HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
DR. SCIENTIA INUKIRANA
Ditinjau oleh
DR. SCIENTIA INUKIRANA

Batu Kandung Kemih - Tanda, Penyebab, Gejala, Cara Mengobati

Dipublish tanggal: Mar 6, 2019 Update terakhir: Nov 6, 2020 Tinjau pada Agu 20, 2019 Waktu baca: 3 menit

Jika Anda merasakan nyeri dan sakit saat buang air kecil sebaiknya mulai waspada karena bisa saja itu merupakan gejala batu kandung kemih. Saluran urin yang tersumbat bisa menimbulkan berbagai macam gangguan dan bahkan komplikasi jika tidak segera ditangani oleh ahli medis. Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan jika Anda mengalami rasa sakit yang berlebihan saat membuang air kecil? Dan Bagaimana pengobatannya? Berikut penjelasannya!

Apa Itu Batu Kandung Kemih?

Batu kandung kemih adalah batu yang terbentuk karena adanya pengkristalan mineral dan berada di kandung kemih (bladder). Batu kandung kemih jika berada di spinkter menuju uretra biasanya akan menghambat keluarnya urin ke luar tubuh. 

Biasanya, laki-laki yang berusia lebih dari 50 tahun rentan mengalami hal ini. Laki-laki memiliki peluang lebih tinggi dikarenakan saluran urinaria pria lebih panjang dan sempit dibandingkan wanita.     

Penyebab Batu Kandung Kemih

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, batu kemih terjadi karena adanya pengkristalan mineral dan bisa merupakan berbagai macam jenis mineral. 

Salah satu mineral yang mudah mengkristal adalah kalsium, dan sisanya seperti mineral yang ada pada makanan yang mengandung asam urat dan juga garam sodium yang berlebihan. 

Terkadang juga muncul batu struvit (magnesium, ammonium, fosfat) yang hanya terbentuk ketika infeksi terjadi. Air putih yang sedikit dikonsumsi oleh tubuh akan semakin memperparah batu yang berada di dalam kandung kemih. 

Jika batu kandung kemih masih sangat kecil, akan dapat dikeluarkan dengan sendirinya saat buang air kecil. Semakin besar akan semakin menunjukan gejala yang dapat dirasakan saat buang air kecil. Penyebab batu kemih lainnya yaitu:

  • Diet tidak seimbang Diet yang bertujuan mengurangi berat badan, terkadang tidak disertai dengan asupan vitamin yang seimbang. Tingginya kalsium dalam asupan diet dan rendahnya vitamin disertai kurangnya air putih, memudahkan terjadinya pengkristalan di dalam kandung kemih. Tingginya kandungan kapur pada air yang diminum juga membuat Anda beresiko terkena batu kandung kemih.
  • Menderita batu ginjal Walaupun proses pembentukan dengan batu ginjal berbeda, namun batu yang terdapat di dalam ginjal bisa turun ke saluran kandung kemih. 
  • Pembesaran prostat Pada umumnya, pria di atas 50 tahun sangat berisiko mengalami pembengkakan kelenjar prostat. Hal ini dapat menekan kandung kemih yang berakibat jalannya urin tidak lancar sehingga beresiko terjadi endapan mineral dan terbentuk batu.
  • Saraf kandung kemih tidak berfungsi baik Ketika saraf kandung kemih rusak, maka ‘sinyal’ untuk mengeluarkan urin seluruhnya tidak bisa dilakukan. Endapan yang tersisa bisa menyebabkan terjadi batu kandung kemih. 

Gejala Batu Kandung Kemih

Batu kandung kemih memiliki gejala awal yang cukup dapat terdeteksi secara langsung saat ingin buang air kecil dalam kegiatan sehari-hari. Gejala-gejalanya adalah:

  • Bagian kandung kemih terasa sakit dan nyeri saat ingin buang air kecil
  • Urin yang keluar tersendat-sendat atau tidak lancar keluar
  • Urin terlihat bercampur darah karena terjadi pendarahan di bagian dalam
  • Jika sudah terjadi infeksi, maka terkadang akan disertai oleh demam

Diagnosa Kandung Kemih

Sebelum mendapatkan pengobatan yang tepat, pasien penderita batu kandung kemih terlebih dahulu didiagnosa. Diagnosa tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara menggunakan alat-alat kedokteran. Diantaranya adalah:

Foto Rontgen

Rontgen merupakan salah satu cara diagnosa yang sangat membantu memperlihatkan lokasi kandung kemih. Kekurangannya adalah terdapat beberapa jenis batu kandung kemih yang tidak bisa terdekteksi menggunakan foto rontgen. 

USG

Ultrasonography (USG) juga dapat membantu untuk menemukan letak beradanya batu di dalam kandung kemih. 

Pemeriksaan Urine

Dengan mengambil sample urin, dokter dapat mengetahui penyebab batu kandung kemih, kandungan darah, jenis mineral yang mengkristal dan infeksi yang sudah terjadi dalam kandung kemih. 

Spiral CT Scan

Jenis pemeriksaan ini walaupun lebih mahal daripada lainnya, namun memiliki tingkat akurasi yang cukup tinggi. Walaupun ukuran diameter batu sangat kecil, namun melalui scan ini akan terdeteksi letak batu dalam kandung kemih.

Jika Batu Kandung Kemih sudah ditemukan, lalu bagaimana cara mengobatinya?

Pengobatan untuk dapat mengeluarkan batu yang menyumbat bisa dilakukan dengan beberapa cara. Obat-obatan yang berguna untuk menghancurkan atau menteralisir batu bisa diupayakan sebelum operasi atau bedah dilakukan. 

Namun jika batu sudah terlalu besar dan cukup membahayakan jika tidak segera dikeluarkan maka pembedahan harus dilakukan. Selain itu, pasien yang sudah terkena maupun yang belum terdiagnosa batu kandung kemih disarankan minum air putih yang cukup. 


10 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
WebMD (2016). What Are Bladder Stones? (https://www.webmd.com/kidney-stones/what-are-bladder-stones)
Mayo Clinic (2016). Diseases and Conditions. Bladder Stones. (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bladder-stones/symptoms-causes/syc-20354339)
NHS Choices UK (2018). Health A-Z. Bladder Stones. (https://www.nhs.uk/conditions/bladder-stones/)

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini
Buka di app