Hindari Kelumpuhan, Cegah dengan Imunisasi Polio Sejak Dini

Dipublish tanggal: Okt 22, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Nov 15, 2019 Waktu baca: 3 menit
Hindari Kelumpuhan, Cegah dengan Imunisasi Polio Sejak Dini

Apa Itu Polio?

Polio merupakan penyakit menular yang menyerang saraf dan dapat menyebabkan kelumpuhan secara permanen. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus pada sistem pernapasan serta sistem pencernaan. Untuk mencegah penyakit polio, Anda dapat melakukan imunisasi polio baik melalui suntikan ataupun polio tetes. Hal ini sangat penting terutama bagi anak-anak yang masih berusia di bawah 5 tahun.

Karena jika polio tidak dicegah, infeksi yang terjadi dapat menyebabkan gangguan pernapasan, kelumpuhan hingga kematian. Polio sendiri sulit diprediksi di awal karena umumnya polio tidak menunjukkan gejala atau tanda-tanda terlebih dahulu. Tetapi beberapa gejala mungkin berupa sakit tenggorokan, flu yang tak kunjung sembuh, nyeri otot, serta beberapa gejala umum lainnya. Selain itu, polio dapat menyebar dan menular dengan mudah melalui kontak langsung dari cairan yang keluar dari hidung, mulut, bahkan tinja penderita polio.

Iklan dari HonestDocs
Beli Pendukung Gizi & Nutrisi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 8

Penyebab polio sendiri terjadi akibat masuknya virus melalui mulut atau hidung lalu menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Kondisi ini akan lebih rentan dialami oleh mereka yang belum mendapatkan vaksin polio dan memiliki kondisi seperti sedang hamil, memiliki daya tahan tubuh yang lemah, tinggal di lingkungan dengan sanitasi yang buruk, serta melakukan perjalanan ke wilayah yang rawan akan wabah polio.

Baca selengkapnya: Mengenal Penyakit Polio

Mengenal 2 Jenis Vaksin Polio

Untuk melindungi tubuh dari infeksi polio dan gangguan poliomyelitis, Anda dapat menggunakan vaksin dari imunisasi polio. Vaksin ini berperan penting untuk mencegah terjadinya penularan polio pada lingkungan sekitar. Jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, kondisi ini dapat mengancam dan membahayakan nyawa penderita polio.

Imunisasi polio sendiri terbagi menjadi 2 jenis, yaitu:

  • Imunisasi polio oral atau oral polio vaccine (OPV) yang telah dilemahkan
  • Imunisasi polio melalui suntikan atau inactivated polio vaccine (IPV) dengan virus yang telah dinonaktifkan

Untuk pemberian vaksin polio secara oral diberikan sebanyak empat kali, yaitu saat bayi baru lahir dan dilanjutkan pada bulan ke-2, ke-3, dan ke-4. Tetapi dosis penguat akan diberikan ketika bayi telah mencapai 18 bulan. Sedangkan jika bayi baru lahir, maka diberikan imunisasi OPV kemudian dilanjutkan dengan pemberian IPV. Pemberian IPV ini wajib dan minimal satu dosis IPV diberikan pada setiap anak.

Efek Samping Imunisasi Polio

Setelah diberikan vaksin polio baik IPV maupun OPV, imunisasi polio dapat menimbulkan beberapa efek samping yang dapat dirasakan dan dapat menyebabkan kemerahan pada area yang disuntik. Selain itu, anak kemungkinan juga akan mengalami demam ringan yang bisa diatasi dengan paracetamol dosis rendah atau sesuai dengan resep dokter.

Iklan dari HonestDocs
Beli Pendukung Gizi & Nutrisi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 8

Sedangkan efek yang ditimbulkan OPV umumnya jarang terjadi, tetapi OPV yang diberikan melalui tetes mulut bisa menimbulkan diare ringan tanpa disertai dengan demam. Namun agar tidak terjadi efek samping yang membahayakan, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum melakukan imunisasi polio. 

Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Imunisasi Polio

Imunisasi polio merupakan salah satu imunisasi yang penting dilakukan agar terhindar dari penyakit polio. Namun sebelum melakukan imunisasi polio, sebaiknya Anda memperhatikan beberapa hal penting di bawah ini:

  • Reaksi Alergi

Jika Anda ingin melakukan imunisasi polio, ada baiknya untuk mengetahui terlebih dahulu apakah ada tanda reaksi alergi yang dimiliki anak. Jika anak Anda alergi terhadap kandungan streptomycin, polymyxin B, dan neomycin, ada baiknya untuk menghindari imunisasi polio karena imunisasi polio dapat menimbulkan reaksi alergi terhadap kandungan tersebut

  • Hindari Pemberian Imunisasi Saat Anak Sakit

Jika anak Anda sedang sakit, ada baiknya tidak melakukan imunisasi. Tunda dulu pemberian imunisasi polio hingga anak benar-benar sembuh. Tetapi jika sakit yang dialami anak masih dalam kategori ringan seperti batuk atau pilek tanpa disertai demam, maka anak masih boleh diberikan imunisasi.

Secara keseluruhan, imunisasi polio dengan jenis IPV dan OPV aman dilakukan. Namun untuk menghindari efek samping yang berbahaya sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu pada dokter ahli untuk penanganan yang tepat. Imunisasi polio pada anak penting untuk dilakukan sesuai dengan jadwal agar anak dapat terhindar dari penyakit polio yang bisa menyebabkan kelumpuhan.

13 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Mehndiratta, M. M., Mehndiratta, P., & Pande, R. (2014). Poliomyelitis: historical facts, epidemiology, and current challenges in eradication. The Neurohospitalist, 4(4), 223–229. https://doi.org/10.1177/1941874414533352. National Center for Biotechnology Information. (Accessed via: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4212416/)
Polio (Poliomyelitis). Johns Hopkins Medicine. (Accessed via: https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/poliomyelitis-polio)
Polio. Harvard Health. (Accessed via: https://www.health.harvard.edu/a_to_z/polio-a-to-z)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app