Waspada Keluarnya Darah Haid yang Menggumpal, Ini Penyebabnya

Dipublish tanggal: Sep 6, 2019 Update terakhir: Nov 10, 2020 Waktu baca: 3 menit
Waspada Keluarnya Darah Haid yang Menggumpal, Ini Penyebabnya

Beberapa wanita kerap menemukan adanya gumpalan-gumpalan darah saat sedang haid, apalagi ketika menstruasi sedang deras-derasnya. Hampir semua wanita mengalami hal ini saat sedang haid, dan umumnya merupakan hal yang normal. Namun, darah haid menggumpal juga tetap perlu diwaspadai karena hal tersebut bisa menjadi pertanda masalah kesehatan yang serius.

Darah haid menggumpal, apakah normal?

Ketika menstruasi sedang deras-derasnya, Anda mungkin pernah menemukan adanya gumpalan-gumpalan kecil pada darah haid. Kondisi ini sebetulnya merupakan hal yang normal sebagai hasil dari peluruhan dinding rahim.

Setiap bulannya, lapisan rahim akan menebal untuk mempersiapkan kehamilan. Namun ketika tidak ada pembuahan atau tidak terjadi kehamilan, hormon pada lapisan rahim akan memicu peluruhan dinding rahim dan keluar dalam bentuk darah haid.

Tekstur darah haid tergantung dari adanya senyawa antikoagulan yang bertugas untuk mengencerkan darah. Pada kasus darah haid menggumpal, senyawa antikoagulan tersebut tidak memiliki cukup waktu untuk mengencerkan darah haid. Hal inilah yang membuat darah haid keluar dalam bentuk gumpalan-gumpalan kecil, terutama saat menstruasi sedang deras-derasnya.

Baca Juga: Penyebab Darah Haid Anda Lebih Sedikit dari Biasanya

Penyebab darah haid menggumpal yang perlu diwaspadai

Darah menggumpal yang keluar saat haid sebetulnya merupakan hal yang wajar dan normal, terlebih jika ukurannya kecil dan hanya terjadi sesekali saja. Yang perlu diperhatikan adalah ketika darah haid menggumpal berukuran lebih besar dan sering muncul, tidak berkurang, hingga membuat Anda harus ganti pembalut setiap 6 jam sekali, maka Anda perlu waspada.

Ada sejumlah penyebab darah haid menggumpal yang perlu diwaspadai, di antaranya:

1. Hormon yang tidak seimbang

Keseimbangan hormon esterogen dan progesteron menjadi penentu kondisi lapisan rahim. Jika terlalu banyak atau sedikit, maka pendarahan menstruasi akan berlangsung tidak wajar dan bahkan darah haid keluar berlebihan.

2. Miom

Miom atau fibroid adalah tumor non-kanker yang tumbuh pada dinding rahim. Jika terdapat miom pada tubuh Anda, maka darah haid akan keluar lebih banyak dengan gumpalan darah yang lebih banyak juga.

3. Endometriosis

Endometriosis adalah kondisi ketika jaringan rahim atau endometrium tumbuh di luar rahim. Meskipun penyebab endometriosis belum diketahui, namun pendarahan abnormal dan banyaknya gumpalan darah yang keluar dari vagina merupakan salah satu gejalanya.

Baca Selengkapnya: Mengenal Gejala Endometriosis Pada Wanita

4. Adenomyosis

Adenomyosis adalah kondisi saat lapisan rahim tumbuh ke dalam dinding rahim tanpa alasan yang jelas. Kondisi ini dapat menyebabkan rahim membesar hingga 2-3 kali lipat dan memicu perdarahan yang disertai gumpalan.

5. Keguguran

Darah haid menggumpal juga bisa menjadi pertanda keguguran yang terjadi pada usia awal kehamilan. Biasanya diikuti dengan pendarahan yang mirip seperti haid.

6. Kanker

Hati-hati, darah haid yang menggumpal diam-diam bisa menjadi salah satu gejala kanker rahim atau kanker serviks. Ciri-cirinya adalah terjadinya perdarahan hebat yang disertai dengan keluarnya gumpalan di luar siklus haid atau setelah berhubungan seksual.

7. Tanda menjelang menopause

Jika darah haid keluar diiringi dengan gumpalan, hal ini juga bisa menjadi penanda bahwa waktu menopause Anda hampir tiba. Darah haid menggumpal tersebut merupakan sisa-sisa sel telur yang akan habis sebentar lagi. 

Baca Selengkapnya: 6 Faktor Penyebab Menopause Dini dan Cara Mengatasinya

Guna memastikan penyebabnya, segera konsultasikan ke dokter jika Anda menemukan banyak gumpalan darah saat sedang haid. Terutama jika darah haid menggumpal ditemukan cukup banyak disertai rasa nyeri di bagian bawah perut.

Biasanya, rasa sakit tersebut muncul ketika darah yang menggumpal sedang berjalan keluar melalui vagina. Namun, ketika darah menggumpal tersebut sudah berhasil keluar, biasanya rasa sakitnya juga akan menghilang dengan sendirinya. 

Dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan seperti USG vagina, biopsi, hingga MRI untuk mengetahui perkembangan fibroid. Jangan lupa seimbangkan juga dengan konsumsi makanan berserat sebelum dan saat haid untuk mengurangi nyeri haid. Jika rasa nyeri bertahan dan tak kunjung hilang serta diiringi pendarahan deras dan darah haid menggumpal, segeralah berkonsultasi pada dokter.


9 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Period Clots: Here’s When to See a Doctor About Period Clots. SELF. (Accessed via: https://www.self.com/story/when-to-see-doctor-period-clots)
Menstrual Clots During Heavy Periods: What’s Normal & What’s Not?. Health Essentials from Cleveland Clinic. (Accessed via: https://health.clevelandclinic.org/menstrual-clots-during-heavy-periods-whats-normal-whats-not/)
Blood Clots During Your Period - What You Should Know. Hello Clue. (Accessed via: https://helloclue.com/articles/cycle-a-z/blood-clots-during-your-period-what-are-they)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app