Doctor men
Ditinjau oleh
DR SCIENTIA INU KIRANA

Demensia - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: Aug 13, 2019 Tinjau pada Sep 2, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 1.351.183 orang

Demensia adalah penurunan fungsi kognitif  otak yang dapat memengaruhi:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal pembelanjaan Rp50.000.

Istock 943974286
  • ingatan
  • berpikir
  • bahasa
  • pertimbangan
  • tingkah laku

Demensia bukanlah suatu penyakit, melainkan ciri ciri atau gejala dari suatu penyakit. Beberapa demensia dapat bersifat progresif yang dapat memburuk dari hari ke hari. Nama lain demensia yaitu kepikunan dan biasa menyerang usia lanjut atau seseorang dengan kondisi penyakit otak tertentu.

Tahapan demensia

Dalam kebanyakan kasus, demensia bersifat progresif dan berkembang secara berbeda pada setiap orang. Namun, kebanyakan orang mengalami gejala tahapan demensia seperti berikut:

Demensia ringan Pada tahap ini, penderita demensia ringan sering mengalami gejala, meliputi:

  • penyimpangan memori jangka pendek
  • perubahan kepribadian, termasuk kemarahan atau depresi
  • salah menaruh benda atau kelupaan
  • kesulitan dengan tugas-tugas kompleks atau pemecahan masalah
  • kesulitan mengekspresikan emosi atau ide

Pada demensia ringan seseorang dapat mengalami penurunan kualitas hidup sehari-hari tetapi tidak bergantung pada orang lain.

Demensia sedang Pada tahap demensia ini, penderita membutuhkan perawatan karena gejalanya yang mengganggu aktivitas sehari-hari dan membutuhkan bantuan orang lain. Gejala yang dapat timbul, seperti:

  • penilaian yang buruk
  • kebingungan dan frustrasi
  • kehilangan memori yang mencapai lebih jauh ke masa lalu
  • membutuhkan bantuan dengan tugas-tugas seperti berpakaian dan mandi
  • perubahan kepribadian yang signifikan

Demensia berat Pada tahap akhir demensia ini, gejala mental dan fisik dari kondisi tersebut terus menurun. Seseorang dengan dementia berat sulit dimengerti dan sudah tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari tanpa bantuan orang lain. Kondisi ini berjalan minimal selama 6 bulan. Gejalanya meliputi:

  • ketidakmampuan untuk mempertahankan fungsi tubuh, termasuk berjalan dan akhirnya menelan dan mengendalikan kandung kemih
  • ketidakmampuan untuk berkomunikasi
  • membutuhkan bantuan penuh waktu
  • peningkatan risiko infeksi

Apakah Penyebab Demensia?

Penyebab Demensia Ada banyak penyebab demensia. Secara umum, demensia merupakan hasil dari degenerasi neuron (sel-sel otak) atau gangguan pada sistem tubuh lain yang mempengaruhi fungsi neuron. 

Beberapa kondisi lain yang dapat menyebabkan demensia, termasuk penyakit otak. Penyebab paling umum tersebut adalah penyakit Alzheimer dan demensia vaskular.

Beberapa penyebab demensia lainnya, termasuk:

Penyakit neurodegeneratif

  • Penyakit Alzheimer, paling banyak diderita
  • Penyakit Parkinson dengan demensia
  • demensia vascular, dapat disebabkan oleh stroke atau penyakit jantung
  • efek samping obat
  • alkoholisme kronis
  • tumor atau infeksi otak tertentu

Demensia berdarkan letaknya pada otak diantaranya:

  • demensia frontotemporal
  • kelumpuhan supranuclear
  • degenerasi kortikobasal

Penyebab lain demensia Demensia juga dapat disebabkan oleh kondisi lain, termasuk:

  • gangguan otak struktural, seperti hidrosefalus  dan hematoma subdural
  • gangguan metabolisme, seperti hipotiroidisme, defisiensi vitamin B-12, dan gangguan ginjal dan hati
  • racun, seperti timah

Gejala Demensia

Pada tahap awal, demensia dapat menyebabkan gejala, seperti:

  • Tidak bisa mengatasi perubahan dengan baik. Anda mungkin mengalami kesulitan menerima perubahan jadwal atau lingkungan.
  • Kesulitan dalam memori jangka pendek.
  • Kesulitan mengingat.
  • Kebiasaan repetitif.  Anda dapat mengajukan pertanyaan yang sama, menyelesaikan tugas yang sama, atau menceritakan kisah yang sama beberapa kali.
  • Kebingungan atau linglung.
  • Kesulitan mengikuti cerita orang lain.
  • Perubahan mood. Depresi, frustrasi, dan kemarahan tidak jarang terjadi pada penderita demensia.
  • Kehilangan minat. Sikap apatis dapat terjadi pada penderita demensia. Ini termasuk kehilangan minat pada hobi atau kegiatan yang pernah Anda nikmati.
  • Kebingungan. Orang, tempat, dan acara mungkin tidak lagi merasa akrab. Anda mungkin tidak ingat orang yang mengenal Anda.
  • Kesulitan menyelesaikan tugas sehari-hari. Anda mungkin kesulitan mengingat cara melakukan tugas yang telah Anda lakukan selama bertahun-tahun.

Tipe Demensia

Berbagai penyakit menyebabkan berbagai jenis demensia. Jenis demensia yang paling umum meliputi:

  • Penyakit Alzheimer. Jenis demensia yang paling umum, penyakit Alzheimer mencapai 60 hingga 80 persen dari kasus demensia.
  • Demensia vaskular. Jenis demensia ini disebabkan oleh berkurangnya aliran darah di otak. Ini mungkin hasil dari penumpukan plak di arteri yang mengalirkan darah ke otak atau stroke.
  • Penyakit Parkinson. Individu dengan penyakit Parkinson lanjut dapat mengembangkan demensia.
  • Demensia frontotemporal. Beberapa jenis demensia termasuk dalam kategori ini yang dipengaruhi oleh perubahan di bagian depan dan samping otak. Gejala termasuk kesulitan dengan bahasa dan perilaku. Karena bagian otak temporal mengalami gangguan kemungkinan penyimpan memori juga terganggu.

Pencegahan Demensia

Sebuah penelitian di tahun 2017 menemukan bahwa lebih dari sepertiga kasus demensia disebabkan oleh faktor gaya hidup dan lainnya seperti:

  • kurangnya pendidikan
  • hipertensi
  • obesitas
  • gangguan pendengaran
  • depresi
  • diabetes
  • aktivitas fisik
  • merokok

Dengan memperbaiki gaya hidup dan melakukan pencegahan dini dapat menunda atau mungkin mencegah beberapa kasus demensia.

Apakah Pengobatan Demensia?

Diagnosa

Tidak ada tes tunggal yang dapat mengkonfirmasi diagnosis demensia. Serangkaian tes dan pemeriksaan penunjang harus dilakukan untuk memastikan hasil diagnosis, termasuk:

  • riwayat medis menyeluruh
  • pemeriksaan fisik yang cermat
  • tes laboratorium, termasuk tes darah
  • gejala, termasuk perubahan dalam memori, perilaku, dan fungsi otak
  • riwayat keluarga

Pengobatan

Dua pilihan pengobatan untuk mengurangi gejala demensia adalah obat-obatan dan terapi non-obat.

Obat untuk demensia

Dua jenis obat digunakan untuk mengobati gejala penyakit Alzheimer, yaitu:

  • Inhibitor kolinesterase. Obat ini meningkatkan zat kimia yang disebut asetilkolin. Zat kimia ini dapat membantu membentuk ingatan dan meningkatkan penilaian. Zat ini juga dapat menunda gejala penyakit Alzheimer (AD) yang memburuk.
  • Memantine. Obat ini digunakan untuk menunda timbulnya gejala kognitif dan perilaku pada orang dengan AD sedang atau berat.

Kedua obat ini juga dapat diresepkan secara tunggal atau bersamaan. Konsultasikan kepada dokter mengenai efek samping yang mungkin terjadi.

Terapi Non-Obat

Terapi ini dapat membantu mengurangi gejala demensia dan meringankan beberapa komplikasi penyakit yang dapat ditangani. Perawatan non-obat umum untuk demensia meliputi:

  • Konsumsi makanan yang mengandung anti oksidan untuk pembentukan sel-sel otak
  • Olahraga teratur dan rajin membaca meningkatkan kapasitas memori
  • Memodifikasi lingkungan Anda. Kekacauan, kebisingan, dan stimulasi berlebihan dapat mengurangi fokus.
  • Memodifikasi tugas umum. Anda dapat bekerja dengan terapis atau penyedia layanan kesehatan lainnya untuk memecah tugas sehari-hari, seperti mandi atau perawatan, menjadi tugas yang dapat dikelola.
  • Occupational therapy.

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit