Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM

Thrombocytopenia - Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Update terakhir: SEP 13, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 926.272 orang

Pernahkah Anda melihat penderita DBD yang mengalamigt;pendarahan pada gusi atau pada daerah duburnya? Ditambah lagi bercak-bercak merah keunguan diseluruh tubuhnya. 

Menurut Anda, hal apakah yang mendasari terjadinya hal tersebut? Hal ini disebut dengan spontaneous bleeding dimana sel darah yang seharusnya berada di dalamgt;pembuluh darah keluar ke jaringan lain sehingga menyebabkan pendarahan walaupun tidak adanya trauma yang menyebabkan luka. Dan spontaneous bleeding didasari oleh suatu reaksi tubuh yang disebut dengan Thrombocytopenia.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal belanja Rp50.000.

Iklan obat

Apa itu Thrombocytopenia?

Walaupun jika dilihat dengan mata telanjang, darah hanyalah cairan yang berwarna merah, sejatinya darah terdiri dari beberapa jenis sel. Sel-sel ini mengapung dalam cairan yang disebut plasma

Jenis-jenis sel yang merupakan komponen utama dari darah adalah: sel darah merah, sel darah putih,trombosit atau juga disebut dengan trombosit. Darah biasanya mengandung sekitar 150.000-350.000 trombosit/mL. 

Jika jumlah trombosit kurang dari 30.000/mL, bisa terjadi perdarahan abnormal meskipun biasanya gangguan baru timbul jika jumlah trombosit mencapai kurang dari 10.000/mL. 

Ketika kulit Anda terluka, trombosit akan mengumpul dan membentuk gumpalan untuk menghentikan pendarahan. Ketika Anda tidak memiliki cukup trombosit dalam darah Anda, 

tubuh Anda tidak dapat membentuk gumpalan sehingga akan terjadi pendarahan yang kurang terkontrol, hal ini lah yang dinamakan Thrombocytopenia.

Thrombocyt yang berarti trombosit dan penia yang berarti kekurangan. Kondisi ini dapat berkisar dari ringan hingga parah, tergantung pada penyebab yang mendasarinya. 

Bagi beberapa orang, gejalanya bisa termasuk pendarahan hebat dan mungkin fatal jika mereka tidak diobati. Sedangkan pada orang lain mungkin tidak timbul gejala apa pun.

Biasanya, jumlah trombosit yang rendah adalah manifestasi dari kondisi medis, seperti leukemia, DBD atau efek samping dari obat-obatan tertentu. Dibutuhkan perawatan tertentu untuk mengatasi keadaan ini.

Apa saja gejala yang dapat disebabkan oleh Thrombocytopenia?

Pada kasus ringan seperti pada masa kehamilan, biasanya trombositopenia tidak menyebabkan gejala apa pun. Pada kasus-kasus yang lebih parah dapat menyebabkan pendarahan yang tidak dapat dikendalikan, yang membutuhkan pertolongan medis segera. Jika Anda memiliki jumlah trombosit yang rendah, Anda mungkin mengalami: 

  • Memar berwarna merah, ungu, atau coklat, yang disebut purpura
  • ruam dengan bintik-bintik merah atau ungu kecil yang disebut petechiae
  • mimisan
  • gusi berdarah
  • pendarahan dari luka yang berlangsung dalam waktu lama atau tidak berhenti dengan sendirinya
  • perdarahan menstruasi yang berat
  • pendarahan dari rektum
  • darah dalam urin
  • darah bercampur tinja
  • muntah berdarah 

Dalam kasus yang lebih serius, Anda mungkin mengalami pendarahan organ-organ dalam yang meliputi:

Segera pergi ke dokter segera jika Anda mengalami tanda-tanda perdarahan internal.

Pada kasus yang sangat jarang, kondisi ini dapat menyebabkan pendarahan di otak Anda. Jika Anda memiliki jumlah trombosit yang rendah dan mengalami sakit kepala atau masalah neurologis, segera hubungi dokter.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal belanja Rp50.000.

Iklan obat

Apa penyebab terjadinya Thrombocytopenia?

Ada banyak yang mendasari rendahnya komposisi trombosit dalam darah. Namun ada 2 hal utama yang mendasari kelainan ini yaitu :

  • Masalah Sumsum Tulang (Masalah Produksi)
  • Kerusakan Trombosit

Sumsum tulang Anda adalah jaringan yang berada di dalam tulang. Di sinilah semua komponen darah, termasuk trombosit, diproduksi. Jika sumsum tulang Anda tidak menghasilkan trombosit yang cukup, Anda akan memiliki jumlah trombosit yang rendah. 

Penyebab produksi trombosit rendah meliputi: anemia aplastik, kekurangan vitamin B-12, kekurangan asam folat, infeksi virus termasuk HIV, virus Epstein-Barr, dan efek samping dari kemoterapi, radiasi, atau bahan kimia beracun.

Setiap trombosit hidup sekitar 10 hari dalam tubuh yang sehat. Jumlah trombosit yang rendah juga bisa disebabkan oleh kerusakan trombosit oleh sistem pertahanan tubuh itu sendiri. 

Hal ini dapat disebabkan oleh efek samping dari obat-obatan tertentu, termasuk diuretik dan obat anti-kejang. Hal ini juga bisa disebabkan oleh pembesaran limpa (hipersplenisme),gangguan autoimun dan kehamilan.

Bagaimana cara pengobatannya?

Perawatan untuk Trombositopenia tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan kondisi Anda. Jika kondisi Anda ringan, dokter Mungkin tidak akan memberikan pengobatan apapun, dan hanya akan memantau keadaan Anda. Mungkin Anda disarankan untuk :

  • Menghindari olahraga yang melibatkan banyak kontak fisik
  • Menghindari kegiatan dengan risiko tinggi perdarahan atau memar
  • membatasi konsumsi alkohol
  • menghentikan atau mengganti obat yang mempengaruhi trombosit, termasuk aspirin dan ibuprofen

Jika jumlah trombosit yang rendah maka akan menimbulkan gejala yang lebih parah, sehingga Anda mungkin memerlukan perawatan medis. seperti:

  • Transfusi darah atau trombosit
  • globulin imun yang dilakukan oleh dokter ahli
  • kortikosteroid untuk memblokir antibodi yang merusak trombosit
  • obat-obatan yang menekan sistem kekebalan tubuh Anda
  • splenektomi, atau operasi pengangkatan limpa

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit