Bibir Biru - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: Apr 16, 2019 Waktu baca: 10 menit
Telah dibaca 235.916 orang

Apa yang menyebabkan bibir kebiruan (Sianosis)?

Warna kebiruan pada kulit mungkin menandakan kurangnya oksigen dalam darah. Hal ini juga bisa menunjukkan adanya hemoglobin dalam bentuk yang abnormal dalam darah (protein dalam sel darah merah), seperti pada anemia sel sabit.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Sianosis adalah suatu kondisi medis yang menggambarkan sirkulasi oksigen yang buruk dalam darah sehingga menyebabkan perubahan warna kebiruan pada kulit. Sianosis sentral mempengaruhi bibir, tetapi juga bisa mempengaruhi lidah dan dada.

Bibir kebiruan dapat mengindikasikan jenis sianosis yang disebabkan oleh rendahnya kadar oksigen dalam sel darah merah. Bibir kebiruan juga dapat menjelaskan tingginya kadar hemoglobin yang abnormal di dalam aliran darah (mirip dengan perubahan warna kebiruan pada kulit).

Jika warna kebiruan pada kulit normal kembali dengan pemanasan atau pijatan, berarti kebiruan pada bibir Anda bukan disebabkan oleh gangguan peredaran darah. Jika hal ini terjadi, kebiruan pada bibir mungkin disebabkan oleh kedinginan atau alasan lain.

Sebaliknya, jika bibir Anda tetap biru, maka mungkin disebabkan oleh penyakit yang mendasari atau kelainan struktural yang dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk mengirimkan darah merah beroksigen ke semua area.

Kondisi yang dapat menyebabkan kebiruan pada bibir

Banyak kondisi berbeda dapat menyebabkan bibir biru. Berikut adalah 15 contoh kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan bibir tampak kebiruan.

1. Acute Mountain Sickness (Penyakit akut saat naik gunung)

  • Penyakit ini disebabkan oleh rendahnya tingkat oksigen dan penurunan tekanan udara pada dataran tinggi
  • Biasanya, terjadi sekitar 8.000 kaki (2.400 meter) atau lebih tinggi di atas permukaan laut
  • Gejala yang dapat ditimbulkan biasanya ringan, seperti pusing, sakit kepala, nyeri otot, insomnia, mual, muntah, mudah marah, kehilangan nafsu makan, sesak napas dengan aktivitas, peningkatan denyut jantung, dan pembengkakan tangan, kaki, dan wajah
  • Gejala parah yang dapat terjadi karena adanya akumulasi cairan di paru-paru dan otak. Contoh gejala parah yang dapat terjadi meliputi: batuk,sesak nafas, kulit pucat dan perubahan warna kulit, ketidakmampuan untuk berjalan atau kurangnya keseimbangan, kebingungan dan sifat penarikan sosial

2. Pneumonia aspirasi

  • Pneumonia aspirasi adalah infeksi paru-paru yang disebabkan akibat tidak sengaja menghirup makanan, asam lambung, atau air liur ke dalam paru-paru.
  • Pneumonia aspirasi lebih sering terjadi pada orang dengan gangguan batuk atau kemampuan menelan.
  • Gejalanya meliputi demam, batuk, nyeri dada, sesak napas, mengi, kelelahan, kesulitan menelan, bau mulut, dan keringat berlebih.

3. Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)

  • Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) adalah penyakit paru-paru kronis dan progresif yang disebabkan oleh kerusakan kantung udara dan saluran napas.
  • Gejala awal PPOK ringan, tetapi secara bertahap menjadi lebih buruk dari waktu ke waktu.
  • Gejala awal termasuk sesak nafas , terutama setelah beraktivitas, batuk ringan tapi berulang disertai dengan dahak terutama di pagi hari.
  • Gejala lain termasuk sesak nafas, bahkan setelah olahraga ringan seperti berjalan menaiki tangga, napas mengi atau berisik, sesak nafas, batuk kronis dengan atau tanpa lendir, sering masuk angin, flu, atau infeksi pernapasan lainnya.

4. Edema paru

  • Edema paru adalah suatu kondisi di mana paru-paru dipenuhi dengan cairan.
  • Jumlah volume cairan di paru-paru mencegah oksigen bergerak ke aliran darah dan membuatnya lebih sulit untuk bernapas.
  • Edema paru mungkin disebabkan oleh berbagai kondisi kesehatan, tetapi orang-orang dengan kondisi jantung memiliki risiko lebih tinggi terkena edema paru.
  • Gejala edema paru termasuk sesak napas saat beraktivitas, kesulitan bernapas saat berbaring, nafas mengi, kenaikan berat badan yang cepat (terutama akibat pembengkakan di kaki), pembengkakan di bagian bawah tubuh, dan kelelahan.

5. Bronkiolitis

  • Bronkiolitis disebabkan oleh Respiratory syncytial virus (RSV) yang merupakan penyakit kulit kronis yang sering hilang timbul.
  • Kekambuhan dapat dipicu oleh makan makanan pedas, minum minuman beralkohol, sinar matahari, stres, atau dipengaruhi oleh bakteri usus Helicobacter pylori.
  • Ada empat subtipe gejala rosacea yang dapat muncul pada wajah.
  • Gejala umum termasuk muncul ruam kemerahan pada wajah, dengan permukaan terangkat, berupa benjolan merah, kekeringan pada kulit, dan kulit yang sangat sensitif.

6. Gangguan pernapasan akut

Kondisi ini dianggap sebagai kegawatdaruratan medis. Perawatan darurat mungkin diperlukan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01
  • Gangguan pernapasan akut adalah bentuk peradangan yang parah dari cedera paru-paru sehingga menyebabkan terjadinya akumulasi cairan yang cepat di paru-paru.
  • Terlalu banyak cairan di paru-paru dapat menurunkan jumlah oksigen dan meningkatkan jumlah karbon dioksida dalam aliran darah, yang menyebabkan kerusakan pada organ lain.
  • Banyak kondisi yang berbeda dapat menyebabkan gangguan pernapasan akut, termasuk infeksi serius, overdosis obat, menghirup zat beracun, atau trauma pada dada atau kepala.
  • Gejala-gejala gangguan pernapasan akut biasanya muncul antara 6 jam hingga 3 hari setelah terkena suatu penyakit atau mengalami cedera.
  • Gejala-gejalanya termasuk sesak nafas, kelelahan otot dan lemah, tekanan darah rendah, kulit atau kuku berubah warna kebiruan, demam, sakit kepala, detak jantung yang cepat, dan kebingungan.

7. Keracunan karbon monoksida

Kondisi ini dianggap sebagai kegawatdaruratan medis. Perawatan darurat mungkin diperlukan.

  • Karbon monoksida (CO) adalah gas yang tidak berbau dan tidak berwarna dan menyebabkan sel darah merah Anda tidak membawa oksigen secara efisien.
  • Menghirup terlalu banyak CO dapat menyebabkan kerusakan organ akibat berkurangnya kadar oksigen dalam darah.
  • Gejala keracunan CO yang paling umum adalah sakit kepala, kelemahan, rasa kantuk yang berlebihan, mual, muntah, kebingungan, dan kehilangan kesadaran.
  • Anda harus segera pergi ke rumah sakit jika Anda terpapar CO dalam jumlah yang besar, bahkan jika Anda tidak menunjukkan gejala keracunan CO.

8. Emfisema

  • Emfisema adalah salah satu dari dua kondisi paling umum yang termasuk dalam penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).
  • Emfisema disebabkan oleh kerusakan alveoli (kantung udara) di paru-paru.
  • Gejala yang dapat ditimbulkan meliputi sesak napas dan batuk, terutama saat berolahraga atau melakukan aktivitas fisik.
  • Pada kondisi yang parah, Emfisema dapat menunjukan gejala yang cukup berat seperti bibir atau kuku berwarna abu-abu kebiruan karena kekurangan oksigen.

9. Pneumotoraks

Kondisi ini dianggap sebagai kegawatdaruratan medis. Perawatan darurat mungkin diperlukan.

  • Pneumotoraks terjadi ketika udara memasuki ruang di sekitar paru-paru Anda (ruang pleural).
  • Perubahan tekanan yang disebabkan oleh lubang di dada atau dinding paru-paru Anda dapat menyebabkan paru-paru kolaps dan menekan jantung.
  • Ada dua tipe pneumotoraks, yaitu pneumotoraks traumatik dan pneumotoraks nontraumatic.
  • Gejala pneumothorax meliputi nyeri dada yang terjadi secara tiba-tiba, rasa sakit di dada, dada terasa sesak, sesak nafas, keluar keringat dingin, kebiruan pada kulit, dan denyut jantung yang cepat.

10. Emboli paru

Kondisi ini dianggap sebagai kegawatdaruratan medis. Perawatan darurat mungkin diperlukan.

  • Emboli paru adalah suatu kondisi ketika darah di dalam pembuluh darah yang menuju paru-paru menggumpal dan menyebabkan penyumbatan.
  • Gumpalan darah membatasi aliran darah ke bagian-bagian paru-paru dan mencegah oksigen masuk ke dalam tubuh. sehingga menimbulkan berbagai gejala seperti nyeri dada, sianosis, dan sesak nafas.
  • Gumpalan darah yang paling sering menyebabkan emboli paru paling sering berasal dari deep vein thrombosis (DVT) di kaki atau panggul.
  • Gejala umum dari emboli paru adalah sesak napas, nyeri dada yang terasa seperti tertusuk ketika mengambil nafas panjang, batuk darah, detak jantung yang cepat, pusing atau pingsan.

11. Sianosis

Kondisi ini dianggap sebagai kegawatdaruratan medis. Perawatan darurat mungkin diperlukan.

  • Perubahan warna kebiruan pada kulit dan selaput lendir ini disebabkan oleh penurunan kadar oksigen atau sirkulasi yang buruk.
  • Sianosis dapat terjadi dengan cepat karena masalah kesehatan akut atau lambat seiring berjalannya waktu karena kondisi kronis yang semakin memburuk.
  • Banyak gangguan kesehatan yang melibatkan jantung, paru-paru, darah. atau sirkulasi akan menyebabkan sianosis.
  • Sebagian besar penyebab sianosis adalah masalah kesehatan yang serius dan merupakan pertanda bahwa tubuh Anda tidak mendapatkan cukup oksigen.

12. Anemia sel sabit

  • Anemia sel sabit adalah penyakit genetik sel darah merah yang menyebabkan sel darah merah berbentuk bulan sabit atau bentuk sabit.
  • Sel darah merah yang berbentuk sabit cenderung terperangkap dalam pembuluh kecil, sehingga menghalangi darah mencapai bagian tubuh yang berbeda.
  • Sel berbentuk sabit dihancurkan lebih cepat daripada sel darah merah berbentuk normal, sehingga dapat menyebabkan anemia.
  • Gejala anemia sel sabit meliputi kelelahan yang berlebihan, kulit dan gusi pucat, kulit dan mata menguning, pembengkakan dan rasa sakit pada tangan dan kaki, infeksi yang sering terjadi, dan nyeri ekstrem di dada, punggung, lengan, atau kaki yang hilang timbul, .

13. Asma

  • Penyakit asma adalah penyakit peradangan kronis yang menyebabkan saluran udara menyempit sebagai respons terhadap sesuatu yang memicunya.
  • Penyempitan jalan napas dapat terjadi karena berbagai rangsangan seperti penyakit akibat virus, olahraga, perubahan cuaca, alergen, asap, atau aroma yang kuat.
  • Gejalanya meliputi batuk kering, mengi bernada tinggi, dada terasa sesak, napas pendek, dan sulit bernapas.
  • Gejala asma dapat dikurangi atau diatasi dengan menggunakan obat asma.

14. Tamponade jantung

Kondisi ini dianggap sebagai kegawatdaruratan medis. Perawatan darurat mungkin diperlukan.

  • Dalam kondisi medis yang serius ini, darah atau cairan lain mengisi ruang di antara kantong yang membungkus jantung dan otot jantung.
  • Tekanan dari cairan di sekitar jantung mencegah ventrikel jantung membesar sepenuhnya, sehingga membuat jantung tidak dapat memompa secara efektif.
  • Tamponade jantung biasanya merupakan hasil dari penetrasi luka pada perikardium (selaput jantung bagian luar).
  • Gejalanya meliputi nyeri dada yang menjalar ke leher, bahu, atau punggung dan rasa tidak nyaman yang hilang dengan duduk atau bersandar ke depan.
  • Pembengkakan pembuluh darah di dahi, tekanan darah rendah, pingsan, pusing, kedinginan, lengan dan tungkai yang biru, dan kehilangan kesadaran.
  • Seseorang dengan kondisi ini juga mungkin mengalami kesulitan bernafas atau menarik napas dalam-dalam dan bernafas cepat.

15. Fenomena Raynaud

  • Fenomena raynaud adalah suatu kondisi di mana aliran darah ke jari tangan, jari kaki, telinga, atau hidung Anda terbatas atau terganggu akibat terjadinya penyempitan pada pembuluh darah.
  • Fenomena raynaud dapat terjadi dengan sendirinya atau dapat muncul bersamaan dengan kondisi medis yang mendasarinya seperti radang sendi, radang dingin, atau penyakit autoimun.
  • Fenomena Raynaud dapat menyebabkan terjadinya perubahan warna biru atau putih pada jari tangan, jari kaki, telinga, atau hidung.
  • Gejala lain yang dapat ditimbulkan termasuk mati rasa, sensasi dingin, sakit, dan kesemutan di bagian tubuh yang terkena.
  • Episode dapat berlangsung beberapa menit hingga beberapa jam.

Penyebab terkait

Penyebab paling umum dari bibir kebiruan adalah faktor apapun yang menyebabkan jumlah oksigen yang masuk ke dalam paru-paru mengalami penurunan, contohnya:

  • penyumbatan saluran udara
  • tersedak
  • batuk berlebihan
  • inhalasi asap

Penyakit paru-paru dan kelainan jantung bawaan (saat lahir) juga dapat menyebabkan sianosis dan munculnya bibir biru.

Penyebab yang kurang umum yang dapat menyebabkan kebiruan pada bibir termasuk polycythemia vera (gangguan sumsum tulang yang menyebabkan produksi sel darah merah berlebih) dan cor pulmonale (penurunan fungsi sisi kanan jantung, yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi jangka panjang). Septicemia , atau keracunan darah yang disebabkan oleh bakteri, juga dapat menyebabkan bibir biru.

Selain itu, bibir biru dapat dikaitkan dengan kondisi kesehatan seperti:

  • sindrom gangguan pernapasan dewasa
  • pneumonia aspirasi
  • asma
  • keracunan karbon monoksida
  • tamponade jantung , di mana penumpukan darah atau cairan memberi tekanan ekstra pada jantung
  • penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)
  • emfisema
  • edema paru
  • emboli paru
  • Fenomena Raynaud , yang mengarah pada berkurangnya aliran darah di jari, jari kaki, telinga, dan hidung
  • Bronkiolitis akibat Infeksi RSV
  • Acute Mountain Sickness
  • pneumotoraks

Kondisi cuaca dingin, olahraga yang berlebihan, dan aktivitas yang terlalu melelahkan kadang-kadang dapat menyebabkan kebiruan pada bibir.

Mendiagnosis penyebab yang mendasarinya

Penggunaan pulse oksimetri non invasif adalah cara paling sederhana untuk mengukur oksigenasi darah. Pulse Oksimeter dapat menentukan konsentrasi oksigen dalam darah Anda dengan membandingkan berapa banyak "cahaya merah" dan "cahaya inframerah" yang diserap oleh darah Anda.

Ada kalanya pulse oksimeter tidak diperlukan untuk mencari tahu apa yang menyebabkan kebiruan pada bibir Anda. Jika Anda telah didiagnosis menderita asma, emfisema, atau masalah pernapasan lainnya, dokter Anda mungkin akan segera menyimpulkan bahwa bibir biru Anda disebabkan oleh kondisi itu.

Selain itu untuk mengukur kandungan oksigen dalam darah dapat dilakukan dengan pemeriksaan gas darah arteri. Pemeriksaan gas darah arteri dilakukan dengan tujuan untuk mengukur tingkat oksigenasi darah dan mendeteksi faktor-faktor lain yang mungkin berkontribusi sebagai penyebab bibir biru.

Mengatasi kebiruan pada bibir

Untuk mengatasi bibir yang biru, dapat dilakukan dengan mengidentifikasi dan mengobati penyebab yang mendasarinya. Sehingga dapat mengembalikan aliran darah yang mengandung oksigen yang cukup ke seluruh tubuh termasuk bibir.

Setelah dokter Anda menegakan diagnosis penyebab timbulnya kebiruan pada bibir, maka dokter akan melakukan salah satu dari beberapa hal berikut:

  • Jika Anda minum obat tekanan darah, beta-blocker, atau pengencer darah, mungkin dokter akan memberikan penyesuaian dosis. Penyesuaian dosis diperlukan untuk memastikan bahwa jumlah sel darah putih dan sel darah merah Anda tetap seimbang.
  • Jika Anda memiliki kondisi pernapasan seperti emfisema atau PPOK, ada kemungkinan bahwa bibir biru merupakan indikasi bahwa kondisi Anda telah memburuk. Dalam hal ini, dokter Anda dapat merekomendasikan perubahan gaya hidup seperti berhenti merokok dan memulai rejimen olahraga yang akan meningkatkan kesehatan pernapasan dan pembuluh darah Anda. Dokter juga mungkin akan merekomendasikan Rehabilitasi paru.

Bibir biru pada bayi

Sianosis yang hanya ditemukan di daerah sekitar bibir, tangan, dan kaki disebut akrosianosis. Akrosianosis bukan masalah serius pada anak-anak di bawah usia 2. Namun, jika lidah, kepala, batang tubuh, atau bibir itu sendiri tampak kebiruan, anak Anda perlu segera diperiksa oleh dokter.

Bibir biru pada anak di bawah 2 tahun dapat menjadi gejala infeksi virus pernapasan (RSV). Meskipun infeksi RSV adalah umum dan kebanyakan anak-anak akan mengalami infeksi sebelum berusia 2 tahun, jangan menganggap bahwa inilah yang menyebabkan perubahan warna bibir. Jika bibir anak Anda berubah warna, pastikan dokter anak memeriksa anak Anda.

Dalam beberapa kasus, bibir biru dapat menandakan kondisi darah dan pernapasan yang serius. Dalam kasus lain, bibir biru menunjukkan keracunan bahan kimia sebagai akibat dari menelan zat antibeku atau amonia. Sangat penting untuk menentukan apa yang terjadi pada anak Anda, sebelum memulai pengobatan apapun.

Kapan Anda harus mencari bantuan medis

Hubungi penyedia layanan kesehatan atau segera pergi ke unit gawat darurat terdekat jika bibir biru muncul dengan salah satu gejala berikut:

  • megap-megap
  • sesak napas atau kesulitan bernafas
  • sakit dada
  • berkeringat banyak
  • rasa sakit atau mati rasa di lengan , tangan, atau jari
  • lengan, tangan , atau jari berwarna pucat atau putih
  • pusing atau pingsan

Jika kebiruan pada bibir Anda muncul secara tiba-tiba dan bukan disebabkan setelah melakukan olahraga atau aktivitas berat segera hubungi penyedia layanan kesehatan atau segera pergi ke unit gawat darurat terdekat.

Jika sianosis muncul secara perlahan, awasi dan segera periksakan diri Anda ke dokter untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Prospek kebiruan pada bibir

Jika ada kondisi mendasar yang menyebabkan bibir Anda tampak biru, perubahan warna akan hilang begitu penyebabnya diidentifikasi dan diatasi. Lamanya waktu yang diperlukan untuk membuat bibir biru kembali normal sangat bervariasi, tergantung pada apa yang menyebabkan gejala ini.

Perubahan warna bibir tidak selalu mengindikasikan situasi darurat, tetapi bibir yang tampak kebiruan juga bukan gejala yang harus diabaikan.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit