Torasemide: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Dipublish tanggal: Feb 20, 2019 Update terakhir: Okt 25, 2020 Tinjau pada Jun 24, 2019 Waktu baca: 3 menit

Torasemide termasuk dalam kelompok obat-obatan yang disebut loop diuretics. Diuretik adalah obat yang meningkatkan jumlah urin yang keluar dari ginjal. Mereka sering disebut sebagai 'tablet air/ pil air. Diuretik adalah pengobatan umum yang digunakan pada penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi). Obat ini juga digunakan untuk membersihkan kelebihan cairan dari tubuh Anda dalam kondisi di mana tubuh Anda menyimpan lebih dari yang dibutuhkan (edema). Biasanya disebabkan oleh gagal jantung.

Mengenai Torasemide

Golongan:

Obat resep

Kemasan:

Tablet

Kandungan:

Obat golongan loop diuretik

Manfaat Torasemide

Torasemide atau torsemide adalah obat golongan diuretik loop tipe piridin-sulfonil urea terutama digunakan dalam manajemen edema yang berhubungan dengan gagal jantung kongestif. Obat ni juga digunakan pada dosis rendah untuk mengatasi hipertensi, edema karena gagal jantung kongestif; edema hati, paru atau ginjal.

Dibandingkan dengan loop diuretik lainnya, torasemide memiliki efek diuretik yang lebih lama dibandingkan dengan furosemide risiko kehilangan kalium yang relatif menurun. Tidak ada bukti bahwa terdapat gangguan pada telinga yang diinduksi oleh torasemide telah terjadi pada manusia.

Bagaimana cara penggunaan Torasemide?

Minumlah obat ini persis seperti yang diresepkan dokter kepada Anda. Biasanya diberikan satu dosis untuk diminum setiap hari dan Anda akan diminta untuk meminumnya di pagi hari. Torasemide tersedia dalam sediaan tablet 2,5mg. Selain kandungan Torasemide, di dalam tablet torasemide terkandung : Lactose monohydrate, Maize starch, Colloidal silicon dioxide, Magnesium stearate.

  • Untuk mengobati hipertensi esensial: Dosis torasemide diberikan 2,5 mg sekali sehari. Jika perlu, dosis dapat ditingkatkan menjadi 5mg sekali sehari. Studi menunjukkan bahwa dosis di atas 5mg sperhari tidak akan menyebabkan penurunan tekanan darah lebih efektif. Efek maksimum ditunjukkan setelah menjalani pengobatan setelah lebih dari 12 minggu.
  • Untuk mengatasi Edema: Dosis yang biasa digunakan adalah 5mg sekali sehari. Jika perlu, dosis dapat ditingkatkan secara bertahap hingga 20mg sekali sehari. Dalam beberapa kasus, 40mg torasemide / hari dapat diberikan.

Meskipun torasemide lebih baik dikonsumsi pada pagi hari, Anda dapat minum obat ini sesuai dengan keinginan Anda. Karena obat ini akan menyebabkan Anda buang air kecil lebih sering setelah Anda mengkonsumsinya, disarankan untuk tidak minum obat ini pada malam hari saat Anda ingin tidur.

Telan tablet dengan air minum. Anda dapat mengambil torasemide sebelum atau sesudah makan. Jika Anda lupa untuk mengambil dosis, ambil segera setelah Anda ingat. Namun, jika setelah jam 6 sore, Anda harus melewatkan dosis yang terlupa dan melanjutkan seperti biasa keesokan harinya. Jangan minum dua dosis bersamaan untuk menggantikan dosis yang terlewat.

Apa efek samping yang dapat disebabkan oleh Torasemide?

Bersamaan dengan manfaatnya, semua obat dapat menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan walaupun tidak semua orang mengalaminya. Tabel di bawah mencantumkan beberapa efek samping yang paling umum dapat timbul terkait dengan penggunaan torasemide. Anda akan menemukan daftar lengkap di dalam selebaran yang disertakan dengan obat Anda.

Efek yang tidak diinginkan sering membaik selama beberapa hari pertama minum obat baru, tetapi bicarakan dengan dokter atau apoteker Anda jika salah satu dari efek samping berikut berlanjut.

  • Sakit kepala, pusing, pingsan, merasa lemah, mengantuk, merasa bingung, hilang nafsu makan atau keram. Dokter Anda dapat mengubah dosis Anda jika hal ini terjadi
  • Masalah dengan sirkulasi darah atau bekuan darah (kondisi ini hanya terlihat sesekali)
  • Berkurangnya jumlah sel darah merah atau putih atau trombosit dalam darah Anda. Hal ini dapat membuat Anda merasa lelah, mengalami infeksi lebih mudah, atau lebih mudah memar

Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Interaksi Torasemide dengan produk obat lain dan bentuk interaksi lainnya

Ketika digunakan bersamaan dengan glikosida, defisiensi kalium dan / atau magnesium dapat meningkatkan sensitivitas otot jantung terhadap obat-obatan tersebut. Seperti dengan diuretik lainnya, efek obat antihipertensi yang diberikan secara bersamaan dapat meningkat.

Torasemide, terutama pada dosis tinggi, dapat meningkatkan efek samping dari antibiotik aminoglikosida, Pengobatan bersamaan dengan inhibitor ACE dapat menyebabkan hipotensi (penurunan tekanan darah) sementara.

Obat antiinflamasi nonsteroid (mis. Indometasin) dan probenecid dapat mengurangi efek diuretik dan hipotensif dari torasemide. Penggunaan bersamaan torasemide dan colestyramine dapat mengurangi penyerapan torasemide.

Perhatian

Obat ini tidak dapat digunakan pada penderita dengan kondisi:

  • Gagal ginjal dengan anuria (tidak ada produksi urin); 
  • koma dan pre-koma hati; 
  • hipotensi
  • hipovolemia (kondisi dimana volume darah di sirkulasi tubuh sangat rendah) yang sudah ada sebelumnya; 
  • kehamilan dan menyusui; 
  • alergi terhadap torasemide dan sulphonylureas; 
  • gangguan ritme jantung, 
  • sedang menjalani pengobatan menggunakan obat-obatan aminoglikosida atau sefalosporin, atau disfungsi ginjal akibat obat yang menyebabkan kerusakan ginjal.



9 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Luft, F. (1993). Torasemide in the Treatment of Arterial Hypertension. Journal Of Cardiovascular Pharmacology, 22(Supplement 3), S32-S39. https://doi.org/10.1097/00005344-199322003-00005. LWW Journals. (https://journals.lww.com/cardiovascularpharm/abstract/1993/22003/torasemide_in_the_treatment_of_arterial.5.aspx)
Baumgart, P. Torasemide in comparison with thiazides in the treatment of hypertension. Cardiovasc Drug Ther 7, 63–68 (1993). https://doi.org/10.1007/BF00877959. Springer Link. (https://link.springer.com/article/10.1007/BF00877959)

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app