Dexametasone: Obat Untuk Mengobati Reaksi Alergi

Update terakhir: Feb 5, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 248.256 orang

Apakah itu obat Dexametason?

Dexametason merupakan salah satu jenis obat kelompok Kortikosteroid. Obat ini dapat digunakan untuk masalah kesehatan yang berkaitan dengan suatu reaksi alergi ataupun reaksi peradangan. Cara kerja dari obat ini adalah dengan mencegah aktivasi pelepasan zat-zat / substansi tertentu dalam tubuh yang menyebabkan suatu reaksi inflamasi.

Manfaat

Obat Dexametason tersedia dalam bentuk cairan infus, cairan suntik, suspensi suntik, inhalation aerosol with adapter, tablet oral, dan sirup. Beberapa manfaat yang didapatkan dari penggunaan obat ini, antara lain digunakan sebagai pilihan pengobatan untuk penyakit autoimun (seperti Lupus), penyakit peradangan pada usus (seperti Chron’s Disease, ataupun Ulcerative Colitis), 

dan kondisi yang berkaitan dengan alergi (seperti penyakit asma bronkial, dan dermatitis). Selain itu, pada kondisi keganasan (misalnya saja kasus kanker), obat ini-pun dapat digunakan untuk pengobatan paska kemoterapi apabila terdapat mual hingga muntah. Obat ini juga dapat dipakai sebagai terapi untuk Cushing’s Syndrome dan Hiperplasia Adrenal Kongenital (HAK).

Dosis

Dosis dari obat ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, yaitu penyakit apa yang timbul, seberapa parahkah suatu penyakit, apakah ada riwayat alergi obat ini, respon tubuh seseorang terhadap pemberian obat ini, serta penyakit lainnya yang dapat bereaksi jika konsumsi obat Dexametason. Secara umum, penggunaan Dexametason pada awal terapi adalah dengan dosis 0,75-9 mg / hari. 

Obat ini dapat digunakan untuk terapi pada dewasa ataupun pada anak-anak. Hanya saja perhatikan lebih lanjut mengenai dosis untuk anak-anak, karena biasanya disesuaikan dengan berat badan anak. Perlu diperhatikan sebaiknya dalam penggunaan obat ini anda dapat mengikuti saran dari dokter yang merekomendasikan obat ataupun telah memeriksa anda secara langsung baik untuk dosis ataupun jumlah obat dalam sehari yang sudah disarankan untuk dikonsumsi. Beritahukan kepada dokter bilamana anda sedang menggunakan obat lain di luar dari obat Dexametason ini.

Efek Samping Obat

Efek sampung yang dapat ditimbulkan setiap obat dapat bereaksi berbeda-beda dan tergantung pada reaksi masing-masing individu. Jadi, penting untuk anda mengetahui efek samping yang dapat ditimbulkan dari penggunaan obat Dexametason ini, yaitu:

  • Merangsang pertumbuhan rambut ataupun bulu yang tidak biasa
  • Memicu timbulnya jerawat
  • Dapat mengganggu siklus tidur anda
  • Bisa menyebabkan sakit kepala
  • Membuat tubuh lemas
  • Menyebabkan kulit menjadi kering, bersisik, dan mudah untuk timbul memar
  • Sering buang air kecil
  • Meningkatkan rasa haus
  • Nyeri pada otot / sendi / tulang / ligamen
  • Perut terasa “begah”, tidak nyaman, hingga timbul nyeri perut

Sebaiknya dapat segera hentikan pemakaian obat Dexametasone bila mengalami satu atau lebih efek samping seperti di atas. Segera konsultasikan dan lakukan pemeriksaan ulang dengan dokter yang memberikan anda obat tersebut sehingga dapat dipikirkan alternatif lain sebagai solusi masalah kesehatan anda.

Ibu hamil dan ibu dalam masa menyusui

Obat ini termasuk dalam Kategori C bila dikonsumsi setelah kehamilan melewati trisemester pertama, yang artinya studi pada binatang percobaan menunjukan suatu reaksi efek samping terhadap janin, namun untuk wanita hamil sendiri belum ada studi kontrolnya. Obat Dexametasone ini hanya dapat dipergunakan bila memiliki manfaat yang lebih besar dan juga yang diharapkan melebihi daripada besarnya risiko terhadap janin. 

Bila dikonsumsi pada kehamilan trisemester pertama, maka obat ini termasuk dalam Kategori D, yaitu terdapat bukti yang benar menunjukkan risiko terhadap janin manusia, dan hanya dapat digunakan bila memiliki manfaat yang lebih besar daripada risikonya, seperti untuk kasus yang dapat mengancam jiwa baik ibu atau janin di kandungannya. 

Data mengenai penggunaan obat Dexametason terhadap ibu yang sedang dalam masa menyusui menunjukan bahwa obat ini dapat masuk ke dalam kandungan ASI walaupun hanya sedikit. Meskipun demikian, perlu diwaspadai efek samping yang ditimbulkan terhadap si kecil, yaitu dapat menghambat pertumbuhan, dapat mengganggu produksi endogenous corticosteroid, serta beberapa efek samping yang tidak diinginkan lainnya untuk si kecil.

Peringatan

  • Waspadai penggunaan obat Dexametason dan disarankan dengan indikasi dari dokter dulu sebelum mengenakannya bila anda merupakan wanita yang sedang hamil ataupun dalam masa menyusui.
  • Berikan informasi kepada dokter bila anda memiliki riwayat penyakit lainnya, seperti diabetes mellitus (kencing manis), gangguan sistem otot, penyakit jantung ataupun pembuluh darah, penyakit ginjal, glaukoma, katarak, kelainan sistem pembekuan darah, osteoporosis, penyakit hati (liver), gangguan mental, tekanan darah tinggi, dan infeksi paru-paru (seperti TBC Paru).
  • Hindari penggunaan obat ini bilamana baru saja menerima vaksinasi.
  • Jika baru saja menderita penyakit cacar ular (Herpes Zoster), cacar air, dan campak, maka sebaiknya dapat menginformasikan kepada dokter karena penggunaan obat ini dalam kondisi yang demikian perlu dihindari, sebab sistem kekebalan tubuh dapat melemah.
  • Sebaiknya tidak menghentikan pemakaian obat ini secara pribadi tanpa sepengetahuan dokter, karena dapat menyebabkan masalah kesehatan lainnya.
  • Hindari penggunaan obat ini dengan suplemen vitamin A, barbiturat, fenobarbital, rifampicin, fenitoin, serta antibiotik lainnya.
  • Stop pemakaian bila timbul reaksi alergi obat ataupun suatu overdosis, dan segeralah ke dokter untuk memeriksakan diri.

Overdosis

Jika menggunaan obat Dexametasone secara berlebihan, sebaiknya segeralah menemui dokter anda. Penggunaan dalam jangka panjang, dapat sebabkan peningkatan timbulnya acne, gangguan siklus haid, impotensi, hilangnya gairah seksual, membuat lemak pada tubuh menurun serta berpindah pada bagian tubuh yang tidak diinginkan, dan dapat membuat kulit lebih sensitif sehingga mudah untuk timbul kemerahan.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit