HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
DR. SCIENTIA INUKIRANA
Ditinjau oleh
DR. SCIENTIA INUKIRANA

Dysfungal Cream: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Okt 24, 2020 Tinjau pada Agu 30, 2019 Waktu baca: 2 menit

Dysfungal adalah obat anti jamur topikal untuk terapi lokal kandidiasis vagina dan untuk dermatofitosis (jamur yang paling banyak menginfeksi tubuh). Dysfungal mengandung ketoconazole, obat yang termasuk golongan imidazole sintetik.Berikut ini adalah informasi lengkap dysfungal yang disertai tautan merk-merk obat lain dengan nama generik yang sama.

Mengenai Dysfungal

Golongan

harus dengan resep dokter

Kemasan

dysfungal dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

  • Tube 10 gram krim 200 mg

Tersedia juga sediaan berupa :

  • dysfungal ss : Botol 60 ml larutan 1 % dan Botol 60 ml larutan 2 %

Kandungan

tiap kemasan dysfungal mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

  • Ketoconazole 200 mg / gram krim

Manfaat Dysfungal

Berikut ini adalah beberapa kegunaan dysfungal (ketoconazole) :

  • Sebagai obat anti jamur topikal untuk infeksi jamur pada kulit dan selaput mukosa, seperti kutu air (athlete’s foot), kurap, infeksi dermatofita pada kulit atau kuku tangan (tidak pada kuku kaki), kandidiasis (infeksi jamur atau sariawan), dan panu/Tinea versikolor.
  • Ketoconazole memiliki aktivitas sebagai antiandrogen dan efek antiglukokortikoid, yang telah digunakan sebagai pengobatan lini kedua untuk kanker prostat dan untuk menekan sintesis glukokortikoid dalam pengobatan cushing sindrom.
  • Dermatitis seboroik dan ketombe

Efek samping dysfungal

Berikut adalah beberapa efek samping dysfungal (ketoconazole) :

  • Efek samping ketoconazole yang umum diantaranya mualmuntahnyeri perut.
  • Efek samping yang lebih jarang misalnya  sakit kepala, ruam, urtikaria (biduran), pruritus (gatal), trombositopenia, paresthesia (kesemutan), fotofobia (silau), alopesia (kebotakan), ginekomastia, pemanjangan gelombang jantung (QT), peningkatan serum hati dan oligospermia.
  • Pada Juli 2013, FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengeluarkan peringatan bahwa ketoconazole pil dapat menyebabkan kerusakan hati yang parah dan masalah kelenjar adrenal. mereka menyarankan untuk tidak menggunakan obat ini sebagai pengobatan lini pertama untuk infeksi jamur apapun. Gunakan obat ini hanya jika terapi antijamur alternatif tidak tersedia atau tidak memberikan hasil yang baik.
  • Jangan menggunakan dysfungal untuk pasien yang memiliki riwayat hipersensitif (alergi) pada ketoconazole atau obat golongan imidazole lainnya.

Dosis dysfungal

Dysfungal (ketoconazole) diberikan dengan dosis sebagai berikut :

  • Oleskan pada tempat infeksi 1-2 x sehari setelah mandi.
  • lama durasi pengobatan tergantung pada jamur penyebabnya
  • infeksi jamur ragi : 2-3 minggu, Tinea cruris (pada selangkangan, alat kelamin hingga bokong) 2-4minggu, Tinea corporis (seluruh tubuh) 3-4 minggu, Tinea pedis (kaki) 4-6minggu.
  • Infeksi panu 2-3 minggu

Perhatian

Hal-hal yang perlu diperhatikan pasien selama menggunakan obat ini adalah sebagai berikut :

  • Pemakaian harus dihentikan jika muncul ruam kulit atau tanda lain yang menunjukkan reaksi alergi.

Penggunaan dysfungal oleh wanita hamil

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan dysfungal (ketoconazole) kedalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Penelitian pada hewan memang tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Namun fakta bahwa obat ini telah menunjukkan efek buruk pada janin hewan harus menjadi perhatian serius jika ingin menggunakan obat ini untuk wanita hamil. Disarankan sediaan oral hanya digunakan jika tidak ada pilihan lain yang lebih aman.Namun pada sediaan topikal seperti krim, shampoo, busa, dan gel yang diaplikasikan pada kulit, obat ini relatif aman digunakan oleh wanita hamil.


17 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Norris JF, Cunliffe WJ. Effect of Ketoconazole on Sebum Excretion Rate. Arch Dermatol. 1987;123(3):301. doi:10.1001/archderm.1987.01660270033010. JAMA Network. (https://jamanetwork.com/journals/jamadermatology/article-abstract/548033)
Ketoconazole: A Review of its Therapeutic Efficacy in Superficial and Systemic Fungal Infections. Springer Link. (https://link.springer.com/article/10.2165/00003495-198223010-00001)
Ketoconazole 2% w/w Shampoo - Summary of Product Characteristics. electronic medicines compendium (emc). (https://www.medicines.org.uk/emc/product/4559/smpc)

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app