10 Penyebab Keringat Dingin dan Cara Mengatasinya

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 5 menit
10 Penyebab Keringat Dingin dan Cara Mengatasinya

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Salah satu penyebab utama keringat dingin adalah stress dan gangguan kecemasan lainnya. Kondisi ini juga bisa terjadi sebagai pertanda adanya penyakit medis, seperti sepsis atau serangan jantung
  • Keringat dingin umumnya terjadi bukan karena pengaruh cuaca atau aktivitas fisik, tetapi bisa terjadi secara mendadak. Biasanya tanda gejala keringat dingin sering muncul di telapak tangan, kaki, dan ketiak
  • Beberapa penyakit yang dapat menyebabkan keringat dingin antara lain hipoglikemia (gula darah rendah), hipotensi (tekanan darah rendah), migrain, ataupun vertigo 
  • Untuk mencegah terjadinya keringat dingin, coba kendalikan tingkat stress, konsumsi makanan bergizi, tetap aktif bergerak, dan konsumsi obat yang disarankan oleh dokter 

Stres dan beberapa gangguan kecemasan lainnya menjadi penyebab keringat dingin yang paling umum. Selain itu, keringat dingin yang muncul juga bisa menjadi pertanda adanya kondisi medis serius seperti sepsis atau serangan jantung.

Berbeda dengan keringat normal pada umumnya yang muncul selepas melakukan aktivitas fisik atau karena udara yang terlalu panas, keringat dingin terjadi begitu saja secara tiba-tiba terlepas dari seberapa panas atau dinginnya suhu tubuh seseorang.

Biasanya keringat dingin lebih sering muncul di telapak tangan, kaki dan ketiak. Kondisi ini pun tidak serta merta berdiri sendiri, namun disertai dengan beberapa gejala lain, bergantung pada kondisi medis yang dialami seperti yang dijelaskan berikut ini.

Beberapa penyebab keringat dingin dan gejala yang menyertainya

1. Stres 

Stres dan beberapa gangguan kecemasan lainnya menjadi faktor penyebab keringat dingin yang paling umum. Stres baik yang di picu akan kondisi keuangan, pekerjaan maupun hubungan asmara dapat menyebabkan timbulnya respon fight or flight.

Hal tersebut ditandai dengan keringat dingin dan beberapa gejala stres lainnya seperti sakit kepala tegang, migrain, perubahan nafsu makan, nyeri otot dan sejumlah gejala lain seperti yang dijelaskan berikut ini : Tanda dan Gejala Stres yang Tak Bisa Diremehkan

2. Syok

Syok merupakan suatu kondisi yang mengancam jiwa. Umumnya terjadi akibat perubahan lingkungan yang begitu ekstrim atau cedera parah seperti patah tulang. Ketika tubuh mengalami syok, suplai darah menuju otak dan organ vital lainnya menjadi terhambat.

Keringat dingin, kulit yang memucat, pupil mata melebar, pusing, detak jantung tak beraturan, napas terengah-engah menjadi beberapa pertanda syok. Kondisi ini dapat merusak beberapa organ tubuh dan dapat berakibat fatal apabila terlalu lama dibiarkan.

3. Sepsis

Sepsis merupakan komplikasi serius yang menandai adanya infeksi berat seperti meningitis, infeksi paru-paru, infeksi saluran kemih, usus buntu dan lainnya. Kondisi ini menyebabkan terjadinya penggumpalan darah hingga pecahnya pembuluh darah.

Sepsis dapat mengancam keselamatan penderitanya. Waspadai apabila mendapati keringat dingin disertai dengan gejala lain seperti demam tinggi, menggigil, disorientasi, kesulitan bernapas, denyut nadi abnormal dan hilangnya kesadaran.

4. Gula Darah dan Tekanan Darah Rendah

Gula darah rendah (hipoglikemia) dan tekanan darah rendah (hipotensi) merupakan dua kondisi berbeda namun memiliki gejala yang hampir serupa. Diantaranya seperti berkeringat dingin, pusing, penglihatan yang kabur hingga pingsan.

Perhatikan dengan benar kadar normal dari gula darah dan tekanan darah. Gula darah puasa normalnya berada pada kisaran angka 70-100 mg/dL dan kadar gula darah sesaat di bawah 140 mg/dL. Sedangkan untuk tekanan darah ideal pada orang dewasa, yakni 120/80 mmHg.

5. Migrain dan Vertigo

Migrain merupakan gangguan multifaktor berupa sakit kepala sebelah dan berdenyut. Sementara vertigo terkait dengan masalah pada kanal telinga bagian dalam yang ditandai dengan sensasi berputarnya diri sendiri atau ruangan sekitar secara tiba-tiba.

Meski keduanya berbeda dan membutuhkan penanganan yang berbeda pula, namun kerap menimbulkan gejala yang sama, seperti keringat dingin disertai dengan diplopia atau penglihatan ganda, kesulitan bicara dan berjalan serta tinnitus atau telinga berdengung.

6. Hipoksia

Otak dapat kekurangan oksigen ketika berada terlalu lama di ruangan yang pengap, di ketinggian atau menghirup terlalu banyak asap. Kondisi yang disebut dengan hipoksia serebral ini merupakan kondisi darurat medis dengan gejala berupa keringat dingin, kesulitan berjalan dan mengendalikan gerak tubuh serta kesulitan bernapas.

7. Menopause

Menopause adalah masa berakhirnya siklus menstruasi. Kondisi yang terjadi akibat adanya perubahan pada kadar hormon tubuh wanita ini biasanya dialami oleh wanita berusia 50 tahun-an. Meski ada pula yang mengalaminya lebih awal (<40 tahun) yang disebut dengan menopause dini.

Pertanda atau gejala menjelang menopause yang perlu diperhatikan antara lain berupa perubahan pada siklus menstruasi, keringat dingin terutama di malam hari, sensasi rasa panas dan jantung berdebar (hot flushes), sulit buang air kecil, sulit tidur, perubahan suasana hati, berat badan bertambah dan kekeringan pada Miss V.

8.  Obat-Obatan

Konsumsi obat-obatan seperti antibiotik atau obat tekanan darah tinggi menjadi penyebab keringat dingin lainnya. Beberapa obat-obatan yang dijual bebas dan suplemen herbal juga dapat menyebabkan kondisi serupa. Segera periksakan diri ke dokter apabila gejala keringat dingin terus berlanjut atau disertai dengan reaksi anafilaksis.

9. Pingsan

Pingsan atau sinkop terjadi saat otak kekurangan suplai oksigen karena beberapa alasan, seperti mengalami dehidrasi, suhu tubuh yang terlalu tinggi, aritmia dan sejumlah kondisi lainnya.

Munculnya keringat dingin disertai dengan pusing, penglihatan yang buram dan telinga berdengung menjadi pertanda awal pingsan sebelum berakhir pada black out dan hilangnya kesadaran sementara.

10. Serangan Jantung

Salah satu penyebab keringat dingin yang paling mengkhawatirkan adalah serangan jantung. Bagaimana tidak, kondisi ini dapat merenggut nyawa seseorang dalam sekejap bila tidak segera ditangani.

Perhatikan dengan benar gejala khas serangan jantung. Umumnya ditandai dengan gejala simpatis berupa keringat dingin, takikardia, lemas, mual, muntah disertai nyeri dada yang dapat menjalar ke bahu, lengan kiri hingga dapat menembus punggung juga leher.

Lebih lanjut, baca: Ciri-ciri dan Gejala Serangan Jantung yang Mudah Dikenali

Bagaimana Cara Mengatasi Keringat Dingin?

Pengobatan keringat dingin sangat bergantung pada kondisi medis yang mendasarinya. Penting untuk bersegera mungkin memeriksakan diri ke dokter guna mengetahui penyebab pastinya. Beberapa tips berikut dapat diterapkan guna membantu meredakan keringat dingin yang dialami, antara lain:

  1. Kelola stres dengan baik. Lakukan beberapa aktivitas menarik seperti jogging, yoga, latihan pernapasan dalam atau mandi air hangat guna menenangkan pikiran.
  2. Jaga suhu nyaman di kamar tidur. Suhu kamar yang sejuk dapat membantu seseorang mengendalikan keringat dingin dan menempatkannya pada kualitas tidur yang baik. Padamkan pula lampu, televisi, komputer dan lainnya sebelum tidur.
  3. Diet sehat. Perbanyak konsumsi buah, sayuran dan kacang-kacangan. Hindari konsumsi makanan sebelum tidur dan batasi asupan gula setiap harinya
  4. Tetap aktif. Bila keringat dingin melanda di malam hari, jangan panik. Tenangkan dan alihkan pikiran dengan berdoa atau membuka sejumlah game maupun aplikasi dalam gadget.
  5. Intervensi medis. Obat-obatan seperti antiperspirant, suntikan Botulinum tipe A, obat jenis glycopyrrolate dan propantheline bromide dapat digunakan untuk terapi keringat berlebih. Pengobatan ini hanya dilakukan berdasarkan resep dan pengawasan dokter.

Perhatikan, apabila keringat dingin disebabkan oleh syok, infeksi parah, serangan jantung dan berbagai kondisi medis serius lainnya yang ditandai dengan perubahan perilaku, kesulitan bernapas, nyeri di dada, demam tinggi, kejang, kuku dan bibir yang membiru serta buang air besar disertai darah, segera periksakan diri ke dokter atau rumah sakit terdekat.


21 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app