Doctor men
Ditinjau oleh
DR SCIENTIA INU KIRANA

Batu Kandung Kemih : Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: SEP 18, 2019 Tinjau pada SEP 18, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 856.222 orang

Jika Anda merasakan nyeri dan sakit saat buang air kecil sebaiknya mulai waspada karena bisa saja itu merupakan gejala batu kandung kemih. Saluran urin yang tersumbat bisa menimbulkan berbagai macam gangguan dan bahkan komplikasi jika tidak segera ditangani oleh ahli medis

Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan jika Anda mengalami rasa sakit yang berlebihan saat membuang air kecil? Dan Bagaimana pengobatannya? Berikut penjelasannya!

Pengertian Batu Kandung Kemih

Batu kandung kemih adalah batu yang terbentuk karena adanya pengkristalan mineral dan berada di kandung kemih (bladder). 

Batu kandung kemih jika berada di spinkter menuju uretra biasanya akan menghambat keluarnya urin ke luar tubuh. 

Biasanya, laki-laki yang berusia lebih dari 50 tahun rentan mengalami hal ini. Laki-laki memiliki peluang lebih tinggi dikarenakan saluran urinaria pria lebih panjang dan sempit dibandingkan wanita.     

Penyebab Batu Kandung Kemih

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, batu kemih terjadi karena adanya pengkristalan mineral dan bisa merupakan berbagai macam jenis mineral

Salah satu mineral yang mudah mengkristal adalah kalsium, dan sisanya seperti mineral yang ada pada makanan yang mengandung asam urat dan juga garam sodium yang berlebihan

Terkadang juga muncul batu struvit (magnesium, ammonium, fosfat) yang hanya terbentuk ketika infeksi terjadi. Air putih yang sedikit dikonsumsi oleh tubuh akan semakin memperparah batu yang berada di dalam kandung kemih

Jika batu kandung kemih masih sangat kecil, akan dapat dikeluarkan dengan sendirinya saat buang air kecil. Semakin besar akan semakin menunjukan gejala yang dapat dirasakan saat buang air kecil. Penyebab batu kemih lainnya yaitu:

  • Diet tidak seimbang Diet yang bertujuan mengurangi berat badan, terkadang tidak disertai dengan asupan vitamin yang seimbang. Tingginya kalsium dalam asupan diet dan rendahnya vitamin disertai kurangnya air putih, memudahkan terjadinya pengkristalan di dalam kandung kemih. Tingginya kandungan kapur pada air yang diminum juga membuat Anda beresiko terkena batu kandung kemih.
  • Menderita batu ginjal Walaupun proses pembentukan dengan batu ginjal berbeda, namun batu yang terdapat di dalam ginjal bisa turun ke saluran kandung kemih. 
  • Pembesaran prostat Pada umumnya, pria di atas 50 tahun sangat berisiko mengalami pembengkakan kelenjar prostat. Hal ini dapat menekan kandung kemih yang berakibat jalannya urin tidak lancar sehingga beresiko terjadi endapan mineral dan terbentuk batu.
  • Saraf kandung kemih tidak berfungsi baik Ketika saraf kandung kemih rusak, maka ‘sinyal’ untuk mengeluarkan urin seluruhnya tidak bisa dilakukan. Endapan yang tersisa bisa menyebabkan terjadi batu kandung kemih. 

Gejala Batu Kandung Kemih

Batu kandung kemih memiliki gejala awal yang cukup dapat terdeteksi secara langsung saat ingin buang air kecil dalam kegiatan sehari-hari. Gejala-gejalanya adalah:

  • Bagian kandung kemih terasa sakit dan nyeri saat ingin buang air kecil
  • Urin yang keluar tersendat-sendat atau tidak lancar keluar
  • Urin terlihat bercampur darah karena terjadi pendarahan di bagian dalam
  • Jika sudah terjadi infeksi, maka terkadang akan disertai oleh demam

Diagnosa Kandung Kemih

Sebelum mendapatkan pengobatan yang tepat, pasien penderita batu kandung kemih terlebih dahulu didiagnosa. Diagnosa tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara menggunakan alat-alat kedokteran. Diantaranya adalah:

  • Foto Rotgen Rontgen merupakan salah satu cara diagnosa yang sangat membantu memperlihatkan lokasi kandung kemih. Kekurangannya adalah terdapat beberapa jenis batu kandung kemih yang tidak bisa terdekteksi menggunakan foto rontgen. 
  • USG Ultrasonography (USG) juga dapat membantu untuk menemukan letak beradanya batu di dalam kandung kemih. 
  • Pemeriksaan Urine Dengan mengambil sample urin, dokter dapat mengetahui penyebab batu kandung kemihkandungan darah, jenis mineral yang mengkristal dan infeksi yang sudah terjadi dalam kandung kemih. 
  • Spiral CT Scan Jenis pemeriksaan ini walaupun lebih mahal daripada lainnya, namun memiliki tingkat akurasi yang cukup tinggi. Walaupun ukuran diameter batu sangat kecil, namun melalui scan ini akan terdeteksi letak batu dalam kandung kemih.

Jika Batu Kandung Kemih sudah ditemukan, lalu bagaimana cara mengobatinya?

Pengobatan untuk dapat mengeluarkan batu yang menyumbat bisa dilakukan dengan beberapa cara. Obat-obatan yang berguna untuk menghancurkan atau menteralisir batu bisa diupayakan sebelum operasi atau bedah dilakukan. 

Namun jika batu sudah terlalu besar dan cukup membahayakan jika tidak segera dikeluarkan maka pembedahan harus dilakukan. 

Selain itu, pasien yang sudah terkena maupun yang belum terdiagnosa batu kandung kemih disarankan minum air putih yang cukup. 


Referensi

Basler, Joseph. Medscape (2017). Bladder Stones.

Cicione, et al. (2018). Bladder Stone Management: an Update. Minerva Urologica e Nefrologica, 70(1), pp. 53-65.

Family Doctor (2017). Bladder Stones.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit