Alergi Dengan Makanan - Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Update terakhir: Mar 19, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 340.282 orang

Alergi makanan adalah reaksi sistem kekebalan tubuh yang terjadi setelah memakan makanan tertentu secara akut. Bahkan sejumlah kecil makanan penyebab alergi dapat memicu tanda dan gejala seperti masalah pencernaan, pembengkakan lidah, muntah, diare gatal-gatal atau masalah pada saluran pernafasan. 

Hal ini biasanya terjadi dalam beberapa menit hingga beberapa jam setelah makan makanan yang memicu terjadinya alergi. Pada beberapa orang, alergi makanan dapat menyebabkan gejala berat atau bahkan reaksi yang mengancam nyawa yang dikenal sebagai anafilaksis.

Alergi makanan mempengaruhi sekitar 6 hingga 8 persen anak-anak di bawah usia 3 tahun dan hingga 3 persen pada orang dewasa. Meskipun tidak ada obatnya, beberapa anak mengatasi alergi makanan mereka saat mereka bertambah dewasa.

Gejala alergi makanan paling sering terjadi pada bayi dan anak-anak, tetapi mereka dapat muncul pada usia berapa pun. Anda bahkan dapat terkena alergi terhadap makanan yang telah Anda konsumsi selama bertahun-tahun tanpa masalah. Pelajari lebih lanjut tentang jenis-jenis alergi makanan.  

Apa saja gejala-gejala dari Alergi Makanan

Gejala alergi makanan dapat berkisar dari ringan hingga berat. Reaksi awal pada alergi makanan akan berbeda-beda pada setiap orangnya. Makanan yang hanya memicu gejala ringan pada satu kesempatan dapat menyebabkan gejala yang lebih parah di lain waktu.

Reaksi alergi yang paling parah adalah anafilaksis. Anafilaksis merupakan reaksi alergi pada seluruh tubuh yang mengancam jiwa yang dapat mengganggu pernapasan, menyebabkan penurunan tekanan darah dengan cepat dan mempengaruhi detak jantung Anda. 

Anafilaksis bisa muncul dalam beberapa menit setelah terpapar makanan pemicu alergi. Hal ini bisa berakibat fatal dan harus segera diobati dengan suntikan epinefrin (adrenalin).

Berikut beberapa jenis makanan yang menyumbang sekitar 90 persen dari semua reaksi alergi makanan:

  • Telur
  • Susu
  • Kacang kacangan
  • Ikan
  • Kerang
  • Gandum
  • Kedelai, dll 

Bagi sebagian orang, reaksi alergi terhadap makanan tertentu walaupun tidak parah, tapi akan sangat mengganggu. Bagi orang lain, reaksi alergi makanan bisa menakutkan dan bahkan mengancam jiwa. Gejala alergi makanan biasanya berkembang dalam beberapa menit hingga dua jam setelah mengonsumsi makanan.

Tanda-tanda dan gejala alergi makanan yang paling umum termasuk:

  • Kesemutan atau gatal di mulut
  • Gatal pada tenggorokan
  • gatal atau eksim
  • Pembengkakan pada bibir, wajah, lidah dan tenggorokan atau bagian lain dari tubuh (angioedema)
  • hidung tersumbat , Bersin, kesulitan bernapas (mengi)
  • gangguan pada mata : kemerahan, gatal, pembengkaan konjunctiva dan periokuler.
  • Nyeri perut, diare, mual atau muntah
  • Pusing, bahkan pingsan

Anafilaksis

Pada beberapa orang, alergi makanan dapat memicu reaksi alergi yang parah yang disebut anafilaksis. Ini dapat menyebabkan tanda dan gejala yang mengancam jiwa, termasuk:

  • Penyempitan saluran nafas
  • Tenggorokan yang bengkak atau sensasi benjolan di tenggorokan Anda yang membuat sulit untuk bernafas
  • Syok dengan penurunan tekanan darah yang parah
  • Nadi yang cepat
  • kehilangan kesadaran

Perawatan darurat sangat penting untuk anafilaksis. Jika tidak diobati, anafilaksis dapat menyebabkan koma atau bahkan kematian.  

Apa penyebab terjadinya Alergi Makanan?

Ketika Anda memiliki alergi makanan, sistem kekebalan atau imun Anda secara keliru mengidentifikasi makanan tertentu atau zat dalam makanan sebagai sesuatu yang berbahaya. 

Respon dalam sistem kekebalan tubuh Anda akan memicu sel untuk melepaskan antibodi yang dikenal sebagai immunoglobulin E (IgE) untuk menetralisir makanan penyebab alergi atau zat makanan (alergen).

Bahkan jika Anda makan makanan yang dapat memicu alergi dalam jumlah yang kecil, antibodi IgE merasakannya dan memberi sinyal ke sistem kekebalan Anda untuk melepaskan zat kimia yang disebut histamin, serta bahan kimia lainnya, ke dalam aliran darah Anda. Zat kimia ini lah yang menyebabkan gejala alergi.    

Apa saja faktor risiko penyebab Alergi Makanan?

Faktor risiko alergi makanan meliputi:

  • Riwayat keluarga Anda memiliki peningkatan risiko alergi makanan jika asma, eksim, gatal-gatal atau alergi seperti alergi serbuk bunga adalah umum dalam keluarga Anda.
  • Alergi lainnya Jika Anda sudah alergi terhadap satu makanan, Anda mungkin berisiko mengalami alergi terhadap yang lain. Demikian pula, jika Anda memiliki jenis reaksi alergi lainnya, seperti alergi serbuk bunga atau eksim, maka risiko Anda memiliki alergi makanan akan lebih besar.
  • Usia Alergi makanan lebih sering terjadi pada anak-anak, terutama balita dan bayi. Ketika Anda semakin tua, sistem pencernaan Anda matang dan tubuh Anda cenderung untuk menyerap makanan.
  • Asma Alergi asma dan makanan umumnya terjadi bersamaan. Ketika mereka muncul bersamaan, alergi makanan dan gejala asma mungkin akan menjadi lebih parah.

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda mengembangkan reaksi anafilaksis meliputi:

  • Memiliki riwayat asma
  • Usia remaja atau lebih muda
  • Menunda penggunaan epinefrin untuk mengobati gejala alergi makanan Tidak memiliki
  • Gatal-gatal atau gejala kulit lainnya 

Bagaimana cara mengobati dan mencegah terjadinya Alergi Makanan?

Cara terbaik untuk mencegah reaksi alergi adalah dengan mengetahui dan menghindari makanan yang dapat menyebabkan tanda dan gejala alergi. Bagi sebagian orang, hal ini hanya rasa ketidaknyamanan saja, tetapi bagi sebagian yang lain merasa hal ini adalah sesuatu yang sangat mengganggu.Untuk mengetahui adanya paparan alergen (alergi makanan) dapat digunakan uji skin prick test.

Untuk reaksi alergi ringan, Obat antihistamin dan kortikosteroid dosis rendah yang disarankan dapat membantu Anda mengurangi gejala alergi makanan. Obat-obat ini dapat dikonsumsi setelah diketahui makanan penyebab alerginya untuk meredakan gatal atau bintik-bintik merah. 

Bagaimanapun, antihistamin tidak dapat mengobati reaksi alergi berat. Untuk reaksi alergi berat Anda membutuhkan injeksi epinefrin, injeksi kortikosteroid untuk mengurangi peradangan , injeksi bronkodilator atau obat pembuka jalan nafas untuk mengurangi sesak nafas dan membutuhkan perawatan di rumah sakit.

Berikut beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menangani atau mencegah alergi makanan:

  • Menghindari makanan yang bermasalah (makanan sisa, kedaluwarsa)
  • Selalu bawa obat alergi kemanapun Anda pergi
  • Baca label makanan dengan saksama sebelum membeli atau menyiapkan makanan
  • Kenakan gelang atau kalung medis sebagai tanda agar orang-orang tahu bahwa Anda memiliki alergi
  • Cuci peralatan dengan hati-hati sebelum menyiapkan makanan bayi. Hal ini dapat membantu mencegah penyebab alergi
  • Beritahu keluarga Anda, pengasuh, dan guru jika anak Anda memiliki alergi makanan 

Kapan waktu yang tepat untuk ke dokter?

Jika Anda atau anak Anda mengalami reaksi alergi tidak lama setelah mengonsumsi suatu makanan, dianjurkan untuk segera menemui dokter. Selain untuk mencegah gejala makin memburuk (reaksi anafilaksis)

Jika Anda, anak Anda, atau orang-orang di sekitar Anda mengalami gejala anafilaksis atau reaksi alergi parah, segera bawa ke rumah sakit. Penanganan yang diberikan secepatnya akan meningkatkan peluang keselamatan penderita alergi.

 

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit