Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Kebiasaan Sehat

Yuk Pertahankan Kesehatan Otak Dengan 8 Cara Ini

Update terakhir: DEC 12, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.245.678 orang

Otaklah yang memampukan kita melakukan banyak hal, mulai dari mengekspresikan pikiran dan emosi, mengkoordinasi gerakan, menyimpan kenangan indah masa lalu, hingga menjawab pertanyaan. 

Sayangnya, menurut Elise Caccappolo, PhD, salah satu profesor neuropsikologi di Columbia University Medical Center, New York, “kebanyakan orang tidak memikirkan kesehatan otaknya hingga mereka mengalami gangguan seperti pikun.”

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Simvastatin berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol yang tinggi pada pasien – pasien dislipidemia. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Faktanya, memang bukan hanya kulit saja yang bisa mengalami penuaan, tapi otak juga. Sudah bukan rahasia lagi kalau semakin bertambah usia, kemampuan otak biasanya juga ikut menurun.

Lantas, bagaimanakah cara mempertahankan kesehatan otak supaya fungsinya tetap maksimal? Berikut beberapa hal yang dapat dicoba mulai dari sekarang:

1.Penuhi kebutuhan nutrisinya

Otak perlu dilindungi dari kerusakan akibat radikal bebas. Salah satu cara paling mudah adalah dengan rutin mengonsumsi makanan sumber antioksidan, seperti blueberry, sayur, buah, kacang-kacangan, serta ikan. 

Kebutuhan otak akan asam lemak omega-3 juga bisa dipenuhi melalui ikan jenis salmon atau sarden. Asupan asam lemak omega-3 tersebut sangat penting. 

Selain menurunkan kadar kolesterol, nutrisi ini juga efektif mengurangi peradangan otak serta menjaga fungsinya agar tetap optimal. 

Begitu pula dengan asam folat, vitamin B6 serta B12 yang semuanya dapat menurunkan kadar homosistein, zat yang meningkatkan risiko demensia. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Simvastatin berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol yang tinggi pada pasien – pasien dislipidemia. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Makanan sumber asam folat yang bisa diandalkan antara lain sayuran berdaun hijau, biji-bijian utuh, serta sereal. 

Sebaliknya, kurangi konsumsi makanan beku, cepat saji, deli meat, serta keju yang rata-rata tinggi muatan sodiumnya. Makanan ini diperkirakan berpotensi menaikkan tekanan darah. 

2.Jauhi rokok

Hasil penelitian menjumpai kondisi pembuluh darah sangat menentukan kesehatan otak. Para ahli dari University of Edinburgh menemukan berbagai faktor seperti rokok, tekanan darah tinggi, diabetes, atau lainnya yang semuanya berdampak pada pembuluh darah bisa mengganggu kesehatan otak. 

Seiring berjalannya waktu, berbagai faktor tadi dapat memicu penyakit Alzheimer. 

Fakta lainnya adalah rokok membuat korteks (bagian penting otak yang memampukan seseorang berpikir dan mengingat) mengalami penipisan. 

Karena itu tak heran kalau rokok kerap memicu penyakit seperti stroke, aneurisma otak, hingga demensia tadi. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Simvastatin berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol yang tinggi pada pasien – pasien dislipidemia. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

3.Rutin olahraga 

Ada banyak manfaat olahraga untuk kesehatan otak, antara lain seperti:

  • Meningkatkan kinerja pembuluh darah kecil yang tugasnya mengantarkan darah serta oksigen ke otak.
  • Merangsang pertumbuhan sel baru
  • Memperbaiki hubungan antarsaraf 
  • Menurunkan tekanan darah dan kolesterol jahat
  • Mencegah diabetes
  • Obat stres alami 

Karenanya, sempatkan diri untuk berolahraga setidaknya 150 menit per minggu. Sedangkan untuk para lansia, jalan kaki rutin terbukti juga manjur untuk memperbaiki daya ingat. 

4.Kontrol kadar kolesterol, tekanan darah, serta gula darah

Risiko penyakit Alzheimer ternyata kian meningkat jika kadar kolesterol, tekanan darah, serta gula darah naik tidak terkontrol. Selain itu, tingginya kadar kolesterol jahat (LDL) juga membuat seseorang rawan terkena demensia. 

Ketika timbunan kolesterol menyumbat pembuluh darah otak, maka asupan oksigen ke otak otomatis berkurang. Kondisi inilah yang kemudian memicu perusakan atau bahkan kematian sel otak. 

Sebagai akibatnya, seseorang dapat mengalami stroke yang menyebabkan kemampuan bicara, melihat, maupun bergeraknya jadi terganggu. 

4.Cukup istirahat

Kualitas tidur yang baik setiap hari ternyata juga berdampak pada otak. Memori tak hanya diperkuat dan dilindungi, namun tidur cukup juga membuat seseorang bisa lebih fokus. 

Kemampuan berpikir dan memecahkan masalahpun turut meningkat. Dalam tidur pulalah, otak seolah mengalami reset sehingga kesehatannya tetap terjaga. 

Menariknya lagi, hasil penelitian menunjukkan selama tidur, otak membersihkan toksin yang disebut beta-amiloid (protein yang dapat memicu Alzheimer dan bentuk demensia lainnya). 

Oleh sebab itu, tidurlah paling tidak 7-9 jam setiap harinya. 

5.Coba hal baru

Hasil penelitian menjumpai aktivitas otak dapat menstimulasi hubungan baru antara sel-sel saraf dan bahkan membantu proses regenerasi sel otak. 

Oleh sebab itu, temukan dan lakukan hal-hal baru yang bisa menunda kepikunan seperti membaca, mengisi TTS, memecahkan teka-teki/ puzzle, mengingat resep masakan, bermain catur, dan lain sebagainya. 

6.Berhenti minum alkohol

Sama seperti diabetes, konsumsi alkohol berlebihan ternyata juga berisiko memicu demensia. 

7.Pakai helm

Ingatlah bahwa kepala Anda hanya ada 1. Meski masih ada tengkorak di dalamnya yang berfungsi melindungi otak, namun cedera kepala parah saat berkendara atau berolahraga bisa membuat fungsi otak terganggu.

8.Bersosialisasi

Cara mempertahankan kesehatan otak yang terakhir kami sarankan ialah bersosialisasilah. Hasil studi menemukan, senang bergaul tak hanya dapat menurunkan risiko demensia saja, tapi juga mengurangi tekanan darah dan memperpanjang umur. 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit