Inilah Cara Membaca Hasil Tes Tekanan Darah Anda

Jika Anda perhatikan pada alat tekanan darah otomatis, ada dua angka besar yang terdapat di alat ukur tekanan darah tersebut yaitu baris pertama dan kedua. Baris pertama disebut dengan angka sistolik, sedangkan baris kedua merupakan angka diastolik. Kedua angka besar tersebut menggambarkan kondisi aliran darah beserta fungsi jantung Anda saat itu.
Dipublish tanggal: Jun 22, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Sep 9, 2019 Waktu baca: 3 menit
Inilah Cara Membaca Hasil Tes Tekanan Darah Anda

Ketika Anda melakukan tes tekanan darah, tentunya petugas medis yang menangani Anda saat itu akan memberitahu berapa tekanan darah Anda dan tergolong normal, rendah, atau tinggi. Apakah Anda tahu arti dari hasil tekanan darah tersebut? Tahukah Anda batas tekanan darah dikatakan normal?

Mari baca penjelasannya di bawah ini.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Jantung via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 10

Cara membaca hasil tekanan darah

Mempunyai tekanan darah yang normal supaya terhindar dari penyakit kronis seperti penyakit jantung adalah keinginan setiap orang. Sehingga saat ini banyak orang yang membeli alat tekanan darah otomatis supaya bisa mengukur tekanan darah kapanpun dan dimanapun tanpa harus periksa ke petugas medis. 

Lalu ketika Anda melihat angka hasil tekanan darah tersebut apakah yang Anda ketahui?

Jika Anda perhatikan pada alat tekanan darah otomatis, ada dua angka besar yang terdapat di alat ukur tekanan darah tersebut yaitu baris pertama dan kedua. Baris pertama disebut dengan angka sistolik, sedangkan baris kedua merupakan angka diastolik. 

Kedua angka besar tersebut menggambarkan kondisi aliran darah beserta fungsi jantung Anda saat itu.

Arti angka sistolik pada hasil tekanan darah

Saat jantung Anda berdetak, saat itu juga jantung Anda berkontraksi dan mendorong darah guna dialirkan ke seluruh tubuh serta mengendur yang diiringi dengan kembalinya aliran darah ke jantung dari seluruh tubuh. Tekanan sistolik adalah kegiatan mendorong darah dan berkontraksi menghasilkan tekanan darah.

Angka sistolik yang normal berkisar antara 90-119 mmHg, jika angka sistolik menunjukkan lebih atau kurang dari batas normal maka Anda mengalami gangguan kesehatan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Arti angka diastolik pada hasil tekanan darah

Angka diastolik menunjukkan tekanan darah saat jantung sedang istirahat yaitu ketika jantung menerima darah dari paru-paru yang berisi oksigen. Ketika tekanan sistolik terjadi, darah ini akan dialirkan ke seluruh tubuh. Angka diastolik yang normal berkisar antara 60-79 mmHg.

Tekanan darah yang dianggap tidak sehat

Hasil tekanan darah yang termasuk tidak baik dan dianggap mempunyai risiko tinggi untuk mengalami komplikasi kesehatan apabila hasil tekanan darah lebih dari sama dengan 140/90 mmHg. 

Jika Anda mempunyai hasil tekanan darah di atas normal, maka segera periksakan diri ke dokter, karena Anda mempunyai risiko yang cukup tinggi terkena penyakit jantung koroner, gagal jantung, dan stroke.

Seseorang yang memasuki masa pra hipertensi bila tekanan darah di antara 120-139 untuk tekanan sistolik dan 80-96 untuk tekanan diastolik. 

Walaupun belum pasti Anda mengalami hipertensi (tekanan darah tinggi), tapi jika Anda tidak mengendalikannya saat itu, ada kemungkinan hipertensi Anda akan kambuh di kemudian hari.

Bagaimana jika terdapat satu angka yang tidak normal?

Anda akan didiagnosa mengalami tekanan darah tinggi apabila hasil tes tekanan darah lebih dari atau sama dengan 140/90 mmHg. Tapi bagaimana jika terdapat satu angka yang tidak normal?

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Jantung via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 10

Pihak medis mengungkapkan apabila angka tekanan sistolik Anda tidak normal, hal tersebut bisa jadi merupakan indikasi Anda mengalami beberapa gangguan seperti hipertiroidisme, diabetes melitus, pembuluh darah arteri kaku, atau masalah pada katup jantung. 

Risiko lain jika Anda mempunyai tekanan darah sistolik yang tidak normal yaitu kemungkinan terkena penyakit jantung koroner.

Frekuensi pemeriksaan tekanan darah

Setiap orang mempunyai frekuensi masing-masing untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah. Hal tersebut dapat tergantung pada kondisi kesehatan dan hasil tekanan darah yang terakhir.

  • Jika Anda mempunyai tekanan darah normal, yaitu kurang dari 120/80 mmHg maka tidak masalah jika Anda melakukan pemeriksaan setiap 2 tahun sekali, atau sesuai dengan anjuran dokter.
  • Jika Anda mengalami pra hipertensi, yang mana tekanan darah sistolik di antara 120-139 mmHg dan diastolik 80-96 mmHg, maka setidaknya Anda melakukan pemeriksaan tekanan darah setiap 1 tahun sekali.
  • Jika Anda sudah memasuki tahap hipertensi, yaitu tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg, sebaiknya konsultasikan kondisi tersebut dengan dokter Anda.

8 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app