Dermatitis - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Dipublish tanggal: Apr 3, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Jul 9, 2019 Waktu baca: 4 menit

Apa itu Dermatitis?

Dermatitis adalah istilah umum untuk peradangan kulit dan seringkali membuat tidak nyaman bagi sebagian orang. Kulit biasanya akan terlihat kering, bengkak, dan tampak kemerahan. Kondisi ini dapat didasari oleh berbagai penyebab dan tidak menular.

Beberapa jenis lebih sering terjadi pada anak-anak, dan yang lain lebih umum terjadi pada orang dewasa. Penanganan dermatitis biasanya dilakukan dengan obat-obatan dan krim topikal.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Gejala Dermatitis

Gejala-gejala dermatitis berkisar dari kategori ringan hingga berat dan bergantung pada bagian tubuh mana yang terpengaruh. Perlu diketahui bahwa tidak semua penderita dermatitis mengalami semua gejala.

Secara umum, gejala dermatitis dapat meliputi:

  • ruam
  • lecet
  • kulit kering, pecah-pecah
  • kulit yang gatal
  • kulit terasa sakit, menyengat atau terbakar
  • kemerahan
  • pembengkakan

Tipe Dermatitis

Ada beberapa jenis dermatitis. Berikut ini adalah yang paling umum:

Dermatitis atopik

Dermatitis atopik, atau eksim, biasanya diwariskan dan berkembang selama masa bayi. Gejala yang biasa ditimbulkan adalah bercak kasar kering dan kulit gatal.

Dermatitis kontak

Dermatitis kontak terjadi ketika suatu zat menyentuh kulit Anda dan menyebabkan reaksi alergi atau iritasi. Reaksi ini dapat berkembang lebih lanjut menjadi ruam yang membakar, menyengat, gatal, atau melepuh.

Dermatitis dishidrotik

Pada dermatitis dishidrotik, kulit tidak dapat melindungi dirinya sendiri sehingga mengakibatkan kulit kering dan gatal dan seringkali dengan lepuhan kecil. Kondisi ini terjadi terutama pada kaki dan tangan.

Iklan dari HonestDocs
Beli IMBOOST FORCE 10TAB 1 STRIP via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Imboost force tablet 4

Dermatitis seboroik

Dermatitis seboroik, juga dikenal sebagai cradle cap pada bayi, sering terjadi pada kulit kepala. Ini dapat menyebabkan bercak bersisik, kulit merah, dan ketombe, dan juga dapat terjadi pada area kulit lainnya, seperti wajah atau dada.

Jenis-jenis dermatitis lainnya meliputi:

  • Neurodermatitis melibatkan bercak gatal yang sering dipicu oleh stres atau sesuatu yang mengiritasi kulit.
  • Dermatitis nummular melibatkan luka oval sebesar uang koin pada kulit dan sering terjadi setelah cedera pada kulit.
  • Dermatitis stasis melibatkan perubahan kulit karena sirkulasi darah yang buruk.

Penyebab Dermatitis

Penyebab dermatitis bervariasi tergantung dari jenisnya. Beberapa jenis, seperti eksim dishidrotik, neurodermatitis, dan dermatitis nummular, mungkin memiliki penyebab yang tidak diketahui.

Dermatitis kontak

Dermatitis kontak terjadi ketika Anda bersentuhan langsung dengan alergen tertentu. Bahan umum yang menyebabkan reaksi alergi termasuk deterjen, kosmetik, nikel, poison ivy, dan oak.

Eksim

Eksim atau dermatitis atopik disebabkan oleh kombinasi faktor-faktor seperti kulit kering, lingkungan, dan bakteri pada kulit. Kondisi ini sering bersifat genetik, dimana orang-orang dengan eksim sering memiliki riwayat keluarga dengan eksim, alergi, atau asma.

Dermatitis seboroik

Dermatitis seboroik kemungkinan disebabkan oleh jamur di kelenjar minyak. Kondisi ini cenderung menjadi lebih buruk di musim semi dan musim dingin. Jenis dermatitis ini juga tampaknya bersifat genetik bagi sebagian orang.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Alergi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 11

Dermatitis stasis

Dermatitis stasis terjadi karena sirkulasi yang buruk dalam tubuh, paling sering terjadi pada tungkai bawah dan kaki.

Faktor pemicu

Faktor pemicunya adalah apa saja yang menyebabkan kulit bereaksi. Itu bisa berupa zat, lingkungan atau sesuatu yang terjadi di tubuh. Pemicu umum untuk dermatitis meliputi:

  • stress
  • perubahan hormon
  • lingkungan
  • alergen

Faktor risiko Dermatitis

Faktor-faktor yang meningkatkan risiko terkena dermatitis, meliputi:

  • usia
  • lingkungan
  • riwayat keluarga dermatitis
  • kondisi kesehatan
  • alergi
  • asma

Beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko adalah sering mencuci dan mengeringkan tangan sehingga kehilangan minyak pelindung kulit dan mengubah keseimbangan pH.

Diagnosis Dermatitis

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mendiskusikan riwayat medis Anda sebelum membuat diagnosis. Dalam beberapa kasus, dokter dapat mendiagnosis jenis dermatitis hanya dengan melihat kondisi kulit.

Jika dokter mencurigai adanya reaksi alergi, tes tempel kulit (skin patch test) akan dilakukan. Dalam tes ini, dokter akan memberikan sejumlah kecil zat berbeda pada kulit Anda dan memeriksa jika terjadi reaksi alergi.

Dalam beberapa kasus tertentu, tes biopsi kulit akan dilakukan untuk mengetahui penyebab. Biopsi kulit berarti mengambil sampel kecil dari kulit, yang kemudian dilihat di bawah mikroskop.

Pengobatan Dermatitis

Perawatan untuk dermatitis tergantung pada jenis, keparahan gejala, dan penyebabnya. Gejala dapat sembuh sendiri setelah satu hingga tiga minggu. Jika tidak, dokter dapat merekomendasikan:

Antibiotik atau obat antijamur biasanya diberikan hanya jika infeksi telah berkembang. Sedangkan perawatan di rumah dapat dilakukan dengan pemberian kain dingin dan basah ke kulit untuk mengurangi rasa gatal dan ketidaknyamanan. Jika kulit Anda luka, Anda dapat menutupi luka dengan balutan atau perban untuk mencegah iritasi atau infeksi.

Gejala dermatitis kadangkala dapat memperburuk ketika stres. Terapi alternatif seperti akupunktur, pijat, dan yoga dapat membantu mengurangi stres. Perubahan pola makan, seperti menghindari makanan yang memicu reaksi, dapat membantu Anda mengelola gejala eksim. Dalam beberapa kasus, suplemen makanan, seperti vitamin D dan probiotik juga dapat membantu.

Pencegahan Dermatitis

Kesadaran adalah langkah pertama dalam menghindari dermatitis. Satu-satunya cara untuk mencegah reaksi alergi adalah dengan menghindari kontak dengan alergen atau zat yang menyebabkan ruam, seperti poison ivy. Tetapi jika Anda memiliki eksim, yang tidak selalu dapat dicegah, pilihan terbaik Anda adalah untuk mencegah timbulnya gejala.

Cobalah untuk menghindari menggaruk area yang terkena. Menggaruk dapat menimbulkan lecet atau luka bahkan memperparah yang sudah ada, juga dapat menyebarkan bakteri ke bagian lain dari tubuh Anda. Cara lain untuk mencegah kulit kering adalah dengan mandi lebih singkat, menggunakan sabun ringan, dan menggunakan air hangat.

Walaupun dermatitis tidak dianggap sebagai kondisi medis yang serius, akan tetapi menggaruk dengan keras atau terlalu sering dapat menyebabkan luka terbuka dan infeksi. Anda dapat mencegah atau mengendalikan kemungkinan timbulnya gejala dengan perawatan. Mungkin perlu beberapa waktu untuk mencari tahu perawatan yang tepat untuk Anda, dan Anda dapat mencoba berbagai hal, seperti obat-obatan dan menghindari iritasi.


11 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app