Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM

Air Mani Berdarah - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: SEP 15, 2019 Waktu baca: 5 menit
Telah dibaca 1.633.187 orang

Bagi siapa pun yang menjumpai darah pada air mani mereka, kondisi tersebut merupakan suatu hal yang mengejutkan. Hal ini adalah kelainan yang jarang terjadi, tetapi untungnya bukan pertanda suatu masalah yang serius, terutama pada pria di bawah usia 40 tahun. Darah pada semen atau air mani (hematospermia) biasanya tidak bertahan lama, kondisi tersebut dapat hilang dengan sendirinya.

Apa yang harus saya perhatikan?

Volume darah dalam air mani Anda dapat bervariasi dari setetes kecil hingga cukup banyak untuk membuat air mani Anda terlihat seperti darah. Volume darah pada air mani Anda akan tergantung pada penyebab perdarahan Anda. Selain terdapat darah pada air mani Anda, Anda mungkin juga mengalami beberapa hal sebagai berikut:

  • Sakit saat ejakulasi
  • Rasa sakit saat buang air kecil
  • Pembengkakan pada skrotum Anda
  • Pembengkakan di daerah selangkangan
  • Sakit di punggung bagian bawah
  • Darah di urin Anda

Penyebab umum darah pada air mani

Semen atau air mani melewati serangkaian saluran menuju uretra untuk ejakulasi. Beberapa hal dapat menyebabkan pembuluh darah di sepanjang saluran ini pecah dan darah bocor ke dalam air mani.

Dalam banyak kasus, penyebab pasti darah pada air mani tidak dapat ditentukan. Menurut Harvard Medical School, sebagian besar kasus darah pada air mani bukan suatu hal yang serius dan dapat dikaitkan dengan enam penyebab seperti peradangan / infeksi, obstruksi, tumor, kelainan pembuluh darah, faktor sistemik, atau trauma / prosedur medis. Penyebab yang paling umum adalah biopsi prostat.

Peradangan

Peradangan pada vesikula seminalis adalah penyebab umum dari air mani yang berdarah. Peradangan kelenjar, saluran, tabung, atau organ apa pun yang terlibat dalam alat kelamin pria dapat menyebabkan darah pada air mani Anda. Hal ini termasuk:

  • Prostatitis (radang kelenjar prostat), yang dapat menyebabkan rasa sakit, masalah buang air kecil, dan disfungsi seksual.
  • Epididimitis (radang epididimis, atau tabung melingkar di bagian belakang testis tempat sperma disimpan), paling sering disebabkan oleh infeksi bakteri, termasuk infeksi menular seksual (IMS) gonore atau klamidia. Gejalanya meliputi skrotum merah atau bengkak, nyeri pada testis dan nyeri tekan di satu sisi, keluarnya cairan, dan nyeri saat buang air kecil.
  • Urethritis (radang uretra), yang dapat menyebabkan rasa sakit saat buang air kecil, gatal atau rasa terbakar di dekat pembukaan penis, atau keluarnya penis.

Peradangan juga dapat disebabkan oleh iritasi dari calculi (batu) di prostat, vesikula seminalis, kandung kemih, atau uretra.

Infeksi
Sama seperti halnya peradangan, infeksi pada kelenjar, saluran, tabung, atau organ apa pun yang terlibat dalam alat kelamin pria dapat menyebabkan darah pada air mani.

Infeksi menular seksual seperti klamidia, gonore, atau herpes juga dapat menyebabkan darah pada air mani. Infeksi yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur juga dapat menyebabkan kondisi ini.

Obstruksi
Jika saluran seperti saluran ejakulasi tersumbat, pembuluh darah di sekitarnya dapat melebar dan pecah. Jika prostat Anda membesar, hal tersebut dapat menekan uretra Anda, yang dapat menyebabkan hematospermia.

Tumor
Polip jinak atau tumor ganas di prostat, testis, epididimis, atau vesikula seminalis dapat menyebabkan darah pada air mani Anda.

Kelainan pembuluh darah
Kelainan vaskular pada alat kelamin pria seperti kista vaskular juga dapat menyebabkan darah pada air mani Anda.

Faktor sistemik
Kondisi pada tubuh Anda juga dapat menyebabkan darah pada air mani Anda. Kondisi ini termasuk hipertensi (tekanan darah tinggi), hemofilia (gangguan darah yang dapat menyebabkan tubuh mudah berdarah), leukemia, dan penyakit hati yang kronis.

Trauma / prosedur medis
Trauma fisik seperti dipukul pada daerah testis Anda saat berolahraga dapat menyebabkan munculnya darah pada air mani Anda. Trauma dapat menyebabkan pembuluh darah bocor, dan darah dapat tertinggal dalam air mani Anda. Prosedur medis seperti pemeriksaan prostat atau biopsi atau vasektomi juga dapat menyebabkan munculnya darah pada air mani Anda.

Kapan waktu yang tepat untuk pergi ke dokter

Jika usia Anda lebih dari 40
Pria yang berusia 40 atau lebih memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit seperti kanker prostat. Oleh karena itu, Anda harus memberi tahu dokter Anda kapan saja Anda mendapati darah pada air mani Anda. Dokter Anda akan memeriksa penyebab munculnya darah sesegera mungkin.

Jika Anda berusia di bawah 40 tahun
Jika Anda berusia di bawah 40 tahun dan tidak memiliki gejala selain air mani berdarah, tunggu dan lihat apakah darah tersebut hilang dengan sendirinya. Jika air mani Anda terus bercampur darah atau jika Anda mulai mengalami gejala tambahan seperti sakit atau demam, segera buat janji dengan dokter Anda. Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan prostat atau analisis air mani dan urin Anda untuk menentukan sumber munculnya darah.

Mendiagnosis darah pada air mani

Ketika Anda bertemu dokter Anda, pertama-tama dokter harus menentukan penyebab darah pada air mani. Hal-hal yang dapat dokter lakukan meliputi:

  • Pemeriksaan fisik. Dokter Anda mungkin memeriksa Anda untuk gejala-gejala lain, termasuk testis yang bengkak, kemerahan, atau tanda-tanda infeksi atau peradangan yang terlihat.
  • Tes IMS (Infeksi Menular Seksual). Melalui tes termasuk pemeriksaan darah, dokter Anda akan memeriksa untuk memastikan Anda tidak memiliki IMS yang dapat menyebabkan perdarahan.
  • Tes urin. Hal ini dapat membantu mendeteksi infeksi bakteri atau kelainan lain dalam urin Anda.
  • Tes PSA, yang menguji antigen yang dibuat prostat dan mengevaluasi kesehatan prostat.
  • Tes skrining seperti ultrasonografi, CT, dan MRI, yang dapat membantu menemukan suatu sumbatan atau obstruksi.

Jika hematospermia bertahan lebih dari 1 bulan, USG transrektal dapat diindikasikan.

Pria yang lebih tua dari usia 50 dapat dirujuk ke spesialis urologi untuk evaluasi lebih lanjut.

Pengobatan: mengatasi gejala Anda

Tergantung pada penyebab darah pada air mani Anda, Anda mungkin bisa merawatnya sendiri di rumah. Jika penyebab yang mendasarinya memerlukan perawatan medis, dokter Anda akan memutuskan pengobatan yang tepat untuk Anda.

Pengobatan di rumah

Jika Anda memiliki darah pada air mani akibat trauma, cukup dengan istirahat dan biarkan kondisi tersebut sembuh dengan sendirinya. Jika Anda juga mengalami pembengkakan di pangkal paha, Anda dapat memberikan kompres dengan es ke area tersebut selama 10 hingga 20 menit. 

Sebagian besar kasus hematospermia dapat sembuh dengan sendirinya. Awasi gejala Anda dan beri tahu dokter Anda jika gejala itu memburuk atau bertahan lebih dari satu bulan.

Pengobatan medis

Jika darah pada air mani Anda disebabkan oleh suatu infeksi, dokter Anda mungkin akan meresepkan obat antibiotik. Obat antiinflamasi juga dapat diberikan jika penyebabnya dikarenakan suatu inflamasi. Jika darah dalam air mani Anda disebabkan oleh penyumbatan pada saluran genitourinari Anda, pembedahan mungkin dapat dilakukan.

Operasi potensial termasuk pengangkatan batu kandung kemih yang menghalangi saluran kemih, dan operasi untuk mengangkat tumor.

Jika kanker yang menyebabkan darah dalam air mani Anda, dokter Anda mungkin akan merujuk Anda ke spesialis onkologi yang akan menentukan pengobatan yang terbaik.

Seberapapun mengejutkannya darah pada air mani Anda, penting untuk diingat bahwa dalam kebanyakan kasus hal tersebut bukanlah suatu masalah yang serius.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit