Fluocortolone: Manfaat, Efek Samping, dan Dosis

Update terakhir: Feb 17, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 386.482 orang

Steroid (kependekan dari kortikosteroid) adalah obat-obatan sintetis yang sangat mirip dengan hormon kortisol, hormon yang diproduksi kelenjar adrenalin secara alami. Kortikosteroid berbeda dari senyawa anabolic steroid yang digunakan oleh para binaragawan untuk membesarkan otot.

Kortikosteroid digunakan untuk mengatasi masalah peradangan yang terjadi pada tubuh. Obat ini dapat mengurangi pembengkakan, kemerahan, gatal, dan reaksi alergi. Oleh karena itu obat ini sering digunakan sebagai bagian dari perawatan untuk sejumlah penyakit yang berbeda, seperti alergi atau masalah kulit, asma, atau radang sendi. Kortikosteroid juga dapat digunakan untuk kondisi lain yang ditentukan oleh dokter Anda.

Fluocortolone adalah steroid yang cukup kuat. Obat ini termasuk ke dalam golongan obat-obatan yang digunakan dengan cara diaplikasikan pada kulit yang disebut kortikosteroid topikal. Fluocortolone telah terbukti mengurangi gatal, kemerahan dan peradangan akibat masalah kulit tertentu.

Bagaimana cara Fluocortolone?

Fluocortolone adalah kortikosteroid topikal yang digunakan dengan cara dioleskan pada kulit dan dapat menyerap ke dalam kulit sehingga dapat menekan reaksi peradangan pada area yang bersangkutan. Fluocortolone umumnya digunakan untuk meringankan gejala dan menekan tanda-tanda gangguan akibat peradangan ketika pengobatan lain seperti penggunaan lotion tidak efektif.

Apa yang perlu Anda ketahui sebelum menggunakan Fluocortolone

Untuk memastikan bahwa ini adalah perawatan yang tepat untuk Anda, sebelum Anda mulai menggunakan fluocortolone, penting bagi dokter Anda untuk mengetahui:

  • Jika Anda memiliki area kulit yang terinfeksi
  • Jika Anda memiliki rosacea atau jerawat
  • Jika Anda sedang hamil atau menyusui
  • Jika Anda pernah memiliki reaksi alergi terhadap obat kulit

Bagaimana dosis dan cara penggunaan Fluocortolone?

Fluocortolone tersedia dalam bentuk krim 20mg dengan merek dagang ultraproct. Yang digunakan dengan cara mengoleskan sedikit krim pada area kulit yang meradang. Kemudian dengan lembut gosokkan pada kulit sampai hilang. Jangan menggunakannya pada luka terbuka atau area kulit yang terinfeksi.

Fluocortolone tidak boleh diterapkan lebih dari dua kali sehari dengan jangka waktu pengobatan selama 7-14 hari. Jika gejala Anda tidak membaik dalam kurun waktu tersebut (atau jika memburuk), bicarakan dengan dokter Anda untuk mendapatkan petunjuk medis. Fluocortolone tidak boleh digunakan untuk waktu yang lama atau pada area tubuh yang luas, terutama pada anak-anak.

Setelah Anda menggunakan fluocortolone, ingatlah untuk mencuci tangan Anda (kecuali jika tangan Anda adalah area yang dirawat). Jika Anda menggunakan fluocortolone untuk pengobatan psoriasis, pastikan Anda menggunakan obat ini sesuai dengan petunjuk dokter. Obat ini tidak boleh digunakan untuk area psoriasis yang luas atau untuk jangka waktu yang lama, karena dapat menyebabkan kekambuhan lagi sesudahnya.

Setelah Anda selesai menggunakan fluocortolone, lanjutkan dengan penggunaan krim pelembab setiap hari. Krim pelembab akan membantu mencegah terjadinya kekambuhan.

Jika Anda menggunakan pelembab bersamaan dengan fluocortolone, oleskan pelembab terlebih dahulu. Kemudian tunggu 10-15 menit sebelum menggunakan fluocortolone.

Jika Anda harus menggunakan fluocortolone pada wajah Anda, berhati-hatilah untuk tidak terkena mata Anda dan jangan menggunakannya untuk jangka waktu yang lebih lama daripada yang disarankan.

Kecuali dengan arahan dokter, jangan perban atau balut pada daerah yang sedang dirawat, karena hal ini akan meningkatkan penyerapan steroid melalui kulit Anda dan meningkatkan risiko efek samping.

Apa efek samping yang dapat ditimbulkan oleh penggunaan Flucortolone?

Semua obat-obatan pasti memiliki efek samping. Efek samping bisa ringan, sedang atau mungkin berat. Walaupun obat ini jarang menimbulkan efek samping, tetepi pada kondisi tertentu, obat ini dapat menyebabkan efek samping seperti:

  • Penipisan kulit
  • Perubahan warna kulit
  • Sensasi terbakar
  • Stretch mark (striae)
  • Pembuluh darah halus tampak terlihat di bawah kulit
  • Pertumbuhan rambut berlebihan (hipertrikosis)
  • Dermatitis alergi (peradangan pada kulit)
  • Peradangan pada akar rambut

Di Amerika Serikat, Badan pengolahan Makanan dan Obat-obatan (FDA) menetapkan Flucortolone dalam obat Kategori Kehamilan C. Hal ni menunjukkan studi pada hewan menunjukkan beberapa gangguan pada janin hewan, tetapi belum ada studi yang membuktikan gangguan pada janin dapat terjadi bila digunakan pada manusia. Oleh karena itu, obat ini mungkin digunakan jika manfaatnya mungkin lebih besar daripada risiko yang dapat ditimbulkan.

Berapa banyak Felbamate yang dapat masuk ke dalam ASI tidak diketahui secara pasti. Jika Anda ingin menyusui bayi Anda, tanyakan kepada dokter Anda mengenai hal ini.

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Fluocortolone?

Obat ini tidak diketahui dapat mempengaruhi obat-obatan lainnya. Namun, sama dengan semua obat-obatan lain, jika Anda sudah mengonsumsi obat lain Anda harus selalu berkonsultasi dengan dokter atau apoteker sebelum menggunakan obat ini juga.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit