Vaksin HPV Bantu Cegah Kanker Serviks

Dipublish tanggal: Sep 4, 2019 Update terakhir: Apr 25, 2022 Tinjau pada Okt 16, 2019 Waktu baca: 3 menit
Vaksin HPV Bantu Cegah Kanker Serviks

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Salah satu jenis kanker yang cukup umum terjadi pada wanita adalah kanker serviks yang disebabkan oleh infeksi human papillomavirus (HPV);
  • Kanker serviks termasuk infeksi menular seksual yang bisa dibantu pencegahannya dengan melakukan vaksin HPV;
  • Selain vaksin, ada beberapa cara mencegah kanker serviks, yaitu rutin pap smear serta menggunakan kondom saat berhubungan seks;
  • Cara mencegah kanker serviks dengan vaksin HPV adalah pemberian 3 tahap suntikan selama periode 6 bulan bagi anak di atas usia 15 tahun;
  • Klik untuk membeli paket vaksin HPV dengan harga bersahabat dan dokter berpengalaman melalui HDmall;
  • Gunakan fitur chat untuk berkonsultasi dengan apoteker kami secara gratis seputar obat dan paket kesehatan yang Anda butuhkan.

Kanker serviks adalah jenis kanker yang terjadi pada leher rahim (bagian bawah rahim yang terhubung dengan vagina) dan terjadi akibat infeksi human papillomavirus (HPV). Virus ini merupakan penyebab utama terjadinya kanker serviks dan menempati urutan ke 2 dari 10 jenis kanker terbanyak yang terjadi pada wanita setelah kanker payudara.

Kanker serviks yang disebabkan oleh infeksi menular seksual ini dapat terjadi melalui kontak seksual baik anal, oral, maupun vaginal. Seringkali kanker serviks terjadi tanpa gejala tertentu. Namun, beberapa tanda yang mungkin terjadi, antara lain adanya pendarahan vagina setelah berhubungan intim, terjadi keputihan berdarah dan bau busuk, serta merasakan nyeri saat berhubungan intim.

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Seperti jenis kanker lainnya, diagnosis kanker serviks secara cepat di awal dapat membantu proses pengobatan dan perawatan. Anda dapat mengurangi risiko menderita kanker serviks dengan melakukan tes skrining dan vaksinasi yang dapat membantu melindungi diri dari risiko infeksi HPV.

Baca juga: Penyebab Kanker Serviks pada Wanita

Cara mencegah kanker serviks

  • Melakukan vaksin HPV. Untuk mencegah penularan infeksi HPV, Anda dapat mengurangi risiko kankers serviks dengan melakukan vaksin HPV yang terbagi menjadi 3 tahap suntikan
  • Melakukan Pap Smear. Tes ini berguna untuk mendeteksi kondisi pra-kanker serviks yang mungkin terjadi. Pemeriksaan ini disarankan untuk dilakukan bagi mereka yang pernah berhubungan seks ataupun wanita di atas usia 21 tahun
  • Gunakan kondom. Jika ingin berhubungan seks, sebaiknya gunakan kondom. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko kanker serviks yang mungkin menular antar pasangan. Selain itu, lakukan hubungan seks yang sehat dan aman serta tidak bergonta ganti pasangan
  • Hentikan kebiasaan merokok. Kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko kanker serviks karena zat kimia pada asap rokok dapat berinteraksi dengan sel serviks yang berkembang menjadi kanker jadi sebaiknya hentikan kebiasaan merokok
  • Hindari penggunaan pil KB jangka panjang. Hal ini seringkali menjadi alternatif untuk mengurangi penggunaan kondom. Padahal penggunaan pil kontrasepsi selama lebih dari 5 tahun dapat meningkatkan risiko kanker serviks

Baca juga: Cara Benar dan Aman Menggunakan Kondom

Vaksin HPV untuk mencegah kanker serviks

Untuk mencegah kanker serviks, saat ini vaksin HPV telah tersedia untuk mencegah infeksi human papillomavirus (HPV). Bagi anak di atas usia 15 tahun, vaksin HPV diberikan dalam 3 tahap suntikan selama periode 6 bulan, yakni pada bulan ke-1, bulan 3, dan suntikan terakhir diberikan pada 6 bulan berikutnya.

Pemerintah sendiri sedang merencanakan pemberian vaksin HPV secara gratis dan bertahap mulai tahun ini. Targetnya ditujukan untuk anak-anak usia kelas 5 dan 6 SD. Vaksin HPV dimasukkan ke dalam jenis vaksin wajib sehingga total jumlah imunisasi rutin wajib di Indonesia mencapai 14 jenis vaksin. Meski begitu, masyarakat lain yang ingin mendapatkan vaksin HPV secara mandiri tetap bisa melakukannya sendiri.

Vaksinasi HPV dapat diberikan pada wanita maupun pria dan akan lebih efektif jika diberikan sebelum seseorang pernah melakukan hubungan seks. Untuk biaya vaksin HPV sendiri berkisar antara Rp700.000-1.000.000 untuk 1 kali vaksin sehingga untuk biaya keseluruhan terhadap 3 tahap suntikan berkisar di angka Rp3.000.000.

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Vaksin HPV ini bertujuan untuk membantu melindungi diri dan mencegah Anda dari kemungkinan terkena kanker serviks, tetapi tidak dapat mengobati infeksi HPV jika sudah terjadi. Anak-anak usia 9-14 tahun pun direkomendasikan untuk mendapatkan vaksin HPV sedini mungkin dengan 2 kali suntikan.

Baca juga: Jenis Vaksinasi untuk Orang Dewasa

Bagi ibu hamil atau orang yang sedang menderita sakit berat tidak disarankan untuk menjalani vaksin HPV, termasuk mereka yang memiliki alergi berat. Vaksin HPV mungkin dapat menimbulkan efek samping ringan, seperti rasa sakit, bengkak, atau kemerahan yang terjadi di tempat suntikan.

Efek samping lain yang mungkin terjadi setelah dilakukannya suntik vaksin HPV adalah sakit kepala, mual, muntah, lemas, pusing, hingga pingsan, tetapi hal tersebut sangat jarang terjadi.

4 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Kemkes. Kemenkes Tambah 3 Jenis Vaksin Imunisasi Rutin, Salah Satunya HPV. (https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20220423/2939708/39708/)
American Cancer Society. Can Cervical Cancer Be Prevented - Ways to Prevent Cervical Cancer. (https://www.cancer.org/cancer/cervical-cancer/causes-risks-prevention/prevention.html)
NHS. Cervical cancer - Prevention. (https://www.nhs.uk/conditions/cervical-cancer/prevention/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app