berada diluar dan terdapat juga didalam panggul. Organ pada pria ini tidak seperti wanita yang organ reproduksinya berada didalam panggul. 

Organ reproduksi pada pria terdapat testis, sistem saluran yang terdiri dari epidermis dan vas deferens, dan kelenjar aksesori yang meliputi vestikula dan kelenjar prostat, serta penis. Setiap bagian memiliki fungsinya masing-masing bagi kesehatan.

Testis memiliki fungsi yang sangat penting, karena peranannya yang menyimpan dan memproduksi sperma setiap harinya. Sperma akan membuahi sel telur saat terjadi ejakulasi ketika melakukan hubungan intim.

Fakta yang perlu Anda ketahui tentang testis, yaitu:

  • Testis memiliki ukuran yang berbeda antara testis kanan dengan testis kiri, ukuran testis kanan lebih besar dari ukuran testis kiri.
  • Skrotum akan menyusut ketika terkena udara dingin, dan akan mengendor ketika terkena udara panas.
  • Testis yang normal akan terasa halus tanpa benjolan dan gumpalan.

Gangguan yang terjadi pada Testis

Letaknya yang menggantung diluar tubuh skrotum tidak memiliki perlindungan, testis sangat mudah untuk mengalami cedera.

Fungsi testis akan terganggu ketika testis mengalami pembengkakan atau rasa sakit yang terjadi pada testis. Berikut ini beberapa gangguan yang bisa terjadi pada testis:

  • Penyakit seksual, seperti chlamydia yang akan muncul beberapa gejala sebagai berikut:
    1. Muncul benjolan, luka atau lepuhan pada penis
    2. Penis terasa gatal dan terbakar
    3. Nyeri ketika buang air
    4. Kencing nanah
    5. Nyeri pada bagian perut bawah
    6. Demam menggigil
    7. Muncul benjolan kelenjar getah bening
    8. Muncul ruam kemerahan pada penis
    • Terjadi cedera pada testis
    • Verikokel, pembengkakan pada testis yang terjadi di pembulu darah vena yang mengalirkan darah keluar dari testis, gejala yang ditimbulkan sebagai berikut
      1. Rasa yang tidak nyaman pada skrotum
      2. Nyeri yang bertambah saat berdiri dan melakukan aktifitas fisik dalam waktu yang lama
      3. Muncul benjolan di testis
      4. Skrotum menjadi bengkak
      5. Pembesaran vena yang akan terlihat seperti cacing pada skrotum
      • Kanker testis, kondisi ketika sel-sel pada testis tumbuh tidak terkendali, kanker testis merupakan kasus yang langka. Kondisi ini biasanya terjadi pada usia 14-49 tahun berikut gejala yang akan muncul ketika kanker testis menyerang
        1. Benjolan dan pembengkakan di salah satu testis. Pembengkakan disertai rasa nyeri
        2. Rasa sakit dan pegal yang terjadi pada bagian testis dan skrotum. Biasanya rasa ini bisa datang dan pergi
        3. Terjadi penimbunan cairan pada sekitar skrotum dan akan menjadi mudah lelah ketika sel tumbuh di dalam testis
        • Penimbunan cairan pada area testis atau dalam dunia medis biasa disebut dengan hidrokel
        • Torsio testis kondisi buah zakar terpelintir, dan terasa nyeri, torsio biasanya dialami oleh laki-laki diusia berapapun, biasanya kebanyakan terjadi di usia 12-16 tahun.

        Penyakit pada testis tidak bisa dianggap sebagai masalah sepele, karena dapat menjadi serius ketika tidak ditanggani. Gangguan yang terjadi, seperti gangguan hormone, masalah seksual dan infertilitas.

        Untuk menjaga agar testis tidak menggalami gangguan, penyakit dan cedera, terdapat beberapa yang dapat melindungi alat reproduksi. 

        Anda dapat menggunakan kondom saat berhubungan intim untuk memberikan pencegahan penyakit seksual yang menular, menggunakan pelindung yang dapat melindungi buah zakar ketika berolah raga untuk menjaga buah zakar dari cedera, jangan lupa untuk vaksin MMR yang untuk mencegah radang testis yang diakibatkan oleh virus. 

        Jika Anda mengalami masalah pada testis dan organ reproduksi lainnya, maka segera konsultasikan pada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.


        12 Referensi
        Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
        Male Reproductive Organ Anatomy: Overview, Gross Anatomy, Microscopic Anatomy. Medscape. (Accessed via: https://emedicine.medscape.com/article/1899075-overview)
        The male reproductive system - Male Sexual Organs. Patient. (Accessed via: https://patient.info/news-and-features/the-male-reproductive-system)
        Male reproductive system. Mayo Clinic. (Accessed via: https://www.mayoclinic.org/male-reproductive-system/img-20008048)

        Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

        Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
        (1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

        Buka di app