Waspada, Inilah 5 Tanda Usus Buntu Pecah

Dipublish tanggal: Jul 3, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Okt 10, 2019 Waktu baca: 3 menit
Waspada, Inilah 5 Tanda Usus Buntu Pecah

Apendisitis atau lebih dikenal dengan usus buntu adalah suatu penyakit yang menimbulkan peradangan pada usus buntu. Kondisi ini harus segera diobati, sebab kalau tidak, bisa membuat usus buntu pecah dan akibatnya terburuknya dapat menyebabkan kematian. 

Meski kasus usus buntu pecah terbilang cukup langka, tapi hal ini tetap saja bisa terjadi bila masalah usus buntu tidak segera diobati. Maka itu, waspadai berbagai tanda dan gejala usus buntu pecah berikut ini.

Iklan dari HonestDocs
Beli Domperodine IF 10mg Tab via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Domperidone if 10mg tab 1

Gejala usus buntu pecah yang perlu diwaspadai

Tidak semua kasus usus buntu akan langsung pecah. Kondisi ini biasanya terjadi ketika masalah usus buntu dibiarkan begitu saja sampai usus semakin menipis dan lambat laun pecah.

Baca Juga: 10 Makanan Penyebab Radang Usus Buntu

Usus buntu yang pecah tidak bisa dianggap sepele karena bisa mengganggu kesehatan. Berbagai gejala usus buntu pecah adalah:

1. Sakit perut hebat

Munculnya sakit perut yang tak tertahankan adalah salah satu gejala usus buntu pecah. Biasanya, ditandai dengan rasa sakit yang sangat parah di bagian pusar hingga sisi kanan bawah perut.

Ketika Anda batuk, berjalan, atau bahkan melewati polisi tidur saat berkendara, akan membuat dinding perut mudah meradang. Kondisi ini bisa menandakan usus buntu hampir pecah atau bahkan sudah pecah.

Bila Anda mengalaminya, segera periksakan diri ke dokter. Dokter biasanya akan melakukan CT scan untuk memastikan penyebab sakit perut hebat yang Anda alami.

Iklan dari HonestDocs
Beli Domperodine IF 10mg Tab via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Domperidone if 10mg tab 1

2. Tidak nafsu makan, mual, dan muntah

Peradangan yang terjadi pada usus buntu juga bisa mengganggu kerja sistem pencernaan dan juga saraf, sehingga memicu mual dan muntah. Selain itu, nafsu makan akan menurun karena terjadi masalah pada sistem pencernaan.

3. Demam

Demam merupakan salah satu bentuk respon sistem imun untuk mengurangi jumlah bakteri yang menyerang tubuh serta sebagai upaya melawan infeksi. Hal ini juga bisa menjadi salah satu gejala usus buntu pecah yang perlu Anda waspadai.

Gejala demam yang dialami oleh penderita usus buntu pecah bisa berupa kenaikan suhu tubuh yang mencapai 38,3 derajat Celsius. Demam ini juga dapat dibarengi dengan kondisi badan yang menggigil dan peningkatan detak jantung.

4. Gelisah dan linglung

Jika Anda mengalami gejala usus buntu pecah yang disebutkan di atas dan disertai dengan perasaan linglung, itu menandakan infeksi usus buntu sudah masuk ke peredaran darah. Bila tidak segera ditangani, kondisi tersebut bisa menyebabkan keracunan darah atau sepsis

Keracunan darah bisa memberikan dampak yang sangat fatal. Pasalnya, otak bisa kehilangan fungsi normalnya dan membuat penderitanya linglung hingga gelisah

5. Sering buang air kecil

Posisi usus buntu cukup berdekatan dengan kandung kemih. Jika usus buntu mengalami peradangan, kondisi kandung kemih juga ikut meradang. Inilah yang membuat Anda akan sering buang air kecil yang kadang disertai dengan rasa sakit.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Setelah 24 jam gejala awal usus buntu nampak, kondisi usus buntu bisa saja pecah secara perlahan. Ketika usus terinfeksi, bakteri normal dalam usus akan berkembang biak dengan cepat. Risikonya akan semakin meningkat setelah 48-72 jam selanjutnya. 

Akibatnya, usus akan mengalami peradangan dan terisi oleh nanah yang berisi sel darah putih, sel jaringan, serta bakteri yang telah mati. Infeksi akan menyebabkan tekanan dan terus berlanjut sampai dinding otot pada usus semakin tipis dan pecah.

Pengobatan usus buntu pecah

Operasi menjadi salah satu cara untuk mengangkat usus dan mengeringkan rongga perut agar tidak terjadi infeksi. Pengobatan usus buntu pecah dilakukan dengan cara mengeluarkan nanah serta memberikan antibiotik selama 6-8 minggu untuk melawan infeksi.

Untuk anak-anak yang mengalami usus buntu, operasi sangat dianjurkan karena pemulihannya lebih cepat. Dengan prosedur operasi pula, risiko terjadinya komplikasi pascaoperasi cenderung lebih minim.

Usus buntu yang pecah tidak bisa disepelekan karena bisa meracuni darah dan menyebabkan kerusakan pada organ tubuh lainnya. Jika Anda mengalami tanda dan gejala usus buntu pecah seperti yang disebutkan, sebaiknya segera periksakan ke dokter agar mendapat penanganan secepatnya.  

Baca Selengkapnya: Apakah Usus Buntu Bisa Diobati Tanpa Operasi?

20 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Acute appendicitis. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1562475/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app