Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
VINA SETIAWAN
Seks dan Hubungan

Darah Haid Bergumpal Berbahayakah?

Update terakhir: NOV 13, 2019 Tinjau pada NOV 13, 2019 Waktu baca: 5 menit
Telah dibaca 946.399 orang

Kebanyakan wanita akan mengalami darah yang menggumpal saat menstruasi pada suatu siklus haid dalam hidup mereka. Darah beku saat menstruasi merupakan gumpalan darah, dan jaringan, yang digumpalkan seperti gel yang dikeluarkan dari rahim selama menstruasi

Gumpalan ini mirip stroberi rebus atau buah-buahan yang kadang Anda temukan dalam selai, dan warnanya bervariasi dari merah terang ke merah tua.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Anda tidak perlu khawatir jika selama siklus menstruasi Anda mendapatkan gumpalan darah. Gumpalan darah dalam aliran menstruasi Anda bisa sangat normal dan hanya merupakan suatu proses yang alami jika warna dan konsistensi dari darah menstruasi bervariasi selama suatu periode menstruasi. Banyak wanita melewati periode gumpalan darah di beberapa hari selama masa menstruasi mereka.

Namun, beberapa perubahan warna, ketebalan, pembekuan atau gumpalan darah yang tidak biasa, dapat mengindikasikan masalah darah yang memerlukan perhatian medis.

Bagaimana cara membedakan gumpalan darah menstruasi yang normal dan tidak normal?

Jika gumpalan darah yang kecil (tidak lebih dari seperempat) dan hanya sesekali, hal ini biasanya tidak perlu dikhawatirkan. 

Bila gumpalan darah menstruasi terjadi secara teratur dan keluar dengan gumpalan-gumpalan darah yang besar selama periode menstruasi Anda, hal ini bisa menandakan kondisi medis yang perlu diselidiki lebih lanjut.

Gumpalan normal:

  • lebih kecil dari seperempat
  • hanya terjadi sesekali, biasanya menjelang awal siklus menstruasi Anda
  • berwarna merah terang atau gelap

Gumpalan abnormal:

  • lebih besar dari seperempat
  • sering terjadi

Temui dokter Anda jika Anda mengalami pendarahan menstruasi yang berat atau Anda memiliki gumpalan darah menstruasi yang lebih besar dari biasanya. Perdarahan menstruasi dianggap berat jika Anda mengganti tampon atau pembalut setiap dua jam atau kurang, selama beberapa jam.

Anda juga harus mencari bantuan medis segera jika Anda merasa sedang hamil dan mengalami fase gumpalan darah. Hal ini bisa menjadi tanda keguguran.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Bagaimana gumpalan darah saat menstruasi bisa terjadi?

Selama menstruasi, lapisan tebal uterus (rahim) Anda pecah. Ketika Anda mengalami menstruasi, antikoagulan( zat yang dapat mencegah pembekuan darah dengan jalan menghambat pembentukan fibrin) dilepaskan yang memecah darah menstruasi yang kental sebelum keluar dari tubuh Anda. 

Selama aliran menstruasi yang berat, darah dikeluarkan lebih cepat dan antikoagulan mungkin tidak memiliki cukup waktu untuk memecah darah. Saat itulah gumpalan terbentuk.

Apa penyebab utama untuk gumpalan darah saat menstruasi?

Faktor fisik dan hormonal dapat memengaruhi siklus menstruasi Anda dan menimbulkan aliran menstruasi yang berat. Aliran menstruasi yang berat dapat meningkatkan kemungkinan Anda mengembangkan gumpalan darah saat menstruasi. 

Hal lainnya yang dapat menyebabkan terjadinya gumpalan darah, sebagai berikut:

Obstruksi uterus

Kondisi yang memperbesar pada uterus dapat memberi tekanan ekstra pada dinding uterus. Hal ini bisa meningkatkan perdarahan menstruasi dan gumpalan darah.

Kerusakan atau masalah pada uterus juga dapat mengganggu kemampuan uterus untuk berkontraksi. Ketika rahim tidak dapat berkontraksi dengan baik, darah dapat menggenang dan menggumpal di dalam lubang rongga uterus, dan membentuk gumpalan yang kemudian dikeluarkan.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Obstruksi uterus dapat disebabkan oleh:

  • fibroid (pertumbuhan sel yang tidak normal pada rahim atau uterus)
  • endometriosis
  • adenomiosis
  • tumor kanker

Fibroid

Fibroid umumnya bukan kanker, fibroid merupakan pertumbuhan sel yang tidak normal pada rahim atau uterus. Selain perdarahan menstruasi yang berat, fibroid juga bisa menimbulkan beberapa hal sebagai berikut:

  • pendarahan menstruasi yang tidak teratur
  • nyeri punggung bawah
  • sakit saat berhubungan seks
  • perut yang menonjol
  • masalah kesuburan

Hingga 80 persen wanita akan mengembangkan fibroid pada saat mereka berusia 50 tahun. Penyebabnya tidak diketahui, tetapi masalah genetika dan hormon wanita estrogen dan progesteron kemungkinan berperan dalam perkembangan fibroid.

Endometriosis

Endometriosis adalah suatu penyakit pada sistem reproduksi wanita di mana jaringan dari lapisan dalam dinding rahim atau endometrium tumbuh di luar rongga rahim. Saat waktu periode menstruasi Anda, hal ini dapat menimbulkan beberapa gejala sebagai berikut:

  • periode menstruasi yang menyakitkan
  • mual, muntah, dan diare di sekitar periode menstruasi Anda
  • ketidaknyamanan saat berhubungan seks
  • infertilitas
  • nyeri panggul
  • pendarahan abnormal, yang mungkin atau mungkin tidak termasuk pembekuan

Penyebab pasti untuk endometriosis tidak diketahui, meskipun faktor keturunan, hormon, dan riwayat operasi pelvis sebelumnya dianggap berperan dalam terjadinya hal ini.

Adenomiosis

Adenomiosis adalah suatu kondisi di mana jaringan endometrium, tumbuh ke dalam dinding otot rahim. Kondisi tersebut paling mungkin terjadi pada akhir masa subur dan setelah memiliki anak. Hal ini menyebabkan rahim membesar dan menebal.

Selain menstruasi yang berkepanjangan, pendarahan berat, kondisi umum ini dapat menyebabkan rahim tumbuh dua hingga tiga kali lipat dari ukuran normalnya.

Tumor kanker

Meskipun jarang, tumor kanker rahim dan leher rahim dapat menyebabkan perdarahan menstruasi yang berat.

Keguguran

Sebanyak hampir separuh dari semua kehamilan berakhir dengan keguguran, banyak keguguran seperti ini terjadi sebelum seorang wanita tahu bahwa dia hamil. Ketika keguguran terjadi pada awal kehamilan, hal ini dapat menyebabkan perdarahan berat, kram, dan gumpalan darah.

Bagaimana gumpalan saat menstruasi diobati?

Mengontrol perdarahan menstruasi yang berat adalah cara nomer satu untuk mengontrol gumpalan darah pada saat menstruasi. Salah satu pengobatan yang biasa digunakan adalah sebagai berikut:

Kontrasepsi hormonal dan obat-obatan lainnya

Kontrasepsi hormonal sering diresepkan karena obat ini dapat menghambat pertumbuhan lapisan uterus. Alat intrauterin yang melepaskan progestin (IUD) dapat mengurangi aliran darah menstruasi hingga 90 persen, dan pil KB dapat menurunkannya hingga 50 persen.

Kontrasepsi hormonal juga dapat bermanfaat dalam memperlambat pertumbuhan fibroid dan perlengketan uterus lainnya. Bagi wanita yang tidak bisa atau tidak ingin menggunakan obat hormon, pilihan umum lainnya adalah dengan obat asam traneksamat (Cyklokapron, Lysteda), yang mempengaruhi pembekuan darah.

Operasi

Terkadang Anda mungkin perlu melakukan operasi. Dilatasi dan kuretase sering digunakan setelah keguguran atau melahirkan. Tapi hal ini juga dapat digunakan untuk menentukan penyebab yang mendasari untuk perdarahan menstruasi yang berat atau sebagai pengobatan untuk berbagai kondisi lainnya.

Kapan harus ke dokter?

Jika Anda mengalami banyak gumpalan besar atau perdarahan berat saat menstruasi setiap bulan, hal ini bisa disebabkan oleh masalah kesehatan. Mengunjungi dokter akan membantu Anda mengesampingkan masalah yang lebih lanjut. 

Kadang-kadang ada penyebab lain untuk gumpalan  darah saat menstruasi seperti perubahan hormonal, keguguran, menopause atau endometriosis. Jika Anda khawatir, konsultasikan dengan dokter Anda.

Anda juga harus segera mencari pertolongan medis jika terjadi komplikasi pada saat terjadi menstruasi yang berat. Salah satu komplikasi utama dari perdarahan menstruasi yang berat adalah anemia defisiensi besi. 

Anemia adalah kondisi yang terjadi ketika tidak ada cukup zat besi dalam darah Anda untuk membuat sel darah merah yang sehat. Gejala ini termasuk:

  • kelelahan
  • kelemahan
  • kepucatan
  • sesak napas
  • nyeri dada

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit