Ciri-Ciri Anak Terkena Polio

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 3 menit
Ciri-Ciri Anak Terkena Polio
Polio adalah penyakit yang disebabkan oleh virus polio yang sangat menular. Ciri-ciri polio yang paling terkenal adalah kelumpuhan (lumpuh layu), bahkan pada kasus yang berat bisa menyebabkan kesulitan bernafas, dan kematian. Namun nyatanya masih banyak gejala lain yang belum diketahui oleh kebanyakan orang. Penyakit ini telah disapu bersih di Amerika Serikat berkat keberhasilan imunisai polio, meskipun masih banyak penyakit polio di Afghanistan, Pakistan, dan beberapa negara Afrika. Hal ini terkait erat dengan sanitasi yang kurang baik. Virus polio hanya menyerang manusia dan dapat menyebar ke lingkungan melalui tinja orang yang terinfeksi dan dapat menyebar dalam lingkungan dengan sanitasi yang buruk. Setiap makanan ataupun minuman yang terkontaminasi dengan tinja yang mengandung virus (meskipun tak terlihat) bisa menyebabkan polio bagi orang yang mengonsumsinya karena polio sangat menular. agar tak tertular, lakukan imunisasi polio

Apa saja Gejala dan Ciri-ciri Polio?

Meskipun gejala yang paling parah bisa menyebabkan kelumpuhan dan bahkan kematian, kebanyakan kasus polio memiliki gejala yang lebih ringan. Beberapa orang yang terkena polio bisa tidak menderita gejala apapun dan bahkan tidak pernah tahu bahwa dirinya terinfeksi. Oleh sebab itu polio diklasifikasikan sebagai non-paralitik atau paralitik dan pasien dapat menderita sindrom pasca polio selama bertahun-tahun setelah diserang penyakit ini. Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai gejala dan ciri-ciri polio:

Gejala Polio Non-paralitik (tidak lumpuh)

Bentuk ini biasanya dapat menyebabkan gejala seperti flu yang dapat bertahan hingga 10 hari, ciri-ciri polio non paralitik termasuk:

Gejala Polio Paralitik (lumpuh)

Ini adalah kasus yang jarang terjadi namun yang paling parah. Gejala awal sama seperti polio non-paralitik, tetapi dalam perkembangannya muncul gejala yang lain meliputi:
  • Nyeri otot parah dan / atau kelemahan
  • Hilangnya refleks
  • Anggota badan lemas, kadang-kadang lebih buruk pada salah satu sisi tubuh

Sindrom pasca-Polio

Ini adalah sekelompok gejala yang dapat melumpuhkan dan mempengaruhi orang selama bertahun-tahun setelah terkena polio. Ciri-cirinya antara lain:
  • Kelelahan setelah aktivitas ringan
  • Atrofi (menyusut) dari jaringan otot
  • Nyeri sendi dan otot secara progresif
  • Sleep apnea atau gangguan pernapasan lainnya saat tidur
  • Depresi atau perubahan suasana hati
  • kesulitan menelan
  • Sulit bernafas
  • Sulit berkonsentrasi atau masalah memori
  • Penurunan toleransi untuk cuaca dingin dan suhu rendah
Penyakit polio aktif biasanya berlangsung sekitar dua minggu, tetapi kerusakan saraf yang bisa menyebabkan kelumpuhan dapat berlangsung seumur hidup. Beberapa pasien dengan polio paralitik tidak pernah normal kembali secara utuh.

Bagaimana Polio Didiagnosis?

Jika Anda mencurigai seseorang telah terkena polio dan mengalami gejala-gejala polio seperti di atas, maka segeralah diperiksakan ke dokter. Dokter akan mendokumentasikan setiap keluhan yang terjadi dan melakukan pemeriksaan fisik, mendeteksi adanya masalah kekakuan pada punggung atau leher, gangguan refleks, atau kesulitan mengangkat kepala saat berbaring datar. Dokter akan mengambil sampel dari sekresi tenggorokan, tinja, atau cairan serebrospinal untuk dikirim ke laboratorium untuk pengujian. Cairan tulang belakang juga akan diuji untuk mendeteksi adanya meningitis.

Apakah Polio bisa dicegah?

Hal utama yang bisa mencegah polio adalah menjalankan praktek kebersihan pribadi yang baik dan sanitasi lingkungan yang baik, dan bentuk pencegahan terbaik yang bisa memberikan perlindungan seumur hidup adalah vaksin polio. Vaksinasi polio dapat menyebabkan beberapa reaksi langka di beberapa orang dan ini termasuk demam, pusing, masalah pernapasan, gatal-gatal, denyut jantung cepat, dan pembengkakan tenggorokan meskipun sifatnya ringan.

Bagaimana Mengobati Polio?

Belum ada obat yang bisa menyembuhkan polio. Dokter akan berkonsentrasi pada mengobati gejala Polio yang muncul dan membuat pasien lebih nyaman saat mereka sakit. Perawatan akan bervariasi tergantung pada jenis polio pasien. Perawatan yang paling umum untuk polio termasuk:
  • Banyak istirahat
  • Antibiotik untuk setiap infeksi saluran kemih yang terjadi bersamaan
  • Obat penghilang rasa sakituntuk nyeri otot dan kejang, dan sakit kepala
  • Ventilator untuk membantu pasien yang memiliki masalah pernapasan
  • Bantalan pemanas untuk nyeri otot dan / atau kejang
  • Terapi fisik untuk nyeri otot atau kelemahan
  • Terapi fisik untuk masalah pernapasan
  • Rehabilitasi paru untuk mengobati masalah pernapasan kronis
  • Kursi roda atau perangkat lain untuk membantu mobilitas dalam kasus kelemahan atau kelumpuhan

2 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Polio: Types, Causes, & Symptoms. Healthline. (https://www.healthline.com/health/poliomyelitis)
Polio: Symptoms, Prevention, and Treatment. WebMD. (https://www.webmd.com/children/what-is-polio)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app