Bactesyn: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Okt 24, 2020 Waktu baca: 3 menit

Ini adalah review terhadap obat dengan merk bactesyn. Di bagian akhir review ini juga disertakan tautan merk-merk obat dengan nama generik yang sama dengan bactesyn.

pabrik  

Kalbe farma

golongan

obat keras

kemasan  

dos 30 tablet 375 mg

kandungan     

sultamicillin tobilat setara sultamicillin 375 mg

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)

sultamisilin (sultamicillin) adalah  bentuk sediaan oral dari antibiotik kombinasi antara ampicillin dan sulbactam. ampicillin adalah antibiotik beta laktam yang termasuk golongan penicillin sedangkan sulbactam adalah obat yang bekerja dengan cara menghambat enzim betalaktamase yang diproduksi oleh bakteri, sehingga penambahan sulbactam akan meningkatkan potensi ampicillin. sultamisilin (sultamicillin) adalah bakteriosidal yang bekerja dengan cara menghambat secara irreversibel aktivitas enzim transpeptidase yang dibutuhkan untuk sintesis dinding sel bakteri.

Indikasi bactesyn

Kegunaan bactesyn (sultamicillin) adalah untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang peka terhadap bactesyn (sultamicillin) seperti :

  • infeksi Kulit dan jaringan lunak : selulitis, ulkus kaki karena diabetik dan abses yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus dan Streptococcus pyogenes. 
  • Infeksi saluran pernapasan atas : faringitis dan tonsilitis yang disebabkan oleh S. pyogenes dan S. aureus. Sinusitis akut maupun kronis yang disebabkan oleh S. aureus, S. pneumoniae, H. influenzae dan S.progenies. Otitis media, terutama media yang supuratif, dengan atau tanpa mastoiditis antrum.
  • Infeksi saluran nafas bawah : Bakterial pneumonia, bronkitis, bronchiestasis disebabkan oleh S. pneumoniae, H. influenzae, Staphylococcus aureus dan S.progenies. Eksaserbasi akut PPOK (Penyakit Paru Obstruksi Kronis)
  • Infeksi saluran kemih : pielonefritis, sistitis disebabkan oleh Escherichia coli, Proteus mirabilis, Klebsiella, Enterobacter dan Staphylococcus aureus.
  • Infeksi bedah : profilaksis dan pengobatan infeksi akibat operasi bedah, profilaksis peri-operatif dalam bedah ortopedi dan kardiovaskular.
  • Infeksi ginekologi : terutama infeksi yang disebabkan oleh E. coli strain betalaktamase dan Bacteroides sp. (Termasuk B. fragilis).
  • Infeksi pada saluran pencernaan : bakterial esophagitis dan pengobatan infeksi H. pylori

Kontra indikasi 

Penggunaan antibiotik bactesyn (sultamicillin) harus dihindari pada pasien dengan riwayat alergi pada bactesyn (sultamicillin) dan antibiotika penisillinum lainnya.

Efek Samping bactesyn

  • kebanyakan efek samping bactesyn (sultamicillin) yang muncul adalah kemerahan dan rasa sakit di tempat penyuntikan (jika diberikan secara injeksi baik secara intramuskular ataupun secara intra vena).
  • Efek samping yang juga sering muncul adalah diare dan ruam pada kulit.
  • Efek samping bactesyn (sultamicillin) yang frekuensinya jarang terjadi seperti radang pembuluh darah, pembekuan darah, nyeri dada , kelelahan , kejang , sakit kepala , nyeri buang air kecil , retensi urin , mual , muntah , gatal, sesak di tenggorokan, kemerahan pada kulit , perdarahan hidung , dan pembengkakan wajah.

Perhatian  

  • Hati-hati memberikan bactesyn (sultamicillin) pada penderita dengan fungsi hati dan ginjal yang rusak terutama pada pemakaian obat dalam jangka waktu panjang.
  • Pertimbangan yang masak perlu dilakukan jika bactesyn (sultamicillin) diberikan pada ibu menyusui atau pada bayi baru lahir
  • Pasien yang memiliki riwayat asma atau pasien yang menderita eksim, gatal-gatal dan demam memiliki potensi lebih tinggi mengalami reaksi alergi terhadap bactesyn (sultamicillin)

Toleransi terhadap kehamilan

Penelitian pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko pemakaian sultamisilin (sultamicillin) pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil / Penelitian pada hewan telah menunjukkan efek buruk , namun studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil tidak menunjukkan risiko untuk janin dalam trimester berapapun.

interaksi obat 

  • bactesyn (sultamicillin) jika diberikan bersamaan dengan allopurinol dapat meningkatkan reaksi hipersensitivitas.
  • obat antikoagulan warfarin dan obat probenezid dapat meningkatkan kadar bactesyn (sultamicillin) dalam plasma sehingga meningkatkan potensi terjadinya efek samping.
  • bactesyn (sultamicillin) dapat menurunkan efektivitas obat kontrasepsi oral.

Dosis  bactesyn

  • bactesyn (sultamicillin) diberikan dengan dosis : 2 x sehari 375 mg
  • untuk Gonorrhoe dan  uretritis non gonococcal : 2.250 mg sebagai dosis tunggal, dapat diberikan bersama Probenezid 1 gram
  • anak-anak 25 - 50 mg / kg BB / hari dalam 2 dosis bagi
  • dosis maksimum sulbactam tidak boleh lebih dari 4 gram / hari

dosis tinggi dapat diberikan untuk infeksi yang lebih berat. sediaan oral sebaiknya diberikan 1/2 - 1 jam sebelum makan untuk memaksimalkan penyerapan obat. Untuk pasien dengan fungsi ginjal yang buruk, monitor kadar obat dalam plasma dan urine harus dilakukan.

Terkait

merk-merk obat dengan kandungan sultamisilin (sultamicillin)

merk-merk obat yang termasuk antibiotik penisillinum, derivat


14 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Tania Pressler, Svend Stenvang Pedersen, Lene Christiansen, Marta Szaff, Christian Koch, Niels Hoiby, Sultamicillin—a new antibiotic in the treatment of persistent lower respiratory tract infections caused by Haemophilus influenzae, Journal of Antimicrobial Chemotherapy, Volume 17, Issue 4, April 1986, Pages 529–533, https://doi.org/10.1093/jac/17.4.529. Oxford Academic. (https://academic.oup.com/jac/article-abstract/17/4/529/736633?redirectedFrom=fulltext)
Dajani, A. (2001). Use of Ampicillin/Sulbactam and Sultamicillin in Pediatric Infections: A Re-Evaluation. Journal of International Medical Research, 257–269. https://doi.org/10.1177/147323000102900401. SAGE Journals. (https://journals.sagepub.com/doi/pdf/10.1177/147323000102900401)

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app