8 Bahan Makanan Yang Dapat Meningkatkan Kadar Testosteron Anda

Dipublish tanggal: Jul 20, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
8 Bahan Makanan Yang Dapat Meningkatkan Kadar Testosteron Anda

Testosteron adalah hormon seks pria yang mempengaruhi lebih dari sekadar dorongan seks. Hormon ini juga bertanggung jawab untuk kesehatan tulang dan otot, produksi sperma, dan pertumbuhan rambut.

Hormon testosteron akan berkurang seiring bertambahnya usia, serta karena penyakit kronis. Hipogonadisme adalah suatu kondisi dimana kadar testosteron seseorang rendah.  Kondisi ini bisa diobati secara medis untuk mencegah masalah kesehatan di masa depan. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Keseimbangan hormon secara keseluruhan penting untuk mengelola kadar testosteron. Keseimbangan hormon dapat diperoleh dengan mengkonsumsi makanan padat nutrisi dengan gizi seimbang.

Seiring dengan rekomendasi dokter, Anda dapat mengkonsumsi makanan yang berpotensi meningkatkan testosteron sebagai suplemen alami dalam mengatasi kondisi hipogonadisme. 

Untuk meningkatkan kadar testosterone dalam tubuh, nutrisi yang sangat penting untuk diet Anda adalah vitamin D dan zinc, yang keduanya merupakan prekursor untuk membuat testosteron. Berikut adalah 8 makanan yang dapat dikonsumsi untuk meningkatkan kadar testosterone tubuh.

Tuna

Tuna kaya akan vitamin D, yang telah dikaitkan dapat meningkatkan produksi testosteron. Sumber makanan ini juga merupakan makanan kaya protein dan rendah kalori.

Tidak masalah baik itu tuna kaleng atau segar, makan ikan ini bisa dikonsumsi sebagai sumber alami untuk meningkatkan testosteron. Satu porsi tuna memenuhi kebutuhan vitamin D harian Anda.

Jika Anda bukan penggemar tuna, Anda dapat mempertimbangkan sumber vitamin D lainnya seperti ikan salmon atau sarden. Ingat bahwa moderasi adalah kunci. Usahakan untuk tidak mengkonsumsi makanan ini sebanyak dua hingga tiga porsi seminggu untuk meminimalkan asupan merkuri, yang ditemukan dalam makanan laut.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Kolestrol via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 29

Susu Rendah Lemak Dengan Vitamin D

Susu adalah sumber protein dan kalsium. Anak-anak dan wanita dianjurkan untuk minum susu untuk kesehatan tulang yang lebih baik, tetapi susu juga dapat membuat tulang pria tetap kuat. Kandungan vitamin D dalam susu juga dapat menjaga kadar testosteron tetap terjaga.

Pastikan Anda memilih susu yang diperkaya dengan vitamin D. Pilih versi rendah lemak atau skim, karena memiliki nutrisi yang sama seperti susu murni tanpa lemak jenuh.

Kuning telur

Kuning telur adalah sumber vitamin D. Meskipun kolesterol memiliki reputasi yang buruk, kuning telur mengandung lebih banyak nutrisi daripada putih telur. Kolesterol yang berasal dari kuning telur bahkan dapat membantu menurunkan kadar testosteron. 

Selama Anda tidak memiliki masalah kolesterol yang sudah ada sebelumnya, Anda dapat dengan aman makan satu telur per hari.

Sereal yang Diperkaya

Anda dapat mempertimbangkan sereal tertentu yang diperkaya dengan vitamin D untuk dikonsumsi saat sarapan untuk memulai hari Anda dan membantu meningkatkan kadar testosteron Anda.

Tiram

Zinc adalah nutrisi penting selama masa pubertas, dan  juga dapat membantu menjaga kadar hormon pria tetap terkendali. Pria yang memiliki kadar testosterone rendah membutuhkan makanan dengan kandungan zinc yang banyak seperti tiram.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Kerang

Satu porsi kerang sesekali dapat membantu menjaga kadar testosteron Anda. Seperti halnya tiram, kerang memiliki kandungan zinc yang tinggi yang dapat membantu menjaga kadar testosterone. Tetapi yang perlu Anda ingat bahwa kerang mengandung kolesterol tinggi, oleh karena itu, kerang paling cocok dikonsumsi dalam jumlah sedang.

Daging Sapi

Mengkonsumsi daging merah secara berlebihan dapat mengganggu kesehatan. Tidak hanya mengandung kolesterol yang tinggi, tetapi makan terlalu banyak daging sapi juga terkait dengan kanker tertentu, seperti kanker usus besar.

Meski begitu, beberapa potong daging sapi memiliki nutrisi yang dapat meningkatkan testosteron. Hati sapi adalah sumber vitamin D yang sangat baik, sedangkan daging giling dan daging panggang mengandung zinc.

Untuk menjaga lemak hewani tetap terkendali, pilih saja potongan daging tanpa lemak dan hindari mengkonsumsinya setiap hari.

Kacang-kacangan

Ketika berbicara mengenai kesehatan hormon pria, kacang mungkin menawarkan manfaat lebih dari yang Anda pikirkan. Kacang putih, kacang kedelai, dan kacang kedelai hitam semuanya dianggap sumber vitamin D dan zinc. Sebagai bonus, makanan ini penuh dengan protein nabati yang dapat melindungi kesehatan jantung Anda.

Apakah Makanan Saja Cukup Untuk Mengatasi Hipogonadisme?

Perubahan pola makan sehat dapat membantu meningkatkan kadar testosterone, tetapi tidak menyembuhkan hipogonadisme. Seorang dokter harus memastikan bahwa seseorang menderita hipogonadisme melalui pemeriksaan fisik dan tes darah.

Jika Anda didiagnosis dengan kondisi hipogonadisme, Anda mungkin akan diberi resep penggantian hormon testosteron. Yang perlu Anda ketahui adalah obat-obatan ini dapat menimbulkan risiko efek samping yang serius, jadi pastikan Anda mendiskusikan semuanya dengan dokter Anda sebelum memulai perawatan.

Selain itu, pertimbangkan untuk membuat penyesuaian diet untuk meningkatkan kesehatan Anda secara keseluruhan, tidak hanya untuk mengobati rendahnya kadar testosterone.

13 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Wehr E, et al. (2010). Association of vitamin D status with serum androgen levels in men [Abstract]. DOI: (https://onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1111/j.1365-2265.2009.03777.x)
Pilz S, et al. (2011). Effect of vitamin D supplementation on testosterone levels in men [Abstract]. DOI: (https://www.thieme-connect.de/products/ejournals/abstract/10.1055/s-0030-1269854)
Patisaul HB, et al. (2010). The pros and cons of phytoestrogens. DOI: (https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0091302210000257?via%3Dihub)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app