Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM

Thrombocytopenia: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: Jan 22, 2020 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 1.372.879 orang

Dalam kasus tertentu, penderita DBD dapat mengalami pendarahan pada gusi hingga dubur. Biasanya juga disertai dengan timbulnya bercak-bercak merah keunguan di seluruh tubuh. Kondisi ini disebut dengan pendarahan spontan, di mana pendarahan bisa terjadi meskipun tidak ada trauma yang menyebabkan luka. Hal ini umumnya disebabkan oleh gangguan medis bernama thrombocytopenia atau kekurangan trombosit dalam tubuh.

Apa itu Thrombocytopenia?

Darah tidak hanya terdiri dari cairan berwarna merah, tapi juga mengandung beberapa jenis sel. Cairan tempat sel-sel darah berada disebut dengan plasma darah.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Jenis-jenis sel darah antara lain sel darah merah, sel darah putih, dan keping darah atau trombosit (platelet). Setiap jenis sel darah memiliki fungsinya masing-masing, begitu juga dengan trombosit.

Ketika kulit terluka atau lapisannya rusak, trombosit akan membentuk gumpalan untuk menghentikan pendarahan. Jika tubuh tidak memiliki cukup trombosit, maka tidak akan bisa membentuk gumpalan darah sehingga menyebabkan pendarahan.

Dalam istilah medis, penurunan jumlah trombosit dalam tubuh disebut dengan trombositopenia (thrombocytopenia). Normalnya, darah mengandung sekitar 150.000-350.000 trombosit per mL darah.

Trombositopenia terjadi ketika jumlah trombosit kurang dari 30.000/mL dan ini bisa menyebabkan perdarahan abnormal. Namun, gejala gangguan dalam tubuh biasanya baru muncul jika jumlah trombosit kurang dari 10.000/mL.

Gejala thrombocytopenia bisa tergolong ringan hingga parah, tergantung dari penyebab yang mendasarinya. Bahkan pada beberapa orang, pendarahan hebat akibat trombositopenia bisa berakibat fatal jika tidak segera diobati. Sedangkan ada juga yang tidak merasakan gejala apa pun.

Penurunan jumlah trombosit dalam tubuh bisa mengartikan banyak hal, mulai dari leukemia, DBD, atau efek samping obat-obatan tertentu. Sebaiknya perlu diperiksakan lebih lanjut oleh dokter agar segera diberikan perawatan.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Mengenai Thrombocytopenia

Penyebab Thrombocytopenia

Ada banyak kondisi yang dapat menurunkan jumlah trombosit dalam tubuh. Akan tetapi, ada 2 penyebab thrombositopenia yang paling utama, yaitu:

1. Masalah sumsum tulang (masalah produksi)

Sumsum tulang adalah jaringan spons yang ada di dalam tulang. Di sinilah semua komponen darah termasuk trombosit diproduksi.

Setiap keping darah atau trombosit hanya dapat bertahan hidup sekitar 10 hari. Karena itulah, sumsum tulang akan terus memproduksi trombosit untuk menggantikan trombosit lama. Jika sumsum tulang bermasalah, maka produksi trombosit tentu akan tidak maksimal sehingga jumlahnya kurang dalam tubuh.

Berbagai penyebab kurangnya produksi trombosit antara lain:

2. Kerusakan trombosit

Penurunan jumlah trombosit atau trombositopenia juga bisa disebabkan oleh sistem pertahanan tubuh yang merusak trombosit itu sendiri. Hal ini bisa terajdi akibat efek samping obat-obatan tertentu, seperti obat diuretik atau obat anti kejang

Kondisi ini juga bisa disebabkan oleh:

Iklan dari HonestDocs
Blackmores Pregnancy Breast Feeding Gold

Nutrisi esensial bagi kesehatan ibu dan perkembangan bayi selama 1000 hari pertama kehidupan. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Blackmores pregnancy   breat feeding gold sku

Gejala Thrombocytopenia

Jumlah penurunan trombosit memengaruhi seberapa parah gejala trombositopenia yang dirasakan. Ada orang yang tidak mengalami gejala apa pun, tapi ada juga yang mengalam gejala ringan hingga parah.

Kasus trombositopenia pada ibu hamil biasanya tidak menimbulkan gejala apa pun. Namun pada kasus yang lebih parah, bisa memicu pendarahan yang membutuhkan pertolongan medis segera.

Tanda dan gejala trombositopenia meliputi:

  • Memar berwarna merah, ungu, atau kecokelatan, yang disebut purpura.
  • Ruam dengan bintik-bintik merah atau ungu kecil, yang disebut petechiae, biasanya terjadi di kaki.
  • Mimisan.
  • Gusi berdarah.
  • Pendarahan dari luka yang berlangsung dalam waktu lama atau tidak berhenti dengan sendirinya.
  • Pendarahan menstruasi yang berat.
  • Pendarahan dari rektum.

Dalam kasus yang lebih serius, pendarahan dapat terjadi secara internal alias di dalam tubuh. Tanda-tanda pendarahan internal antara lain:

Jika Anda mengalami salah satu atau beberapa gejala tersebut, segera periksakan diri ke dokter. Pada kasus yang sangat jarang, kondisi ini juga dapat menyebabkan pendarahan di otak Anda. Jika jumlah trombosit Anda tergolong rendah hingga menyebabkan sakit kepala atau masalah neurologis, segera hubungi dokter.

Pencegahan Thrombocytopenia

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah trombositopenia, antara lain:

  • Hindari olahraga yang melibatkan banyak kontak fisik, seperti sepak bola atau tinju.
  • Hindari kegiatan dengan risiko tinggi perdarahan atau memar.
  • Gunakan sikat gigi berbulu halus untuk mencegah gusi berdarah.
  • Gunakan sabuk pengaman saat berada di mobil.
  • Batasi konsumsi alkohol, sebab alkohol bisa memperparah pendarahan.
  • Hentikan atau ganti obat yang mengganggu jumlah trombosit, contohnya aspirin dan ibuprofen.

Pengobatan Thrombocytopenia

Sebagai langkah awal, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk melihat ada-tidaknya memar atau ruam pada kulit yang diduga disebabkan oleh trombositopenia. Bagian perut pasien juga akan diperiksa untuk melihat potensi pembesaran limpa yang menyebabkan turunnya trombosit.

Selain itu, dokter juga akan melakukan sejumlah pemeriksaan penunjang lainnya yang meliputi:

Perawatan untuk penurunan trombosit dalam tubuh berbeda-beda pada setiap orang, tergantung dari penyebab dan tingkat keparahan penyakit. Jika tergolong ringan, dokter biasanya hanya akan memantau kondisi kesehatan Anda dalam beberapa waktu ke depan.

Namun jika gejalanya sudah parah, Anda mungkin memerlukan perawatan medis. Jenis pengobatan trombositopenia yang dapat diberikan antara lain:

  • Transfusi darah atau trombosit
  • Pemberian immune globulin oleh dokter ahli
  • Pemberian kortikosteroid untuk memblokir antibodi yang merusak trombosit
  • Mengganti obat-obatan yang menekan sistem kekebalan tubuh Anda
  • Operasi pengangkatan limpa (splenektomi)

Tidak semua kasus trombositopenia memerlukan perawatan khusus. Jumlah keping darah atau trombosit dapat kembali normal jika perubahannya tidak terlalu signifikan. Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami gejala penurunan jumlah trombosit dalam tubuh.


12 Referensi
HonestDocs has strict sourcing guidelines and relies on peer-reviewed studies, academic research institutions, and medical associations. We avoid using tertiary references. You can learn more about how we ensure our content is accurate and current by reading our editorial policy.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit