Berbagai Jenis Penyakit Musim Pancaroba yang Harus Diwaspadai

Beberapa jenis infeksi virus saat musim pancaroba yang bisa muncul sebagai berikut:
Dipublish tanggal: Sep 9, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit

Saat pergantian musim biasanya beberapa orang akan mengalami sakit. Berbagai macam penyakit dapat terjadi ketika musim pancaroba. Tidak heran bila ketika memasuki pergantian musim disarankan untuk selalu menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan. 

Perlu diketahui bahwa ada beberapa jenis penyakit yang dapat muncul ketika pergantian musim kemarau ke musim penghujan.

Iklan dari HonestDocs
Beli IMBOOST FORCE 10TAB 1 STRIP via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Imboost force tablet 4

Kalangan yang rentan terhadap penyakit saat musim pancaroba adalah anak-anak. Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa orang dewasa juga bisa terinfeksi virus selama musim pancaroba.

Jenis penyakit musim pancaroba

Beberapa jenis infeksi virus saat musim pancaroba yang bisa muncul sebagai berikut:

1. Demam berdarah dengue (DBD)

Pergantian musim kemarau ke musim penghujan membuat kasus demam berdarah banyak terjadi di berbagai daerah. Penyakit ini cenderung meningkat saat musim pancaroba terjadi. Hal ini bisa dilihat pada tahun 2014 hampir di seluruh propinsi di Indonesia ada penderita demam berdarah.  

Selain itu, virus yang menyebabkan demam berdarah diduga dapat bertahan di iklim tropis dan lebih berkembang saat musim penghujan tiba.

DBD disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk. Gejala yang umum terjadi pada penderita DBD antara lain demam tinggi secara mendadak, nyeri di bagian belakang mata, nyeri otot dan sendi, lemas, mual, muntah, mudah memar, sakit kepala parah hingga muncul bintik-bintik merah di kulit. 

Bahkan pada kondisi tertentu dapat mengakibatkan perdarahan ringan di sekitar gusi dan hidung. Demam berdarah ini bukan penyakit sepele, bila dibiarkan maka akan menimbulkan penyakit komplikasi seperti perdarahan berat, syok hingga kematian.

Iklan dari HonestDocs
Beli IMBOOST FORCE 10TAB 1 STRIP via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Imboost force tablet 4

Mengingat bahaya dari penyakit demam berdarah, maka rasanya sangat penting untuk mencegah nyamuk pembawa virus demam berdarah untuk berkembang biak. 

Oleh karena itu, perlu adanya kesadaran diri untuk menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal, mencegah adanya kubangan air dalam botol, kaleng,dan melakukan pengurasan bak mandi dengan rutin. Selain itu, Anda dapat menutup rapat tempat penampungan air yang jarang dikuras karena sulit dijangkau.

2. Chikungunya

Chikungunya juga merupakan penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk. Gejala yang ditimbulkan penyakit ini juga hampir sama dengan demam berdarah seperti nyeri sendi, demam tinggi, sakit kepala, mual, ruam, dan mudah lelah. 

Penyakit ini memang jarang menimbulkan bahaya yang mematikan, tetapi gejala yang lebih parah dapat terjadi pada usia lansia dan bayi yang baru saja lahir. 

Penanganan khusus terhadap penyakit ini memang tidak ada, dokter biasanya hanya akan memberikan obat pereda nyeri dan meminta penderita untuk istirahat secara cukup serta minum air putih sesuai aturan. 

Upaya pencegahan penyakit ini juga sama dengan upaya mencegah penyakit demam berdarah.

Iklan dari HonestDocs
Beli IMBOOST FORCE 10TAB 1 STRIP via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Imboost force tablet 4

3. Zika

Penyakit zika disebabkan oleh gigitan nyamuk yang terinfeksi virus zika. Tetapi virus zika juga bisa ditularkan melalui ibu hamil ke janin, hubungan seksual dan transfusi darah

Gejala yang ditimbulkan penyakit ini adalah demam, nyeri otot, sakit kepala, ruam, mata merah, nyeri punggung dan bagian belakang kepala serta gatal di seluruh tubuh.

Penanganan penyakit ini adalah penderita biasanya akan diminta untuk beristirahat dengan cukup dan mengonsumsi banyak air putih. Gejala yang ditimbulkan penyakit ini biasanya akan hilang dalam waktu 7 hari dan dapat hilang dengan sendirinya. 

4. Infeksi saluran pernapasaan

Infeksi saluran pernapasan berdasarkan sebuah studi paling sering terjadi saat musim hujan. Yang rentan terkena infeksi ini umumnya adalah balita karena sistem kekebalan tubuh mereka belum sempurna. 

Gejala yang ditimbulkan dari infeksi saluran pernapasan bawah adalah batuk yang terkadang disertai dengan dahak dan lendir, sesak napas, bunyi mengi saat bernapas, dan meningkatnya frekuensi pernapasan. Infeksi saluran pernapasan bawah misalnya bronkhitis, pneumonia, dan bronchiolitis.

Proses penularan infeksi saluran pernapasan ini cukup mudah yaitu melalui percikan ludah yang mengandung virus, batuk, bersin, dan kontak langsung dengan benda yang sudah tercemar virus. 

Cara pencegahannya dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan dan rajin mencuci tangan.

5. Influenza

Virus influenza meyerang hidung, tenggorokan dan paru-paru serta sering terjadi di musim hujan. Flu biasanya dapat sembuh dengan sendirinya, namun bagi usia balita di bawah 2 tahun dan lansia dapat mengakibatkan komplikasi bila tidak ditangani.

Untuk penanganan penyakit ini dapat dengan istirahat yang cukup, mengonsumsi air putih yang cukup, dan mengonsumsi obat sesuai resep dokter. Untuk upaya pencegahan dapat dilakukan dengan melakukan vaksinasi yang diulang setiap tahunnya agar tubuh lebih kuat melawan virus influenza.

Penyakit yang dialami saat musim pancaroba memang tidak terlalu berbahaya. Tetapi alangkah lebih baik bila tubuh kita tetap sehat dengan cara selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat. 


23 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Influenza - NIH: National Institute of Allergy and Infectious Diseases. National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIH). (Accessed via: https://www.niaid.nih.gov/diseases-conditions/influenza)
Flu: Symptoms, treatment, contagiousness, and do I have it?. Medical News Today. (Accessed via: https://www.medicalnewstoday.com/articles/15107)
Influenza: Practice Essentials, Background, Pathophysiology. Medscape. (Accessed via: https://emedicine.medscape.com/article/219557-overview)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app