Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
DR VINA SETIAWAN

Kenali Sepsis dari Jenis, Diagnosis, dan Penanganan

Update terakhir: Jul 6, 2019 Tinjau pada Mei 17, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.414.419 orang

Apa itu Sepsis?

Sepsis sangat berkaitan dengan inflamasi yang masuk ke dalam tubuh. Sepsis dapat terjadi pada seluruh organ di dalam tubuh serta memberikan gejala yang khas akibat respon inflamasi akibat infeksi. Sepsis yang disebabkan oleh penyakit seperti pneumonia atau infeksi saluran kemih menimbulkan disfungsi pada organ-organ yang berkaitan. Sepsis merupakan kondisi gawat darurat yang harus ditangani secara intensif.

Munculnya sepsis marak terjadi mulai tahun 1970-an yang semakin lama menewaskan banyak pasien yang secara awal disebabkan oleh infeksi organ tubuh. Tidak hanya berasal dari infeksi yang masuk saja, munculnya sepsis juga disebabkan oleh tindakan medis atau rawat inap di rumah sakit yang mencapai angka 2% dari pasien yang dirawat di rumah sakit, dengan angka 90% kematian disebabkan oleh sepsis. 

Hingga saat ini peneliti kesehatan terus mengembangan terapi yang tepat untuk mengurangi tingkat sepsis akibat suatu infeksi atau tindakan medis dengan memproduksi antibiotik dengan efektifitas terbaik dan meningkatkan kualitas pelayanan medis sehingga tingkat kematian akibat sepsis dapat menurun.

Penyebab Sepsis

Penyebab munculnya sepsis tidak lain akibat respon inflamasi daripada bakteri, virus, dan jamur. Infeksi mengeluarkan protein bernama sitokin untuk mendorong perkembangan infeksi di dalam tubuh dan menganggu metabolisme dan fungsi sel pada organ tubuh. Sepsis yang berat dapat menyerang saalah satu organ dan dapat menjalar ke organ lain melalui aliran darah dari pembuluh darah.

Bakteri yang sering berperan pada timbulnya sepsis antara lain Escheria coli, Staphylococcus aureus, Streptococcus pneumoniae, Klebsiella dan Enterococcus. Selain itu keterlibatan penyakit yang memicu terjadinya sepsis antara lain

  1. Infeksi paru (pneumonia)
  2. Influenza
  3. Infeksi saluran pencernaan (pankreatisis, peritonitis, appendisitis)
  4. Infeksi saraf (ensefalitis, ensefalopati)
  5. Infeksi kulit (selulitis)
  6. Tindakan paska operasi

 Jenis dan Gejala Sepsis

Jenis Sepsis yang dikenal dibagi menjadi SIRS (Systemic Inflammatory Response Syndrome), syok hipovolemik, syok kardiogenik, syok sepsis, dan MODS (Multiple Organ Dysfunction)

  1. SIRS
    SIRS adalah respon inflamsi sistemik yang menimbulkan gejala klinis berat yang terjadi sebanyak dua atau lebih gejala berikut seperti 
  • Demam ( lebih dari 38 derjaat selsius atau kurang dari 36 derajat selsius)
  • Takikardi (peningkatan denyut nadi lebih dari 90 kali per menit)
  • Takipnu (peningkatan frekuensi napas lebih dari 20 kali per menit
  • Leukositosis (Peningkatan Sel darah putih atau leukosit yang melebihi 12.000/mm3) atau leukopenia ( kurang dari 4000/mm3)

2. Syok Sepsis
    Syok sepsis ditandai dengan penurunan tekanan darah yang drastis akibat racun yang dihasilkan oleh bakteri dan melawan sistem kekebalan tubuh sehingga          merusak jaringan dan pembuluh darah. 

Gejala yang ditimbulkan antara lain

  • Penurunan Kesadaran 
  • Kebingungan 
  • Tekanan darah menurun drastis
  • Mengigil 
  • Nadi lemah 
  • Pada organ paru didapati sesak napas dan kekurangan oksigen 

3. MODS

Keadaan perubahan fungsi organ dengan hmoseostasis kronis akibat infeksi yang tidak terkontrol. Paling sering diakibatkan oleh pneumonia. Kegagalan organ yang menyebabkan MODS antara lain 

Keadaan perubahan fungsi organ dengan hmoseostasis kronis akibat infeksi yang tidak terkontrol. Paling sering diakibatkan oleh pneumonia. Kegagalan organ yang menyebabkan MODS antara lain

  • Gagal jantung akibat udem
  • Gagal ginjal 
  • Kelainan organ pencernaan seperti ulkus dan pankreatitis
  • Gangguan saraf pada ensafalopati 
  • Kelainan paru seperti kekurangan oksigen dan takipnu 

Diagnosis Sepsis

Diagnosis pada sepsis dinilai dari gejala klinis dan pemeriksaan kultur darah. Pemeriksaan darah dilakukan untuk menilai kadar trombosit, protrombin, kadar fibrinogen, trombosit, dan adanya asidosis metabolik. Selain itu pemeriksaan urin, dan cairan serebrospinal berperan penting untuk menentukan organisme terjadinya sepsis dan nilai vaskularisasi di dalam tubuh. 

Bila terjadi kelainan pada organ maka diperlukan pemeriksaan penunjang lain seperti analisis gas darah, progil ginjal, fungsi hati, tekanan paru, dan cardiac output.

Penanganan Sepsis

Stabilisasi oksigen dan cairan adalah terapi awal pada kasus sepsis. Terapi yang harus dilakukan yaitu:

  1. Terapi cairan
    Memperbaiki cairan didalam tubuh dan mengurangi demam dan vasodilatasi pembuluh darah.
  2. Epinefrin
    Epinferin merupakan terapi vasopresor untuk menstabilkan sirkulasi jantung. Selain epinefrin, dopamina, dan fenilefrin juga dapat digunakan.
  3. Transfusi darah
    Bila terjadi penutunan hemoglobin, maka transfusi darah menjadi terapi utama.
  4. Vasokonstriktor
    Obat ini bertujuan untuk meningkatkan tekanan darah bila terjadi hipotensi
  5. Terapi insulin
    Mempertahankan kadar glukosa mengurangi kerusakan multiorgan seperti pada pankreas atau pasien riwayat diabetes




Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit