11 Penyebab Ambeien yang Harus Anda Waspadai

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Jul 22, 2021 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 5 menit
11 Penyebab Ambeien yang Harus Anda Waspadai

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Kekurangan serat dalam tubuh dapat memicu konstipasi yang membuat seseorang harus mengejan lebih kuat saat BAB, sehingga berisiko menyebabkan wasir.
  • Ambeien lebih rentan dialami oleh penderita obesitas karena berat badannya menekan area pinggul dan rektum.
  • Ibu hamil lebih berisiko mengalami ambeien akibat adanya tekanan berlebih dari janin yang menekan area pinggul dan sekitarnya.
  • Beberapa penyakit seperti sindrom iritasi usus (IBS), penyakit Chron, dan kolitis ulseratif juga bisa meningkatkan risiko terjadinya ambeien.
  • Klik untuk membeli obat wasir atau ambeien dari rumah Anda melalui HDMall. *Gratis ongkos kirim ke seluruh Indonesia dan bisa COD;

Penyebab ambeien umumnya karena kurangnya asupan serat dalam tubuh. Namun, ternyata bukan cuma itu saja, lho! Masih banyak faktor lain yang dapat memicu munculnya penyakit yang memiliki nama lain wasir ini. Apa sajakah penyebab ambeien yang dimaksud? Simak artikel berikut agar Anda tahu dari sekarang dan bisa langsung melakukan pencegahan.

Apa itu ambeien?

Di sekitar rektum dan dubur kita terdapat pembuluh darah yang fungsinya menyuplai darah ke dinding dan otot sekitar area tersebut. Namunm karena berbagai hal, pembuluh darah tersebut dapat melemah sehingga aliran darah tidak tersalurkan dengan lancar.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Ambeien (Wasir) via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 27

Kondisi ini dapat memicu menumpuknya darah di pembuluh tersebut, dan keadaan inilah yang biasanya menimbulkan bengkak serta rasa sakit. Kita sering menyebut gangguan ini dengan istilah ambeien atau wasir dengan gejala utama buang air besar berdarah dan tidak nyaman pada anus.

Jenis-jenis ambeien

Berdasarkan lokasi pembengkakan akibat peleberan pembuluh darah, ambeien terbagi menjadi 2 jenis, yaitu:

1. Ambeien internal

Wasir internal biasanya terjadi di dalam rektum. Jenis ambeien ini biasanya hanya menimbulkan rasa sakit sedikit dan tidak sampai menimbulkan gangguan bagi penderitanya. Oleh sebab itu, banyak penderitanya yang malah tidak tahu kalau ia sebenarnya sedang menderita ambeien internal.

Gejala ambeien internal yang paling sering terjadi adalah munculnya pendarahan, khususnya saat atau usai BAB. Kalau pembengkakan yang muncul cukup besar, maka penderitanya pun bisa merasakan adanya benjolan yang keluar dari lubang dubur. Biasanya, benjolan yang timbul juga disertai sensasi terbakar dan rasa gatal.

2. Ambeien eksternal

Tak seperti wasir internal, pembengkakan akibat ambeien eksternal rata-rata terjadi di luar tubuh, biasanya di sekitar anus dan seringkali muncul dalam bentuk benjolan kecil-kecil yang terasa keras saat disentuh. Penderitanya dapat langsung merasakan ketidaknyamanan atau bahkan rasa sakit.

Bila tak segera diatasi, ambeien eksternal dapat menimbulkan komplikasi tambahan seperti trombosis yang gejalanya jauh lebih menyakitkan ketimbang ambeien biasa. Kondisi ini biasanya membutuhkan waktu beberapa minggu agar bisa sembuh. Tak jarang bahkan penderitanya harus menjalani prosedur bedah untuk mengangkat benjolannya.

Iklan dari HonestDocs
Beli L-BIO 30 SACH via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Baca selengkapnya: Ciri-Ciri dan Gejala Ambeien Dalam dan Luar

Penyebab ambeien yang harus diwaspadai

Meski tak sampai membahayakan nyawa penderitanya, wasir bukanlah penyakit yang boleh dianggap sepele. Maka dari itu, penting untuk mengetahui penyebab ambeien agar dapat ditangani dengan tepat.

Berbagai penyebab ambeien di antaranya:

1. Kurang serat

Kandungan serat dari makanan berfungsi untuk membantu mengikat air ke dalam usus besar sehingga proses BAB bisa terjadi dengan lancar. Namun, ketika tubuh kekurangan serat, maka seseorang akan mengalami konstipasi sehingga harus mengejan lebih keras saat BAB.

Tekanan yang timbul saat mengejan (ngeden) inilah yang biasanya melemahkan pembuluh darah di sekitar dubur. Akibatnya, Anda berisiko mengalami wasir alias ambeien. 

Penyebab ambeien yang satu ini sebetulnya mudah diatasi. Caranya, cukup perbanyak asupan sayuran dan buah-buahan agar tubuh tak kekurangan serat.

Iklan dari HonestDocs
Beli L-BIO 30 SACH via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

2. Obesitas

Ada beberapa alasan mengapa orang dengan obesitas berisiko lebih besar menderita wasir. Pertama, berat badan berlebih memberikan tekanan lebih besar pada area pinggul dan rektum, sehingga melemahkan pembuluh darah dan otot di area tersebut.

Alasan lainnya adalah mereka yang memiliki berat badan berlebih biasanya juga kurang serat dan jarang olahraga, sehingga lebih sering mengalami konstipasi.

Mulai dari sekarang, cobalah timbang berat badan Anda dan ukur tinggi badan. Setelah itu, hitung indeks massa tubuh (IMT) menggunakan Kalkulator Berat Badan. Jika Anda obesitas, maka ikutilah beberapa tips dibawah ini:

3. Kehamilan

Risiko seorang wanita terkena wasir biasanya cenderung meningkat ketika ia sedang hamil. Penyebabnya sama seperti faktor obesitas di atas, yakni berat berlebih dari janin dalam kandungan menekan area pinggul dan sekitarnya.

Kondisi ini akan menghambat aliran balik pembuluh darah ke jantung, sehingga banyak darah terbendung di daerah anus dan rektum, pembuluh darah melebar, lalu timbullah wasir.

Selain saat hamil, tak sedikit juga perempuan yang justru menderita wasir usai melahirkan. Hal ini dipengaruhi oleh besarnya tekanan yang terjadi pada otot dan pembuluh darah di area sekitar jalan lahir.

Baca selengkapnya: 10 Cara Mengobati Ambeien Saat Hamil Paling Efektif dan Aman

4. Diare dan konstipasi

Tekanan terus menerus pada lubang dubur dapat melemahkan pembuluh darah sekitarnya. Uniknya, hal ini tak hanya dikarenakan kurang serat saja, lho!

Beberapa studi bahkan mendapati dari antara orang-orang yang sering terkena ambeien, ada yang memiliki lubang dubur berukuran kecil. Otomatis orang-orang tersebut butuh usaha ekstra untuk mengejan saat BAB.

Sulit buang air besar atau konstipasi menjadi penyebab ambeien karena feses harus dikeluarkan dengan mengejan kuat. Hal ini berdampak buruk terhadap pembuluh darah di sekitar anus, pembuluh darah menjadi melebar dan mudah rapuh akibat tekanan kuat.

5. Usia

Seiring bertambahnya umur, biasanya jaringan otot dan pembuluh darah di area dubur juga melemah. Makanya, risiko wasir jadi meningkat.

6. Cedera sumsum tulang belakang

Jika seseorang pernah mengalami kecelakaan yang kemudian mencederai sumsum tulang belakangnya, kondisi tersebut juga bisa merusak saraf di rektum. Salah satu akibatnya adalah tubuh tak bisa mendeteksi, apakah usus besar sudah ‘penuh’ atau belum.

Tanpa sadar, ia malah jadi lebih sering menahan BAB, dan tekanan saat menahan inilah yang kemudian memicu ambeien.

7. Dampak setelah operasi dubur

Tergantung dari proses operasinya, rektum juga bisa rusak karenanya. Akibatnya, sulit bagi seseorang untuk merasakan yang namanya kebelet atau 'panggilan alam' (BAB).

8. Kanker kolon

Salah satu gejala kanker usus besar adalah pendarahan yang sering kali disalahartikan sebagai wasir. Namun, tak seperti wasir, kanker usus besar umumnya juga menimbulkan gejala lain seperti adanya rasa sakit pada perut bagian bawah hingga turunnya berat badan secara drastis.

Kalau Anda menderita beberapa gejala tersebut, segera periksakan diri ke dokter. Sebab, bisa jadi penyebab ambeien selama ini adalah karena kanker kolon yang perlu segera ditangani.

9. IBS

Gangguan pencernaan semacam sindrom iritasi usus atau IBS (irritable bowel syndrome) biasanya membuat penderitanya mengalami konstipasi dan diare yang terlalu sering. Selain mengalami ambeien, seseorang yang mengidap penyakit pencernaan ini juga akan merasakan sakit, kram, hingga kembung pada bagian perutnya.

10. Penyakit Crohn (radang usus)

Penyakit Crohn umumnya muncul karena gangguan autoimun sehingga sistem kekebalan tubuh menyerah jaringan di saluran gastrointestinal. Sama seperti sindrom iritasi usus, penyakit ini juga membuat penderitanya mengalami wasir, diare, perut kembung, dan sakit perut.

11. Kolitis ulseratif

Satu lagi jenis radang usus yang kerap menjadi penyebab ambeien yaitu kolitis ulseratif atau ulcerative colitis. Gejala kolitis ulseratif mirip sindrom iritasi usus dan penyakit Crohn, tetapi sedikit lebih parah karena umumnya diare yang timbul juga disertai keluarnya darah.

Sebelum mencari pengobatan, sebaiknya pastikan dulu penyebab wasir atau ambeien yang Anda alami. Caranya tentu dengan memeriksakan diri ke dokter. Dengan begitu, dokter akan membantu memastikan penyebab ambeien dan menentukan perawatan yang tepat sesuai dengan kondisi Anda.

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Hemorrhoids: Signs, Diagnosis, and Treatment. Healthline. (https://www.healthline.com/health/hemorrhoids)
Hemorrhoids: Causes, treatments, and prevention. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/73938.php)
Hemorrhoids (Internal & External): Pictures, Symptoms, Causes, Treatment. WebMD. (https://www.webmd.com/digestive-disorders/understanding-hemorrhoids-basics)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app